WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS RI Bersama ANGKASA Malaysia Salurkan Bantuan di Masjid Al Hurriyyah IPB
BAZNAS RI Bersama ANGKASA Malaysia Salurkan Bantuan di Masjid Al Hurriyyah IPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) kembali menyalurkan bantuan dan memperkuat pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid melalui kegiatan di Masjid Al Hurriyyah, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini merupakan kelanjutan kolaborasi BAZNAS dan ANGKASA dalam mendorong masjid sebagai pusat penguatan ekonomi umat Masjid Al Hurriyyah IPB menjadi lokasi implementasi penguatan ekonomi berbasis masjid setelah sebelumnya kegiatan serupa dilakukan di Masjid Jami Annimah, Ciracas, Jakarta Timur, dan Masjid At-Taqwa, Jakarta Timur. Program ini terintegrasi dengan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang selama ini dijalankan BAZNAS untuk mendukung pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar masjid. Ketua BAZNAS Kabupaten Bogor, Drs. K.H. Lesmana, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya peran masjid dalam pembangunan ekonomi umat. “Masjid harus diperkuat peran ekonominya, kepercayaan umat harus terus dijaga, dan umat Islam perlu didorong untuk mengembangkan kemandirian ekonomi,” ujarnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., mengatakan, kolaborasi lintas negara ini merupakan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam memperluas dampak pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, masjid memiliki posisi strategis sebagai simpul sosial umat yang mampu mendorong pemberdayaan ekonomi jika dikelola secara profesional dan terintegrasi. Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menyampaikan, masjid memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi umat jika dikelola secara kolektif. Menurutnya, konsep koperasi berbasis masjid telah berkembang di berbagai negara dan dapat direplikasi di Indonesia. “Kami ingin mengembalikan peran masjid sebagaimana di masa Rasulullah SAW, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat sosial dan ekonomi umat. Masjid Al Hurriyyah diharapkan dapat menjadi pilot project dan mentor bagi masjid-masjid lain,” ujar Datuk Fattah.Dalam kegiatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 3000 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Al Hurriyyah IPB. Rangkaian acara juga ditandai dengan penandatanganan prasasti koperasi masjid oleh Presiden ANGKASA sebagai simbol penguatan kerja sama lintas negara dalam pemberdayaan ekonomi umat. Adapun Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Hurriyyah IPB yang diwakili Kepala Bidang Haji dan Umrah Masjid Al Hurriyyah IPB, Prof. Dr. Hamim, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara BAZNAS RI dan ANGKASA membuka peluang besar bagi masjid kampus untuk berperan lebih luas dalam penguatan ekonomi komunitas. “Kami ingin meningkatkan program masjid, tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga mendorong pengembangan ekonomi komunitas melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia berharap sinergi lintas lembaga dan lintas negara dapat terus diperluas untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat solusi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan IPB University, antara lain Prof. Dr. Alla Asmara selaku Kepala Unit Wakaf dan Dana Sosial IPB, Dr. Pria Sembada mewakili Lembaga Kepemimpinan dan Pendidikan Eksekutif IPB, jajaran pengurus ANGKASA Malaysia, Koordinator Program BAZNAS Microfinance Masjid M. Sholeh, Kabag Koordinasi dan Kerja Sama BAZNAS dan LAZ, M. Basit Karim, Lc., MA, Kabag Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, M.Si, perwakilan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, serta jajaran BAZNAS Kabupaten Bogor.
08/02/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI dan LAZISNU PBNU Kerja Sama Dorong Pemberdayaan UMKM di Empat Provinsi
BAZNAS RI dan LAZISNU PBNU Kerja Sama Dorong Pemberdayaan UMKM di Empat Provinsi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kerja sama tersebut ditandai dengan penyerahan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BAZNAS RI dan LAZISNU PBNU yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar LC.MA, Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa S.Fil, beserta jajaran. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan akses permodalan, pengadaan sarana usaha, serta pelatihan dan pendampingan bagi UMKM yang menyasar wilayah kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta daerah yang dinilai rentan terhadap paham radikalisme. Adapun lokasi sasaran program meliputi Serang, Banten; Indramayu, Jawa Barat; Jember, Jawa Timur; serta Pringsewu, Lampung, dengan total 200 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi kepada LAZISNU PBNU atas terjalinnya kolaborasi dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi umat. “Terima kasih kepada LAZISNU PBNU yang telah menjadi mitra BAZNAS RI. Program ini cukup unik karena pembahasannya sangat matang dan difokuskan pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk masyarakat miskin di lingkungan pesantren dan sekitarnya,” ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan, program UMKM tersebut dijalankan dengan skema pembiayaan bersama (sharing cost), yakni sebesar Rp2 miliar dari BAZNAS RI dan Rp600 juta dari LAZISNU PBNU. Dana itu akan digunakan untuk mendukung dan membina 200 UMKM di empat provinsi. Kiai Noor berharap, kolaborasi ini menjadi model kolaborasi antara BAZNAS dan lembaga amil zakat lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sementara itu, Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar, LC., MA., menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menilai, sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperluas dampak program pemberdayaan ekonomi umat. “Program ini memberikan bantuan berupa modal usaha, pengadaan alat usaha, pelatihan, serta pendampingan. Kerja sama ini berlangsung selama dua tahun dan menjangkau 200 penerima manfaat,” kata Habib Ali. Habib Ali menambahkan, kerja sama program UMKM dengan BAZNAS RI merupakan yang pertama bagi LAZISNU PBNU. Ia optimistis kolaborasi tersebut akan berjalan efektif, terutama menjelang bulan Ramadan yang identik dengan penguatan solidaritas sosial. “Ke depan, kami berharap sinergi antara LAZISNU PBNU dan BAZNAS RI terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
07/02/2026 | Humas BAZNAS
Salurkan Bantuan, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia Perkuat Koperasi Masjid Raya At-Taqwa
Salurkan Bantuan, BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia Perkuat Koperasi Masjid Raya At-Taqwa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menyalurkan bantuan bagi masyarakat melalui Masjid Raya At-Taqwa, Pisangan Baru Timur, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan lanjutan kolaborasi BAZNAS dan ANGKASA dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Penyaluran bantuan tersebut menjadi peluncuran kedua penguatan ekonomi umat berbasis masjid, setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Jami Annimah, Ciracas. Masjid Raya At-Taqwa dipilih karena dinilai aktif menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) yang telah berjalan secara berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, dua masjid yang menjadi lokasi kegiatan merupakan contoh masjid yang berperan aktif dalam pembiayaan ekonomi umat berbasis keuangan syariah. Program BMM memberikan pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan kepada pelaku usaha mikro di sekitar masjid. “Masjid Raya At-Taqwa menjadi salah satu mitra BAZNAS dalam Program BAZNAS Microfinance Masjid. Pembiayaan yang diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan ini ditujukan untuk membantu usaha mikro di lingkungan sekitar masjid agar bisa tumbuh dan berkelanjutan,” ujar Saidah. Ia menjelaskan, sejak program BMM berjalan di Masjid Raya At-Taqwa, jumlah penerima manfaat terus bertambah. Awalnya pembiayaan diberikan kepada 35 pelaku usaha mikro, kemudian meningkat menjadi 55 orang, dan kini telah menjangkau 64 penerima manfaat. “Alhamdulillah, program ini terus berkembang dan manfaatnya semakin luas,” katanya. Saidah berharap, kolaborasi dengan ANGKASA Malaysia diharapkan dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang solusi bagi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan informal yang merugikan. “Kami berharap masjid menjadi tempat masyarakat mencari solusi ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Dengan dukungan dari ANGKASA, program ini diharapkan semakin kuat dan berdampak,” ucapnya. Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah menyampaikan, penguatan ekonomi berbasis masjid merupakan bagian dari upaya mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, yakni sebagai pusat ibadah, sosial, dan ekonomi umat. “Masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah wajib, tetapi juga pusat manfaat bagi masyarakat. Melalui koperasi dan pembiayaan berbasis masjid, kita ingin mengembalikan masjid sebagai pusat penggerak ekonomi umat,” ujar Datuk Fattah. Dalam kesempatan tersebut, ANGKASA menyerahkan bantuan sebesar 300 dolar AS yang diterima secara simbolis oleh pengurus Masjid Raya At-Taqwa. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah sebagai simbol penguatan kolaborasi dalam pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh penerima manfaat. Salah satunya, Zainal, pelaku usaha mikro penerima manfaat BMM di Masjid Raya At-Taqwa, yang mengaku pembiayaan tanpa bunga dan jaminan sangat membantu pengembangan usahanya. “Sebelum menerima bantuan, usaha kami berjalan seadanya. Setelah mendapat bantuan dari BAZNAS melalui BMM, alhamdulillah sangat tertolong untuk modal usaha. Yang paling dirasakan, bantuannya tanpa bunga dan tanpa jaminan,” ujar Zainal.
06/02/2026 | Humas BAZNAS

BAZNAS TV