Berita Terbaru
Terjebak Banjir, BAZNAS RI Berhasil Evakuasi Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan di Karawang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu mengevakuasi ibu hamil yang hendak melahirkan dari lokasi banjir di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang.
Tim BTB segera melakukan evakuasi seorang ibu hamil, Siti Nurjanah (22) menggunakan perahu karet kemudian dilanjutkan dengan membawanya ke rumah sakit Mandaya Hospital Karawang untuk segera mendapatkan pertolongan medis dan proses persalinan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan M.A., mengatakan, ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir.
“Apalagi ibu hamil dan akan melahirkan itu risikonya sangat besar jika tidak segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).
Karenanya kata Saidah, ketika tim BTB mendapatkan informasi dari warga bahwa ada seorang wanita hamil yang hendak melahirkan dan terjebak banjir di rumahnya, tim segera menuju lokasi tersebut untuk mengevakuasi.
“Semoga persalinannya lancar, ibu dan anaknya selamat dan semoga bencana banjir ini juga segera surut sehingga masyarakat Karawang bisa kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitasnya,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, kehadiran BTB di lokasi bencana merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu cepat tanggap, menjadi tangan pertama yang menjangkau mereka yang terkena musibah.
"BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapat bantuan dasar," tegas Saidah.
Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 9000055740
BCA 6860737777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS
Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara Salurkan Bantuan Kemanusiaan Sumatra Rp227 Juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI sebesar Rp227.200.000 yang diserahkan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Bapak Setya Utama. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara untuk ikut membantu meringankan beban para penyintas banjir di Sumatra.
Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/12026). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Kementerian Sekretariat Negara atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin bersama BAZNAS RI. Ia menegaskan, BAZNAS siap menyalurkan bantuan tersebut secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang ada di Sumut, Sumbar dan Aceh, dan bantuan ini akan kami berikan sesuai dengan peruntukannya, kata Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, BAZNAS sejak hari pertama telah menginjakkan kakinya di lokasi bencana, membatu masyarakat terdampak banjir dengan mendirikan 117 pos pengungsian yang dilengkapi dengan layanan kesehatan gratis, dapur umum, dan dapur air bersih.
“Lebih dari tiga juta porsi yang kita salurkan selama masa tanggap darurat, sejak hari pertama sampai dengan pada saat tanggap darurat itu dianggap selesai,” ungkap Kiai Noor.
Dan saat ini, kata dia, telah memasuki masa pemulihan sehingga bantuan-bantuan kemanusiaan yang masuk di BAZNAS akan diperuntukkan bagi pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak, alat dan perlengkapan sekolah, masjid dan musala, serta untuk membuka lapangan kerja bagi para korban.
“Hunian tetap (huntap) pertama yang akan kita bangun di Tapanuli Selatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dibangun hunian tetap yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat, juga nanti akan ada masjid dan sekolah juga,” ujarnya.
Sedangkan untuk membantu perekonomian masyarakat terdampak, BAZNAS akan menggandeng UMKM melalui program ZMart dan ZChicken. Harapannya, dengan adanya program ini, perekonomian mereka dapat kembali hidup dan mereka dapat memiliki lapangan kerja yang stabil.
“Dan untuk UMKM kami juga akan ada ZChicken dan ZMart. Ini juga merupakan program kami di BAZNAS untuk menyiapkan lapangan kerja bagi mereka. Kami tidak hanya memberikan modal tetapi juga ada pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri,” jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang selama ini bergerak terdepan dalam merespon setiap bencana yang terjadi di Indonesia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pegawai dan pejabat di kementerian dan para pihak yang turut berdonasi untuk membantu memulihkan Aceh dan Sumatra agar dapat kembali pulih seperti semula, termasuk juga kehidupan ekonomi masyarakatnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan ini kepada para korban dan juga terima kasih untuk keluarga besar Kementerian Sekretariat negara, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana pedulinya, ini merupakan bentuk kepedulian kepada para korban,” kata Juri.
Juri berharap, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
“Angka ini memang tidak besar jika untuk memulihkan seperti sebelum terjadi bencana, mungkin akan butuhy triliunan rupiah. Agkan tetapi, dengan niat tulus kami mudah-mudahan cukup membantu memulihkan kondisi korban bencana,” tutupnya.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Karawang dan Kota Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang, menyusul kondisi banjir yang semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, respons cepat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan ikhtiar kemanusiaan BAZNAS dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat saat terjadi bencana
"Merespons kondisi darurat tersebut, kami (BAZNAS) segera menerjunkan Tim BTB ke lokasi terdampak, di antaranya di Kota Tangerang, Banten, serta Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Tim dilengkapi dengan peralatan evakuasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
“Evakuasi menjadi prioritas utama, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan segera guna menghindari risiko kesehatan dan keselamatan akibat banjir yang terus menggenang,” ujarnya.
Selain melakukan evakuasi, Saidah menyampaikan, BAZNAS juga melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Tim masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi banjir. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, tim siap melakukan tindakan lanjutan,” ujar Saidah.
"Langkah ini dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan, termasuk layanan kesehatan, logistik darurat, dan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak banjir," jelasnya.
Saidah mengatakan, BAZNAS juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan banjir agar berjalan efektif dan terintegrasi.
Melalui langkah cepat tersebut, Saidah berharap kehadiran BAZNAS dapat membantu masyarakat terdampak banjir di Tangerang dan Karawang, sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi ini.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat respons cepat dan kesiapsiagaan kebencanaan melalui BAZNAS Tanggap Bencana sebagai bagian dari pemanfaatan zakat untuk misi kemanusiaan dan perlindungan masyarakat. Kami berharap musibah banjir ini tidak berdampak luas atau bahkan memunculkan mustahik-mustahik baru,” tegasnya.
"Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," ucapnya.
Banjir di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang terjadi setelah curah hujan ekstrem menyebabkan luapan air merendam permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
BERITA25/01/2026 | Humas BAZNAS
Melalui BAZNAS RI, Mitsui Leasing Capital Indonesia Salurkan Dana CSR untuk Perkuat Respon Kebencanaan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Mitsui Leasing Capital Indonesia (Mitsui Leasing) untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia, khususnya di area Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dalam keterangan tertulisnya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan dan komitmen Mitsui Leasing dalam mendukung misi kemanusiaan bersama BAZNAS RI.
"Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Rizaludin menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha, agar respons kebencanaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Terutama atas masyarakat terdampak bencana alam di Pulau Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang telah terjadi beberapa bulan lalu.
"Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizaludin mengatkan, kolaborasi dengan sektor swasta, seperti dengan Mitsui Leasing menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah.
Ia berharap, kolaborasi dengan Mitsui Leasing dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan bersama BAZNAS.
"BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri untuk menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, agar upaya penanggulangan bencana di Indonesia ini dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan," ucap Rizaludin.
Sebelumnya, penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) secara simbolis dari Mitsui Leasing telah diterima langsung BAZNAS, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat luas
Menurut Wasistyo Adi, keberlangsungan bisnis perlu diiringi dengan kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama ketika terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Melalui bantuan ini, kami berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat terutama atas kebutuhan dasar yaitu makanan dan air bersih” kata Wasistyo Adi.
Ia berharap, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS RI dapat membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana di Indonesia. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kami dapat terus berkolaborasi dengan jangkauan yang lebih luas,” ucapnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu mengevakuasi warga terdampak banjir di Jakarta dan Bekasi, Jumat (23/1/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., mengatakan tim BTB melakukan evakuasi warga di sejumlah titik, antara lain kawasan Cipinang Melayu Jakarta Timur, Petogogan Jakarta Selatan, Kedaung Angke Jakarta Barat, Karet Tengsin Jakarta Pusat, dan Pondok Hijau Permai Kota Bekasi.
“Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respon cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” kata Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Saidah menuturkan, proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk membawa warga yang terjebak banjir menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.
Selain melakukan proses evakuasi, kata Saidah, tim BTB juga menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, serta kebutuhan pokok lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bersama masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” ungkapnya.
Semoga kata dia, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir.
Terakhir, Saidah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana banjir. Ia juga meminta masyarakat untuk terus memantau sumber informasi terpercaya dan mengikuti arahan petugas dalam menghadapi situasi darurat.
Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 9000055740
BCA 6860737777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI: Perkuat Regulasi BAZNAS dan Jadikan Zakat Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), terutama terkait kewenangan pengelolaan zakat yang terintegrasi dengan kebijakan keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Abdul Wachid menilai, penguatan regulasi tersebut penting untuk mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional.
“Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat hadiri kegiatan Penyaluran Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Menurut Abdul Wachid, penguatan kewenangan BAZNAS tersebut akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” kata Abdul Wachid.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid turut mengapresiasi kinerja dan peran strategis BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan kebencanaan.
Menurut Abdul Wachid, kontribusi BAZNAS telah dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
“BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.
Selain kinerja secara nasional, Abdul Wachid secara khusus memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Abdul Wachid menegaskan, BAZNAS memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat kecil, di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah Atasi Kemiskinan hingga Kebencanaan di Indonesia
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Wachid, mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas kinerja dan peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan kebencanaan kepada masyarakat.
Menurut Abdul Wachid, kontribusi BAZNAS telah dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
“BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan Penyaluran Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Selain kinerja secara nasional, Abdul Wachid secara khusus memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional.
Abdul Wachid menegaskan, BAZNAS memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat kecil, di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Abdul Wachid mengatakan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS merupakan dana yang berasal masyarakat dengan potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan UMKM, pengentasan kemiskinan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan.
Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Abdul Wachid mendorong penguatan BAZNAS melalui penyempurnaan regulasi, khususnya terkait kewenangan pengelolaan zakat secara nasional agar lebih terintegrasi dan berdampak luas.
Menurut Abdul Wachid, penguatan kewenangan tersebut akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, seperti TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila penguatan regulasi tersebut terwujud, ke depan dapat dibangun kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan, salah satunya melalui skema keringanan pajak bagi wajib pajak yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” kata Abdul Wachid.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Salurkan 1.500 Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre untuk 12 Kabupaten di Jawa Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan sebanyak 1.500 paket bantuan kebutuhan pokok hasil kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Seluruh bantuan tersebut diperuntukkan bagi mustahik serta korban bencana di 12 kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Demak, dan Pekalongan yang tengah dilanda banjir.
Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, Bambang Soesetiyarto, S.Ip., disaksikan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, serta Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota DPR-RI Komisi VIII dari PKS Hidayat Nur Wahid.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengatakan berbagai program kebencanaan di tingkat pusat yang dijalankan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah menginspirasi BAZNAS daerah untuk aktif saat terjadi bencana. BAZNAS RI telah melatih dan meletakkan dasar pembentukan BTB, sehingga saat ini hampir seluruh daerah telah memiliki BTB.
“Apa yang telah dilakukan oleh BAZNAS ini telah mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sejak memimpin BAZNAS, kami berkomitmen untuk menguatkan kelembagaan,” katanya.
Meskipun saat itu sedang dilanda pandemi COVID-19, BAZNAS terus menguatkan kelembagaan, baik di tingkat pusat maupun dalam skala nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan BAZNAS menjadi mitra pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat miskin. “BAZNAS Jawa Tengah selalu tampil di depan dengan inovasi melalui berbagai program yang dilaksanakan untuk mustahik,” ucapnya.
"BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat kepada masyarakat, tidak hanya persoalan masalah pengetasan kemiskinan, UMKM, tapi juga menyangkut bantuan bencana," kata Abdul Wachid.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si., mengatakan Jawa Tengah memiliki 27 titik rawan bencana. Sebagai upaya mitigasi dan penanggulangan, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah telah membentuk BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
“Perubahan cuaca yang sering terjadi, bahkan ekstrem, mengharuskan kita untuk selalu siaga terhadap bencana. Alhamdulillah, seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah atau sebanyak 35 kabupaten/kota telah memiliki pasukan BTB,” katanya.
Pembentukan pasukan BTB juga dilengkapi dengan berbagai peralatan kebencanaan, seperti mobil siaga, ambulans, tenda, peralatan dapur umum, dan perahu karet.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Lumbung Pangan BAZNAS di Sulbar Sukses Panen Raya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses melaksanakan panen raya Program Lumbung Pangan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (22/1/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti pemanfaatan zakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani mustahik.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Lumbung Pangan Polewali Mandar yang menjadi titik ke-12 dari total 16 lokasi Program Lumbung Pangan Padi yang dikembangkan BAZNAS RI di berbagai daerah.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan panen raya tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan zakat mampu memberikan hasil yang nyata bagi para penerima manfaat.
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen raya. Ini menunjukkan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil,” kata Imdadun.
Imdadun menjelaskan, Lumbung Pangan Polewali Mandar melibatkan 66 kepala keluarga petani dari kalangan mustahik binaan BAZNAS dengan luas lahan panen mencapai 60 hektare.
Dari sisi hasil, lanjut Imdadun, program ini menunjukkan peningkatan signifikan. Potensi panen mencapai Rp42.000.000 per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp29.000.000 hingga Rp31.000.000 per hektare. "Peningkatan tersebut didukung pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan petani," ujarnya.
Lebih lanjut, Imdadun menegaskan, Program Lumbung Pangan tidak semata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam menyalurkan zakat melalui skema pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.
“Harapannya, program ini benar-benar berbuah, menjadi sarana pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, sekaligus alat pemerataan ekonomi. Inilah mandat undang-undang kepada BAZNAS,” ujar Imdadun.
Imdadun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang turut mendampingi pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Perlu diingat,BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Lumbung Pangan yang dinilainya selaras dengan arah pembangunan daerah serta kebijakan nasional di sektor ketahanan pangan. “Program ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya di Kecamatan Luyo,” katanya.
Ia menuturkan, sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian Polewali Mandar. Karena itu, kolaborasi dengan BAZNAS dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Pengelolaan zakat yang profesional terbukti mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Samsul Mahmud berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan BAZNAS dapat terus diperluas, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pada bidang perkebunan dan peternakan yang turut menopang perekonomian daerah.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad, S.E., menyampaikan, terima kasih kepada BAZNAS RI, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk memperluas manfaat Program Lumbung Pangan. “BAZNAS memiliki misi untuk mensejahterakan umat. Program Lumbung Pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
Lewat BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Salurkan Bantuan Bencana Banjir Sumatra Rp283 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah sebesar Rp283 juta untuk membantu korban bencan banjir di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Hadir Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM., Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, S.T., M.Pd. dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Hasyim Sya’roni.
Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta menyampaikan terima kasih atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah ke kantor BAZNAS RI dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan yang diamanahkan oleh masyarakat Kabupaten Bangka Tengah. BAZNAS memastikan bantuan kemanusiaan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal kepada para penyintas banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tugas kami adalah menyalurkan amanah yang telah dipercayakan. Kami berdoa semoga setiap pihak yang menghimpun, mengumpulkan, dan menyalurkan bantuan ini dibalas oleh Allah dengan kebaikan, kesehatan, ketenangan jiwa, dan keberkahan hidup,” kata Arifin di Jakarat, Rabu (21/1/2026).
Menurut Arifin, BAZNAS terus berupaya mengambil peran dalam penanggulangan bencana, baik pada masa tanggap darurat maupun pada fase pemulihan dan rekonstruksi.
Untuk tanggap darurat, BAZNAS telah hadir mendirikan dapur umum, dapur air bersih, dan layanan kesehatan. Sementara pada fase pemulihan dan rekonstruksi, dibutuhkan dukungan yang jauh lebih besar untuk membantu pemerintah mempercepat proses pemulihan, khususnya untuk mendirikan hunian sementara dan hunian tetap termasuk mendirikan kembali fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
“Kita belajar dari pengalaman masa lalu, seperti bencana besar di Aceh, dan kini kita kembali dihadapkan pada kondisi serupa di berbagai provinsi. Bahkan hari ini, banjir juga masih terjadi di Jakarta dan daerah lainnya. Kondisi ini tentu sangat berat bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun Arifin berharap, agar anak-anak tetap bisa bersekolah, meskipun dalam kondisi darurat, masjid dan fasilitas umum dapat kembali dibangun, serta kehidupan masyarakat dapat segera pulih, bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk para penyintas banjir ini. Menurutnya bantuan sebesar Rp283 juta ini merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat umum dan lembaga pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, yang pertama ingin kami sampaikan adalah rasa apresiasi yang setinggi-tingginya. Bantuan ini merupakan wujud ikhtiar masyarakat Bangka Tengah yang memiliki empati besar terhadap kondisi saudara-saudara kita di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata dia
Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Hasyim Sya’roni berharap bantuan ini dapat membawa manfaat, menjadi amal jariyah bagi para muzaki, serta memperkuat persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan dengan membantu sesama yang membutuhkan.
“Harapan kami, semoga saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merasa terbantu dan merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ini adalah bentuk perhatian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Ketika saudara kita tertimpa musibah, kita semua ikut merasakan. Karena itu, kami terpanggil untuk ikut meringankan beban mereka, mengurangi kesulitan yang ada, dan membantu sesuai kemampuan. Insya Allah, ini menjadi nilai ibadah yang besar bagi kita semua,” ungkapnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Banjir Rob di Muara Gembong Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada masyarakat terdampak banjir rob, salah satunya Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (21/1/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS RI dalam membantu masyarakat membutuhkan, termasuk pesantren Fastabiqul Khoirots yang terdampak banjir rob selama 10 hari.
"Semoga bantuan yang diberikan ini menjadi berkah dan bermanfaat untuk masyarakat terdampak dan juga para santri," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menurut Saidah, kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terganggu dan akses jalan menuju lokasi pun tertutup oleh genangan air, sehingga mobilitas santri dan pengurus menjadi sangat terbatas.
Mendengar kabar tersebut, BAZNAS RI langsung turun ke lapangan, bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa Paket Logistik Keluarga (PLK) yang berisi kebutuhan pokok berupa beras, minyak, ikan kaleng, kornet, gula pasir dan lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan para santri.
“Melalui program bantuan kemanusiaan ini, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat,” ujar Saidah.
Bantuan ini diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots, Ahmad Munawir. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada pesantren yang tengah menghadapi dampak banjir rob.
“Terima kasih BAZNAS RI, bantuan paket logistik ini sangat membantu memenuhi kebutuhan para santri di pesantren,” ujarnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
HUT ke-25, BAZNAS RI Luncurkan Cendekia Digital Akademi untuk Perkuat Pendidikan Digital Lewat Gim Edukasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Cendekia Digital Akademi (CDA), sebagai terobosan penguatan pendidikan digital yang sejalan dengan program Asta Cita, melalui pengembangan gim edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi untuk berbagai mata pelajaran serta literasi zakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, mengatakan, Cendekia Digital Academy merupakan ikhtiar BAZNAS dalam merespons perkembangan teknologi digital yang kian pesat, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dengan memadukan unsur bermain dan belajar secara terarah.
Rizaludin menilai, program Cendekia Digital Akademi sejalan dengan program Asta Cita Presiden Indonesia, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui transformasi pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital.
"Cendekia Digital Academy Ini merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk mengenalkan konsep smart play dan smart giving, yakni melalui kolaborasi gim edukasi bagi generasi peduli. Bagi BAZNAS, program ini penting karena kehadiran BAZNAS sejatinya untuk menumbuhkan kepedulian sosial," ujar Rizaludin saat memberikan sambutan secara daring dalam live Instagram BAZNAS Indonesia, Rabu (21/1/2026).
"Cendekia Digital Akademi sangat relevan dan strategis di tengah laju transformasi digital yang semakin cepat, khususnya dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda dengan metode pembelajaran yang lebih adaptif," kata Rizaludin.
Ia juga menegaskan, peluncuran CDA bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS. Pada momentum tersebut, BAZNAS menegaskan kembali fokus penyaluran zakat di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. “BAZNAS memandang pendidikan sebagai investasi strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia,” kata Rizaludin.
“Fokus utama BAZNAS tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat. Tidak hanya membantu siswa agar dapat bersekolah, BAZNAS juga berupaya memberdayakan para guru dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui pendampingan. Inilah terobosan yang ingin terus kami dorong pada usia BAZNAS yang ke-25 ini," jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Rizaludin menilai BAZNAS harus adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. "Kehadiran Cendekia Digital Academy merupakan bagian dari upaya tersebut, sebagai wadah pengembangan kompetensi guru dalam literasi zakat, peningkatan kesadaran zakat, serta pembelajaran lainnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman SCB atas inisiatif dan ide luar biasa ini," ujar Rizaludin.
"Dengan langkah-langkah ini, kami berharap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat terus tumbuh, melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berjiwa peduli," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS, Ahmad Kamaluddin Afif, menjelaskan, CDA dikembangkan dengan pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge), yakni memadukan teknologi, pedagogi, dan penguasaan materi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik melalui gim edukatif.
Ia menambahkan, platform CDA di https://akademi.cendekiaedu.id akan menghadirkan berbagai mata pelajaran dengan fokus pada literasi zakat sebagai nilai utama, namun tetap relevan untuk seluruh bidang studi. Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru melalui pelatihan inovasi, pelatihan pembuatan gim edukatif, hingga penyelenggaraan kompetisi.
“Dengan dukungan penuh dari BAZNAS, seluruh program ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” kata Ahmad Kamaluddin.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
Dirzawa Kemenag RI: 25 Tahun BAZNAS Jadi Lembaga Relevan dan Paling Dibutuhkan Masyarakat
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI selama 25 tahun ini telah hadir menjadi lembaga yang relevan dan dibutuhkan masyarakat Indonesia, terutama dalam situasi-situasi darurat seperti ketika terjadi bencana.
“Terima kasih Pak Kiai Noor Rahmat karena BAZNAS selalu yang hadir, menjadi yang terdepan dalam situasi seperti itu. Saya sangat mendukung, mudah-mudahan BAZNAS akan terus mengalami kemajuan dan terus hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Prof Waryono di kantor BAZNAS RI, Selasa (20/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof Waryono juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS, Kementerian, MUI, dan lembaga lainnya untuk bersama-sama bersinergi, berkontribusi pada kebermanfaatan dana umat. Karena menurutnya, dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Hadir dalam Milad BAZNAS ke-25, Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. KH Asrorun Ni’am Sholeh menyebutkan bahwa zakat memiliki tiga aspek penting yakni kewajiban bagi muzaki, hak bagi mustahik, dan amanah bagi amil.
“Zakat di sisi muzaki adalah kewajiban, tetapi di sisi mustahik adalah hak, sementara di sisi amil adalah amanah," ujar Asrorun Ni’am.
Oleh karena itu, Asrorun Ni’am menekankan pentingnya sinergi antara muzaki, mustahik, dan amil dalam mengelola zakat. "Tugas kita adalah memastikan transformasi dari mustahik ke muzaki, sehingga mereka dapat menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung pada zakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asrorun Niam juga mengapresiasi kinerja BAZNAS dan amil zakat yang telah bekerja keras dalam mengelola zakat. Semoga kata dia, para pimpinan BAZNAS dan juga seluruh amil yang berkumpul pada acara Milad ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT.
Terakhir, Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga turut menyampaikan selamat ulang tahun kepada BAZNAS RI yang ke-25 tahun. “Selamat milad untuk BAZNAS RI dan semoga seluruh yang hadir di sini mendapatkan berkah,” kata Asrorun Ni’am.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kota Semarang Serahkan Bantuan Rp300 Juta bagi Penyintas Banjir Sumatra melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran bantuan kemanusiaan tahap satu untuk korban banjir Sumatra dan Aceh dari BAZNAS Kota Semarang sebesar Rp300 juta. Penyerahan bantuan kemanusiaan ini dilakukan di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan ini Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, H. Faisal Qosim, Lc., Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E.,MM, Wakil Ketua I Drs. Labib, MM, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd, Wakil Ketua III - H. Nur Fuad ,S.Ag, Wakil Ketua IV Hj. Aminah, S.Pd.I, dan Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar, S.Sos.I.
Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Kota Semarang dan masyarakatnya yang telah mempercayakan penyerahan infak kemanusiaan melalui BAZNAS RI. Bantuan ini digunakan untuk membantu proses recovery dan memulihkan kehidupan mereka setelah terkena banjir.
“Karena sekarang merupakan musim hujan maka tentunya yang mereka butuhkan adalah tempat tinggal yang layak, sekolah yang layak, jadi insya Allah BAZNAS RI akan segera menyalurkan bantuan ini dan mudah-mudahan apa yang dilakukan BAZNAS RI berkenan dan diterima oleh publik dan akan dilaporkan kepada BAZNAS Kota Semarang,” ujar Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengatakan, BAZNAS selalu hadir dan membantu dalam setiap terjadi bencana. Yang terbaru kata dia, jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan juga tidak luput dari BAZNAS Tanggap Bencana yang langsung ke lokasi untuk membantu mencari para korban.
Selain itu, setiap kali terjadi bencana akan selalu muncul mustahik-mustahik baru, sehingga Arifin berharap semakin banyak muzaki yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat dukungan logistik, mempermudah pemulihan, dan membantu meringankan beban mereka yang terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui BAZNAS RI untuk disalurkan kepada para korban.
"Alhamdulillah hari ini sesuai dengan akad para muzaki yang memberikan sumbangan kepada BAZNAS Kota Semarang untuk kita berikan kepada BAZNAS RI dan ini adalah tahap pertama Rp300 juta. Insya Allah nanti akan ada tahap kedua dan tahap berikutnya,” kata Arnaz.
Arnaz berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban serta memberikan semangat bagi mereka untuk bisa bangkit dan pulih.
“Harapan kami tentunya bisa sangat meringankan beban mereka, karena adanya bencana ini ada banyak masyarakat yang kemudian kehilangan lapangan kerja, menjadi miskin, sehingga bantuan ini kami serahkan untuk bisa membangkitkan lagi semangat mereka dalam bentuk mungkin alat kerja atau apapun. Kita percayakan pada BAZNAS RI,” ungkapnya.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS
HUT ke-25, BAZNAS RI Syiarkan “Zakat Menguatkan Indonesia"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas peran besar zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat di Indonesia.
Kegiatan tasyakuran tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020 Emmy Hamidiyah, Irsyadul Halim, Nana Mintarti, dan Mundzir Suparta; Pimpinan Periode 2008–2015 Ahmad Mukhlis Yusuf, Elvi Hudriah, Abdullah Hasyim, Isye Latief, dan Fuad Nasar; Pimpinan Periode 2001–2007 Aries Mufti, serta pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa, terutama kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. “Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja BAZNAS terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya.
"Seiring dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS juga terus meningkat. Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus," lanjutnya.
Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal. Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat bagi penguatan Indonesia.
Di peringatan HUT ke-25, Kiai Noor, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Ia menegaskan, dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS
Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Raih Juara 3 International Health Essay
Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI, Siti Halizah Azmi, berhasil meraih juara 3 International Health Essay kategori Best Scientific Insight dengan mengangkat isu kanker payudara sebagai permasalahan kesehatan utama di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang ditunjukkan oleh Siti Halizah Azmi.
Menurut Saidah, ini membuktikan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang kuat.
“Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat berbuah luas melalui generasi muda yang membawa dampak nyata bagi komunitas,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Saidah juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memberi akses pendidikan berkualitas kepada anak yatim dan mustahik. Karena menurutnya, pendidikan adalah salah satu jalan dalam mengentaskan kemiskinan di Indoensia.
"Semoga melalui Beasiswa Cendekia ini BAZNAS mampu mengubah perekonomian keluarga mustahik melalui pendidikan tinggi yang layak," ujarnya.
Saidah juga berharap bahwa penerima beasiswa Cendekia BAZNAS dapat menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Siti Halizah Azmi tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Siti mengaku, esai yang ditulisnya merupakan bentuk kegelisahannya selama ini tentang bagaimana penyakit kanker payudara ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
Padahal kata dia, kemunculan penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini. Sayangnya banyak perempuan kerap abai pada kesehatannya sendiri, sehingga ketika gejala kanker sudah menunjukkan stadium lanjut baru dilakukan pengobatan di mana tingkat keberhasilannya masih rendah.
Oleh karena itu, melalui esai yang dibuatnya dengan segenap hati, Siti berharap esainya dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini.
“Esai ini saya susun dengan harapan dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini,” kata Siti.
Dalam penulisan esainya, Siti mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai media konsultasi serta kolaborasi perawat dengan organisasi keagamaan, tokoh agama, pesantren, dan remaja masjid.
“Prosesnya tidak mudah karena keterbatasan waktu dan tuntutan kebaruan ide. Namun, dengan niat kuat, bimbingan dosen, serta dukungan keluarga dan teman, saya belajar terus berprogres dan menebar manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS
Optimalisasi ZIS, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali jalin kolaborasi strategis bersama Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya
KOTA TASIKMALAYA - BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali memperkuat langkah nyata dalam pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) lanjutan bersama Universitas Mayasari Bakti.
Kesepakatan ini merupakan wujud komitmen kedua belah pihak untuk terus bersinergi dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan akademisi. Melalui kolaborasi ini, pengelolaan dana dari seluruh civitas akademika akan dilakukan secara lebih terstruktur, transparan, dan aman secara regulasi.
Langkah konsisten dari Universitas Mayasari Bakti dalam menggandeng BAZNAS adalah teladan nyata bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut melegalkan pengelolaan zakat instansinya. Dengan pengelolaan yang terpusat di BAZNAS, setiap rupiah yang disalurkan akan berdampak lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Mari terus dukung gerakan zakat secara berjamaah. Karena kontribusi yang dikelola secara profesional akan menjadi kekuatan besar bagi ekonomi umat.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Keluarga di Cikawungading lewat Pelatihan Manajemen
Cipatujah, 12 Januari 2026 - BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan Usaha dan keuangan keluarga melalui program BMM (BAZNAS Microfinance Masjid) bagi 40 Mustahik di BMM Al-Hikmah Kalaksanan, Cipatujah, kemarin.Hadir sebagai pemateri, Bapak Ari Abdul Muhyi, S.E (Pendamping Z-Mart BAZNAS), yang memberikan edukasi mengenai tata kelola usaha dan keuangan keluarga guna membekali para peserta dengan keterampilan manajerial yang mumpuni.Melalui sinergi program BMM ini, diharapkan usaha para mustahik menjadi lebih terukur dan stabil secara finansial, sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga menuju kemandirian yang berkelanjutan.Semoga langkah ini menjadi pembuka pintu keberkahan bagi para muzaki dan manfaat luas bagi mustahik. Aamiin.
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola ZIS-DSKL melalui Kemitraan Strategis bersama 3 Mitra SPPG BGN
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin sinergi strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional terkait pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Kesepakatan yang ditandatangani ini berfokus pada pengumpulan dana dari pegawai dan pemilik dari SPPG Bunga Bangsa Bojonggambir, Taraju, serta Gunungdemang
Penandatanganan kerjasama ini bertujuan untuk memastikan setiap dana yang terkumpul tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah mulia dari SPPG ini adalah teladan nyata bagi kita semua dalam menguatkan ekonomi umat. Kami mengajak para pimpinan lembaga dan pelaku usaha lainnya untuk turut melegalkan pengelolaan zakat instansinya melalui BAZNAS agar lebih aman secara syariat maupun regulasi.
Mari salurkan zakat Anda sekarang; karena sekecil apa pun kontribusi yang dikelola secara berjamaah, akan menjadi kekuatan besar bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS
Perkuat Sinergi Kesejahteraan Umat, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadiri Upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-80
TASIKMALAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoral demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dalam Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang berlangsung khidmat pada Sabtu (03/01/2026).
Upacara yang dipusatkan di lapangan pusat pemerintahan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, selaku Inspektur Upacara. Kehadiran BAZNAS dalam momentum bersejarah ini menjadi simbol harmonisasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah dan instansi vertikal keagamaan.
Pesan Kerukunan dan Transformasi Ekonomi
Dalam amanatnya, Bupati H. Cecep Nurul Yakin membacakan pidato resmi Menteri Agama yang menekankan tema besar tahun ini: "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju." Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa peran Kementerian Agama kini telah bertransformasi secara masif. Tidak hanya berfokus pada penguatan sektor pendidikan agama, tetapi juga memperluas jangkauan pada pemberdayaan ekonomi umat.
"Kementerian Agama harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan di tengah masyarakat. Semangat ini sejalan dengan misi kemanusiaan dan ekonomi yang selama ini dijalankan oleh BAZNAS," ujar Bupati saat membacakan arahan tersebut.
Terinspirasi Semangat 'Kemenag Berdampak'
Bagi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, peringatan HAB ke-80 ini merupakan refleksi atas kesuksesan gerakan "Kemenag Berdampak" yang telah diperkuat sepanjang tahun 2025. Semangat memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh warga menjadi inspirasi bagi BAZNAS untuk terus mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Sinergi yang terjalin selama ini antara BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya mencakup berbagai aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan, bantuan pendidikan, hingga bantuan kebencanaan. Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kerukunan yang dibarengi dengan kemandirian ekonomi masyarakat Tasikmalaya.
Menuju Indonesia Maju
Melalui partisipasi aktif ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memupuk rasa persaudaraan. Dengan umat yang rukun dan instansi yang bersinergi, visi Indonesia yang damai dan maju bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang dapat dicapai bersama.
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Tasikmalaya dan bangsa Indonesia, serta penyerahan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para insan pejuang keagamaan di wilayah tersebut.
BERITA03/01/2026 | humasbaznaskabtsm

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
