WhatsApp Icon
Perkuat Tata Kelola Zakat di Lingkungan Pendidik, 39 UPZ PC PGRI se-Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan

TASIKMALAYA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya menggelar agenda Orientasi sekaligus Pengukuhan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PC PGRI. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/04) ini bertempat di Aula PGRI Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 117 peserta yang merupakan delegasi dari 39 UPZ Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya hadir untuk mengikuti prosesi pengukuhan. Kehadiran para pengurus ini menandai komitmen besar sektor pendidikan dalam mendukung penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah.

Prosesi Pelantikan dan Pembekalan Amil

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Bapak H. Dadan Bardan, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran UPZ di lingkungan profesi untuk menjadi perpanjangan tangan BAZNAS yang amanah.

Selain prosesi pelantikan, para pengurus baru juga mendapatkan pembekalan materi intensif mengenai:

  • Fiqih dan Kemuliaan Amil: Menanamkan nilai-nilai spiritual dan integritas sebagai pengelola dana umat.
  • Manajemen Pengelolaan Zakat: Strategi penghimpunan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
  • Optimalisasi Potensi: Pemetaan potensi zakat di lingkungan pendidik dan tenaga kependidikan di tiap kecamatan.

Mendorong Dampak Sosial yang Lebih Luas

Sinergi antara PGRI dan BAZNAS ini diharapkan dapat mengakselerasi penghimpunan zakat di tingkat kecamatan. Dengan pengelolaan yang lebih terorganisir di bawah naungan PC PGRI, dana yang terhimpun nantinya akan dialokasikan melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya kita bersama untuk memastikan bahwa potensi zakat dari kalangan pendidik dapat dikelola secara optimal guna memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas di Kabupaten Tasikmalaya," ujar pihak BAZNAS dalam sambutannya.

Melalui pengukuhan ini, 39 UPZ PC PGRI yang baru dilantik diharapkan segera memulai langkah strategis dalam mengedukasi serta menghimpun zakat di wilayahnya masing-masing, guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat.

25/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
PENYALURAN BEASISWA S1 BAZNAS TAHAP II T.A 2025/2026 DI STISA ASH-SHOFA MANONJAYA

MANONJAYA – BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan dengan menyalurkan Beasiswa S1 Tahap II Tahun Ajaran 2025/2026. Acara penyaluran secara simbolis ini digelar di kampus STISA Ash-Shofa, Manonjaya, pada Rabu (22/04).

Program beasiswa ini merupakan langkah konkret BAZNAS dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yakni Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA). Menariknya, jika program pemerintah daerah umumnya berfokus pada perguruan tinggi negeri, beasiswa dari BAZNAS ini hadir untuk melengkapi jangkauan tersebut.

Pemerataan Akses untuk Kampus Swasta dan Negeri

Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menjelaskan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang menempuh studi baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Tasikmalaya. Langkah ini diambil agar akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah semakin merata dan tidak hanya terpusat pada satu klaster kampus saja.

Pada tahap kedua ini, tercatat sebanyak 108 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerima bantuan biaya pendidikan tersebut.

Sinergi Antarlembaga

Prosesi penyerahan bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Jawa Barat, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Turut hadir menyaksikan momen penting ini Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas adanya sinergi yang kuat antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan otoritas agama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Tasikmalaya.

Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan para mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan studinya dan menjadi penggerak ekonomi serta sosial di tengah masyarakat setelah lulus nanti.

23/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Sinergi Pengelolaan ZIS: LAZNAS Agnia Care Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Agnia Care melakukan kunjungan strategis ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (16/04). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi antarlembaga pengelola zakat guna mengoptimalkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Pertemuan tingkat manajerial ini mengusung tema besar “Kolaborasi dan Sinergitas Program”. Fokus utama diskusi meliputi sinkronisasi data mustahik, standardisasi tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta pengembangan inovasi program kemanusiaan yang lebih berdampak luas.

Optimalisasi Peran Lembaga Amil

Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak membahas beberapa poin krusial untuk meminimalisir tumpang tindih penyaluran bantuan di lapangan. Beberapa poin strategis yang disepakati antara lain:

Sinkronisasi Program: Penyelarasan agenda pemberdayaan ekonomi dan sosial agar bantuan menjangkau sasaran yang tepat.

Pertukaran Informasi: Berbagi praktik terbaik (best practices) dalam manajemen penghimpunan dan pendistribusian dana umat secara profesional.

Inovasi Kemanusiaan: Penjajakan kolaborasi proyek jangka panjang yang bersifat berkelanjutan (sustainable).

Sinyal Positif Kolaborasi Daerah dan Nasional

Pihak BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyambut hangat inisiatif dari LAZNAS Agnia Care. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah nyata dalam menjalankan amanat regulasi terkait integrasi pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi antara lembaga milik pemerintah dan lembaga amil zakat skala nasional.

"Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan sinergi yang kuat antara LAZNAS dan BAZNAS di tingkat daerah, kita dapat menciptakan ekosistem pengelolaan ZIS yang lebih transparan dan memberikan manfaat yang nyata bagi pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya," ungkap perwakilan manajemen dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program bantuan yang lebih inovatif dan efisien. Melalui kerja sama ini, diharapkan akselerasi pendayagunaan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan muzakki terhadap lembaga amil zakat.

16/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Tingkatkan Transparansi, UPZ Sodonghilir Serahkan Laporan Pengelolaan Zakat Fitrah 1447 H ke BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Sebagai wujud akuntabilitas dan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Sodonghilir resmi menyerahkan Laporan Kegiatan Zakat Fitrah Tahun 1447 H / 2026 M kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (04/05).

Penyerahan dokumen laporan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur rutin organisasi untuk memastikan seluruh dana zakat yang terhimpun dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Detail Laporan dan Tujuan Distribusi

Laporan yang diserahkan mencakup data komprehensif mengenai:

  • Penghimpunan: Total perolehan zakat fitrah dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Sodonghilir.
  • Pendistribusian: Rekapitulasi penyaluran zakat kepada para mustahik (penerima zakat) yang terbagi dalam delapan asnaf.
  • Kepatuhan Syariah: Dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai dengan kaidah hukum Islam dan regulasi pemerintah.

Pihak UPZ Sodonghilir menegaskan bahwa pelaporan ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat (muzakki). Dengan adanya sinkronisasi data antara tingkat kecamatan dan kabupaten, BAZNAS dapat memetakan potensi zakat daerah secara lebih akurat untuk program pengentasan kemiskinan di masa mendatang.

"Kami mengapresiasi kedisiplinan UPZ Sodonghilir dalam menyampaikan laporan ini. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola zakat di tingkat kecamatan semakin hari semakin baik dan akuntabel," ujar salah satu pimpinan BAZNAS Kab. Tasikmalaya saat menerima dokumen tersebut.

Apresiasi untuk Para Muzakki

Di akhir laporannya, UPZ Kecamatan Sodonghilir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat yang telah menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama suksesnya program pemberdayaan umat di wilayah Sodonghilir.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Posko Siaga Mudik BAZNAS Republik Indonesia di Jl. Kadipaten - Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - Sahabat BAZNAS, buat kamu yang sedang dalam perjalanan mudik melintasi jalur selatan, Posko Siaga Mudik BAZNAS RI juga hadir di Kabupaten Tasikmalaya, lho!

Berlokasi strategis di Jl. Kadipaten, Pamoyanan (Depan Kolam Renang Ampera) posko kami siap menjadi tempat istirahat sementara yang representatif bagi para pemudik.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap :

  • Layanan Kesehatan: Cek kesehatan ringan, konsultasi, dan konsultasi kesehatan untuk pastikan kondisi prima.
  • Dapur Air: Seduhan teh, kopi, dan makanan ringan gratis untuk pulihkan energi.
  • Ruang Pijat Gratis: Hilangkan lelah dengan pijatan relaksasi dari terapis terampil.
  • Ruang Ramah Anak: Area bermain yang aman dan nyaman bagi buah hati tercinta agar tak bosan.
  • Bantuan Sepeda Motor & Layanan Ambulans: Tim kami siap siaga membantu jika ada kendala darurat.


Kami juga didukung penuh oleh Relawan BAZNAS dan instansi terkait untuk berikan layanan terbaik bagi sahabat.

Yuk, mampir sejenak di Posko Mudik BAZNAS! Utamakan keselamatan dalam berkendara, semoga sampai di tujuan dengan selamat dan penuh keberkahan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS

Berita Terbaru

PIA BAZNAS RI Ajak Keluarga Amil Bangun Ketahanan Ekonomi dari Rumah
PIA BAZNAS RI Ajak Keluarga Amil Bangun Ketahanan Ekonomi dari Rumah
Persatuan Istri Amil (PIA) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghelat seminar bertajuk “Gaji Tipis Hidup Manis, Tabungan Nggak Habis”, sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan dan membangun ketahanan ekonomi di lingkungan keluarga amil. Seminar tersebut diisi oleh Konsultan Keuangan, Octavia Reniar Putri, S.M, M.SM., CSA, CFP, CFRP, CRP, WPPE-P di Gedung BAZNAS Institute, Jakarta, pada Rabu (6/8/2025). Turut hadir, Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si., serta jajaran PIA BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyebut, seminar ini sangat relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan sejalan dengan visi besar BAZNAS dalam membangun ketahanan keluarga. “Seminar ini sangat luar biasa karena membekali keluarga amil dengan keterampilan finansial yang sangat dibutuhkan di era sekarang,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga menekankan pentingnya kesinambungan program edukasi serupa agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh keluarga amil di seluruh Indonesia. “Kami berharap program semacam ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga amil di berbagai daerah,” tambahnya. Menurutnya, peran istri amil dalam mengelola keuangan rumah tangga tidak kalah penting dibanding peran suami dalam menghimpun dan menyalurkan zakat. Ia menganggap peningkatan kapasitas istri amil merupakan bagian dari penguatan ekosistem zakat secara menyeluruh. “PIA telah menunjukkan bahwa mendampingi perjuangan para amil tidak hanya sebatas mendukung suami, tapi juga dengan meningkatkan kapasitas diri,” ucap Kiai Noor. Sebagai pemateri dalam seminar ini, Octavia Reniar Putri menjelaskan, masalah utama dalam keuangan keluarga bukan terletak pada besar kecilnya gaji, melainkan pada bagaimana uang tersebut dikelola secara bijak dan terencana. “Gaji kecil bukan penghalang untuk hidup berkualitas, yang dibutuhkan adalah perencanaan, disiplin, dan kebiasaan yang sehat dalam mengelola keuangan,” tuturnya. Ia mengajak para peserta untuk memulai dari hal-hal sederhana seperti mencatat pengeluaran, membuat anggaran, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan demi menciptakan stabilitas keuangan keluarga.
BERITA07/08/2025 | Humas BAZNAS
Perkuat Dakwah Zakat, BAZNAS RI Tandatangani MoU dengan Imam Foundation
Perkuat Dakwah Zakat, BAZNAS RI Tandatangani MoU dengan Imam Foundation
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Imam Foundation (Imam Training dan Development) menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman tentang penyelenggaraan program pelatihan yang berkaitan dengan pembinaan imam, pembelajaran syariah, pengelolaan masjid dan pusat keislaman. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., CEO of Imam Foundation for Training dan Development UK, Prof. Dr. Mohammad Ali Belaoo, Head Representatif for Asia and Indonesia, Dr. Aulia Nugraha, LC, ME, dan Direktur Pesantren Tahfidz Masjid Agung Jawa Tengah, Muhammad Syaifudin. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperkuat peran BAZNAS dalam bidang dakwah dan pengelolaan masjid, termasuk penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan. "Dengan BAZNAS, kita akan mencoba untuk membuat rancangan bagaimana BAZNAS bisa bekerja sama dengan Imam Foundation ini untuk mengirim dai-dai Indonesia ke daerah-daerah yang membutuhkan, termasuk wilayah terpencil dan minoritas, baik di Indonesia maupun luar negeri," jelas Kiai Noor. “Ke depan, harapan kami melalui kerja sama ini juga bisa terbangun sinergi antara BAZNAS terkait bidang pengumpulan internasional dengan Imam Foundation, kemudian bersama-sama merancang sistem pendistribusian yang efektif," tambahnya. Sementara itu, CEO of Imam Foundation for Training & Development, Prof. Dr. Mohammad Ali Belaoo, menyampaikan apresiasi dan harapan besar atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS RI, yang dinilainya sebagai lembaga penting di Indonesia. "Setelah penandatanganan ini, insya Allah kami akan segera menjalin komunikasi lebih intensif dan mulai membahas program-program bersama," ujar Mohammad Ali. Mohammad Ali juga optimistis, kedua pihak memiliki kapasitas keilmuan dan pelatihan yang dapat saling melengkapi. Ia meyakini kerja sama ini akan berbuah pada program nyata di masa depan. "Imam Foundation merupakan lembaga yang bergerak di bidang pelatihan dan pengembangan, khususnya bagi imam, dai, khatib, serta para pemimpin Muslim. Kami meyakini bahwa kedua lembaga memiliki potensi besar untuk menghadirkan banyak kebaikan, dan dapat bersinergi demi kemaslahatan para imam dan khatib," jelasnya. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., Deputi 1 Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, serta Sekretaris Bidang Sarana Masjid Agung Jawa Tengah, Istajib.
BERITA06/08/2025 | Humas BAZNAS
Cegah Kelaparan, BAZNAS Siapkan 55.000 Paket Bantuan Pangan bagi Warga Palestina
Cegah Kelaparan, BAZNAS Siapkan 55.000 Paket Bantuan Pangan bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyiapkan 55.000 paket bantuan pangan untuk masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan di Gaza, khususnya untuk mencegah meluasnya bencana kelaparan yang mengancam warga sipil, termasuk anak-anak dan lansia. Paket bantuan pangan terdiri atas bahan-bahan pokok dan makanan siap saji yang dapat langsung dikonsumsi oleh warga di Gaza. Paket-paket tersebut berisi beras, tepung, mie instan, keju, ikan tuna, biskuit kurma, jus, energy bar, kurma, kacang, serta saus dan bumbu-bumbu. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas rakyat Indonesia untuk saudara-saudara di Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat blokade dan serangan berkepanjangan. "Bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Indonesia yang dihimpun melalui BAZNAS. Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang sangat membutuhkan di Palestina," ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/8/2025). Dalam menyalurkan bantuan lewat Mesir, jelas Kiai Noor, BAZNAS bekerja sama dengan tiga lembaga mitra, yakni Bait Zakah, Misr Kheir, dan Shunna’ul Hayah. Melalui Bait Zakah, telah disiapkan 35.000 paket bantuan yang dimuat dalam 29 kontainer, dengan total nilai sebesar 500.000 dolar AS. “Sementara itu, masing-masing 8.500 paket disiapkan oleh Misr Kheir dan Shunna’ul Hayah, masing-masing dalam tujuh kontainer, dengan nilai bantuan sebesar 125.000 dolar AS atau sekitar Rp2 miliar per lembaga,” jelasnya. Selain melalui jalur Mesir, BAZNAS juga menyalurkan 3.000 paket bantuan melalui Yordania bekerja sama dengan Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dengan total nilai bantuan serupa sebesar 125.000 dolar AS. “Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi logistik di lapangan. Semua bahan telah dikemas dengan standar yang memungkinkan penyimpanan dan distribusi dalam waktu lama,” kata Kiai Noor. Saat ini, seluruh kontainer tengah dikirim menuju Arish, kota perbatasan Mesir yang menjadi pintu masuk utama menuju Gaza. BAZNAS tengah berkoordinasi secara intensif untuk memastikan proses distribusi hingga bantuan benar-benar masuk ke wilayah Gaza dan diterima oleh warga terdampak. “Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa proses penyaluran berjalan aman, transparan, dan tepat sasaran. Mohon doa seluruh masyarakat agar bantuan ini bisa segera diterima oleh warga Palestina,” tutupnya.
BERITA06/08/2025 | Humas BAZNAS
Bersama Menag RI, BAZNAS Luncurkan Program MLB 2025 bagi 1.000 Madrasah di Indonesia
Bersama Menag RI, BAZNAS Luncurkan Program MLB 2025 bagi 1.000 Madrasah di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., meluncurkan program Madrasah Layak Belajar (MLB) untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata di Indonesia. Program ini menyasar 1.000 madrasah penerima manfaat dari seluruh wilayah Indonesia, dengan bantuan masing-masing sebesar Rp25 juta untuk merenovasi ruang kelas dan/atau perpustakaan. Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Selasa (5/8/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., jajaran Pimpinan BAZNAS RI, perwakilan Bidang Pendidikan Ormas Islam, Kepala Kanwil Kemenag RI Seluruh Indonesia, Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kab/Kota Seluruh Indonesia, dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Seluruh Indonesia (secara hybird). Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., mengapresiasi langkah BAZNAS RI dalam memberikan perhatian khusus kepada dunia pendidikan madrasah, yang menurutnya masih mengalami banyak ketimpangan dibandingkan sekolah umum. “Saya merasa momentum ini sangat penting, karena yang akan langsung menerima manfaat dari kegiatan ini adalah madrasah. Karena itu, saya mewakili seluruh madrasah penerima manfaat menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS,” kata Nasaruddin. Menurut Nasaruddin, santri-santri madrasah merupakan kelompok yang paling layak disebut sebagai penerima zakat atau asnaf. Bahkan, jika dikiaskan, hampir seluruh kategori asnaf dalam zakat tercermin dalam diri para murid madrasah. Ia juga menyoroti ketimpangan yang masih terjadi antara madrasah dan sekolah formal. Banyak madrasah berdiri dengan kondisi minim, sementara sekolah umum mendapatkan dukungan penuh negara. Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan, kesenjangan ini tidak boleh terus dibiarkan. Intervensi dari lembaga seperti BAZNAS, menurutnya, sangat dibutuhkan untuk menutup celah ketimpangan tersebut. Ia pun mengapresiasi keberanian dan ketepatan langkah BAZNAS dalam menyalurkan zakat kepada komunitas madrasah. “Untung ada BAZNAS yang mengintip persoalan ini. Sekali lagi, terima kasih kepada BAZNAS yang telah peduli kepada kelompok mustadh’afin,” ujar Nasaruddin. “Atas nama seluruh pemangku kepentingan madrasah, kami mendoakan BAZNAS dan para muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS, serta seluruh pengurus BAZNAS agar senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan untuk terus memberi manfaat yang lebih luas ke depannya,” ucapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pemerataan akses pendidikan yang layak, terutama bagi madrasah swasta yang kerap luput dari perhatian. “Insya Allah tahun ini kami kembali menyalurkan bantuan untuk 1.000 madrasah. Masing-masing mendapatkan Rp25 juta. Tahun lalu jumlahnya juga 1.000 dengan nilai bantuan yang sama juga. Bahkan tadi ada usulan tambahan, satu madrasah yang baru saja terbakar, kami minta langsung dimasukkan, biar jadi seribu satu,” kata Kiai Noor. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag, mewakili Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Direktur Jaminan Produk Halal, Muhammad Fuad Nasar, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, M.Si, Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, Deputi 1 Bidang Pengumpulan, Mohamad Arifin Purwakananta, serta Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA05/08/2025 | Humas BAZNAS
Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2025 Dibuka, Ini Panduan Lengkapnya
Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2025 Dibuka, Ini Panduan Lengkapnya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri Tahun 2025. Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif di 133 perguruan tinggi mitra BAZNAS di seluruh Indonesia, guna mendukung pendidikan generasi muda yang berkarakter dan berkontribusi dalam kebangkitan zakat nasional. Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan: https://bazn.as/daftarbcbdn25. Sebelum mendaftar, calon peserta diminta membaca panduan lengkap di https://bazn.as/panduanbcbdn25. Adapun persyaratan dokumen yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut: 1. Warga Negara Indonesia (WNI) 2. Mahasiswa S1/D4 semester 5 program reguler di 133 kampus mitra BAZNAS ditunjukan dengan Kartu Rencana Studi (KRS) Semester 5 atau Kartu Hasil Studi (KHS) Semester 4. 3. Di utamakan jurusan prioritas bidang STEM (Sains, Teknologi, Engginering and Mathematich). 4. Memenuhi salah satu kategori khusus di bawah ini: a) Kategori Prestasi: Memiliki prestasi nasional dan/atau internasional (lebih direkomendasikan yang telah tercatat pada database Manajemen Talenta Nasional (MIN), Bappenas RI dan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikti) selama 2 tahun terakhir. b) Kategori Aktivis: Aktif menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan minimal tingkat jurusan atau organisasi kepemudaan masyarakat selama 2 tahun terakhir. c) Kategori Khusus Disabilitas: Ditujukan untuk mahasiswa penyandang disabilitas Fisik, Intelektual, Mental, Sensorik, Ganda atau Multi. Ditunjukan dengan surat keterangan dokter. 5. IPK minimal 3.00 (skala 4.00) 6. Melengkapi berkas a) Pas foto terbaru/berwarna b) KTP dan Kartu Keluarga c) Transkrip nilal terakhir IPK d) Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau Surat rekomendasi dari BAZNAS Kabupaten/Kota (pilih salah satu saja) e) Surat pernyataan f) Melengkapi Penerima Akad Beasiswa Cendekie BAZNAS g) Esai dengan "Kontribusiku menjadi generasi zakat Beasiswa ini mencakup bantuan UKT/SPP maksimal Rp4 juta per semester selama 4 semester, bantuan biaya riset sebesar Rp3 juta, bantuan biaya prestasi (ad cost), serta pembinaan pengembangan diri bagi seluruh peserta terpilih. BAZNAS mengajak seluruh mahasiswa dari kampus mitra untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Program ini bukan hanya bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi zakat yang siap membangun negeri. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.baznas.go.id atau melalui email: [email protected]
BERITA05/08/2025 | Humas BAZNAS
Wamen Diktisaintek Apresiasi Beasiswa Cendekia BAZNAS, Dorong Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Wamen Diktisaintek Apresiasi Beasiswa Cendekia BAZNAS, Dorong Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas peluncuran program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) tahun 2025, sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan pada acara peluncuran Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) tahun 2025 yang digelar di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Senin (4/8/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Muhibuddin, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., para Rektor, Wakil Rektor, dan Pejabat yang mewakili dari 183 kampus, serta para penerima manfaat. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengucapkan terima kasih atas langkah baik dari BAZNAS dalam memberikan Beasiswa Cendekia BAZNAS kepada mahasiswa Indonesia yang kurang mampu. “Beasiswa ini tentu menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia berkualitas, sebagaimana yang terus ditekankan oleh Bapak Presiden Prabowo dalam Asta Cita nomor 4, yaitu pengembangan SDM unggul demi terciptanya pembangunan yang mandiri di Indonesia,” ucap Fauzan. Fauzan mengatakan, pentingnya bantuan pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia mengungkapkan, saat ini Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 31 persen. “Ini penting. Kenapa? Karena kita memang masih sangat memerlukan banyak pertolongan, khususnya dalam rangka memberikan akses pendidikan kepada anak-anak usia kuliah,” katanya. Ia menilai, beasiswa seperti BCB dapat menjawab sebagian problematika rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya strategi konkret untuk mengurangi angka pengangguran seiring meningkatnya APK. “Menuju Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan generasi yang unggul. Maka, pemberian beasiswa dari BAZNAS sangat penting sebagai bentuk pemetaan sekaligus investasi masa depan,” kata dia. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, pemberian beasiswa ini menjadi fenomena menarik, bahwa urusan pendidikan tidak semata-mata dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, tetapi juga melibatkan kementerian lain, termasuk juga berbagai lembaga. "Jika setiap lembaga, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, turut berkontribusi dalam penyediaan beasiswa, maka upaya memperluas akses pendidikan akan semakin kuat dan berdampak luas. Itu merupakan langkah yang sangat mulia," ucap Fauzan. Fauzan juga menyoroti dampak sosial dari pemberian beasiswa yang dinilai mampu mengubah kehidupan mahasiswa dari keluarga tidak mampu, sekaligus meningkatkan martabat mereka. “Harapan besarnya, program ini tidak hanya sekadar menciptakan SDM unggul, tetapi juga mengubah tata kehidupan sosial mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan, dengan akses pendidikan yang lebih merata, beasiswa dapat membantu menurunkan jumlah mustahik dalam jangka panjang. “Kita berharap jumlah penerima manfaat zakat tidak terus meningkat. Kalau terus bertambah, itu menunjukkan masih banyak masyarakat belum sejahtera. Idealnya, jumlahnya menurun, kecuali yang berbasis intelektualitas,” ucapnya. Turut hadir dalam peluncuran tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI Ahmad Fikri, serta Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian
BERITA04/08/2025 | Humas Baznas
Cetak SDM Unggul, BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia 2025 di 183 Kampus Dalam Negeri dan Mahad Aly
Cetak SDM Unggul, BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia 2025 di 183 Kampus Dalam Negeri dan Mahad Aly
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuka program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) tahun 2025 di seluruh Indonesia dengan menggandeng 183 kampus seluruh Indonesia yang terdiri atas 133 kampus dalam negeri dan 50 kampus Mahad Aly, sebagai upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Peluncuran program Beasiswa Cendekia BAZNAS RI tahun 2025 dibuka Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan dan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., di Graha Utama Kemendibudristek, Jakarta, Senin (4/8/2025). Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menyampaikan, Beasiswa Cendekia merupakan wujud nyata zakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan. "Beasiswa Cendekia BAZNAS bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tapi juga investasi SDM. Ini menjadi kontribusi nyata zakat dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, BAZNAS berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada para penerima beasiswa agar memiliki kompetensi akademik, spiritual, dan sosial yang mumpuni. "Beasiswa ini khusus untuk dalam negeri. Kami juga punya beasiswa untuk ke luar negeri. Ke depan, tidak hanya fokus di Timur Tengah, karena kami juga telah memberikan beasiswa kepada 100 orang mahasiswa Indonesia di Rusia," ucap Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan, BAZNAS RI telah melakukan pertimbangan secara detail dan matang terkait kebutuhan Indonesia di tahun generasi emas pada 2045, termasuk menyiapkan generasi yang unggul, sehingga mampu berdaya saing. "Semua sudah kita pertimbangkan secara matang, kebutuhan Indonesia ke depan di tahu 2045 itu apa saja, SDM yang dibutuhkan itu seperti apa, karena di tahun emas, kalau SDM nya bukan SDM yang emas, maka kita akan ketinggalan sekali," katanya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menambahkan, Beasiswa Cendekia BAZNAS mempunyai tiga tujuan utama, yaitu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi kesenjangan. "Dengan tiga tujuan ini, kita harapkan dapat mempersiapkan SDM yang unggul dan berkualitas. Ketika mereka sudah lulus, mereka bisa naik kelas dan menjadi muzaki," ujar Saidah. Dia menegaskan, Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak sekadar memberikan uang pendidikan, tetapi terdapat misi besar yaitu mengurangi angka kemiskinan dan menyiapkan generasi emas Indonesia di tahun 2045. "Saat ini kita bermitra dengan 183 kampus di 30 provinsi, 4 provinsi belum memiliki kampus mitra yaitu Maluku Utara, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara. Angka ini masih cukup kecil jika dibandingkan dengan jumlah kampus di seluruh Indonesia yang mencapai 4.437 kampus," ucap Saidah. Program BCB tahun ini menargetkan mahasiswa aktif yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Selain bantuan pendidikan, penerima manfaat juga akan mengikuti pembinaan yang dirancang khusus oleh BAZNAS agar lebih siap menghadapi tantangan global. Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2018 hingga 2024, Beasiswa Cendekia BAZNAS telah menjangkau lebih dari 34.603 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Khusus Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri dan Mahad Aly, tercatat telah menyasar lebih dari 8.297 mahasiswa, dengan alumni yang kini tersebar di seluruh Indonesia dan berkiprah di sektor publik, privat, maupun sosial, di mana lebih dari 11 persen alumni beasiswa kini telah menjadi muzaki. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar?Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman?Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D., Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muhibuddin, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, serta perwakilan para rektor dan penerima manfaat.
BERITA04/08/2025 | Humas Baznas
Ahli Presiden: Bukti Negara Hadir, Unified System Optimalkan Tata Kelola Zakat
Ahli Presiden: Bukti Negara Hadir, Unified System Optimalkan Tata Kelola Zakat
Sidang lanjutan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat kembali digelar di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (4/8/2025). Dalam persidangan keenam perkara Nomor 54/PUU-XXIII/2025 itu, Ahli Presiden/Pemerintah, Prof. Dr. Bahrul Hayat, menyampaikan untuk memaksimalkan peran zakat sebagai alat jaminan sosial dan pembangunan, diperlukan sistem pengelolaan yang menyatu dan terintegrasi secara menyeluruh, atau dikenal sebagai Unified System. Sistem ini menekankan pentingnya keselarasan dalam tata kelola serta koordinasi di tingkat nasional. Dengan adanya sistem terpadu ini, diharapkan potensi penghimpunan zakat dapat meningkat, pengelolaan dan pelayanan zakat menjadi lebih efisien dan efektif, serta distribusi dan pemanfaatannya lebih tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat secara keseluruhan. Bahrul menjelaskan bahwa unified system merupakan desain tata kelola zakat yang menempatkan negara sebagai penyedia layanan publik, termasuk dalam pengaturan zakat. Sistem ini menuntut integrasi pengelolaan zakat baik secara horizontal antarlembaga, maupun secara vertikal dari tingkat pusat hingga daerah. Integrasi horizontal merujuk pada koordinasi dan sinergi antarlembaga pengelola zakat. Sementara itu, integrasi vertikal berarti adanya satu garis koordinasi dari tingkat pusat hingga ke daerah. Sistem terpadu ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi dalam penghimpunan, akuntabilitas dalam pengelolaan, dan efektivitas dalam pendayagunaan zakat bagi mustahik. “Konsep unified system dalam pengelolaan zakat juga selaras dengan ketentuan syariat Islam. Berdasarkan ketentuan syariat Islam yang mengamanatkan kewenangan negara dalam pengelolaan zakat serta sebagai implementasi dari unified system tersebut, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 memberikan kewenangan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga pemerintah non-struktural untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional. Dengan demikian, hadirnya peran serta masyarakat melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) diarahkan untuk membantu BAZNAS selaku pengemban amanah UU 23/2011. Peran LAZ adalah mendukung fungsi BAZNAS yang juga harus dimaknai membantu negara dalam pengelolaan zakat,” ucap Bahrul. Bahrul yang juga merupakan mantan Ketua Panitia Kerja RUU Pengelolaan Zakat Tahun 2011 menegaskan bahwa pemberian rekomendasi terhadap pendirian LAZ oleh BAZNAS justru ditujukan untuk memastikan lembaga-lembaga tersebut memenuhi standar operasional yang profesional, akuntabel, dan sejalan dengan prinsip-prinsip unified system yang diatur dalam undang-undang. Ia juga menyebut keberadaan dan peran Lembaga Amil Zakat (LAZ) tidak dapat dipandang sebagai bentuk diskriminasi, melainkan merupakan bagian dari sistem zakat nasional yang terintegrasi. “Hal ini esensial untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan, zakat dikelola sesuai dengan prinsip syariah dan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, peran BAZNAS dalam merekomendasikan pendirian LAZ merupakan tindakan yang sah dan diperlukan demi tercapainya pengelolaan zakat yang optimal dan terpadu,” jelas Bahrul dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi. Sebagai informasi, Bahrul Hayat juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI (2006–2014) dan kini merupakan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sidang uji materi ini diajukan oleh Muhammad Jazir (Pemohon I) dan Indonesia Zakat Watch (Pemohon II), dengan mempersoalkan sejumlah pasal dalam UU Pengelolaan Zakat yang dinilai membatasi peran masyarakat dalam pengelolaan zakat. Putusan MK atas perkara ini akan menjadi acuan penting dalam merumuskan arah kebijakan zakat nasional ke depan.
BERITA04/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Kue Mustahik Binaan hingga Raup Rp27 Juta Perbulan
BAZNAS RI Sukses Kembangkan Usaha Kue Mustahik Binaan hingga Raup Rp27 Juta Perbulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) berhasil memberdayakan Ponco Sulistiawati, mustahik pelaku UMKM asal Bogor, Jawa Barat, yang kini sukses mengembangkan usaha kue rumahan dengan omzet mencapai Rp27 juta per bulan. Usaha kue bernama “Na’ma” yang dirintis Ponco Sulistiawati sejak 2014, menawarkan berbagai produk, mulai dari bolen, banana crispy, dan bolu gulung, hingga aneka kue kering dan basah yang dipasarkan secara pre-order (PO) dan dibantu oleh reseller melalui WhatsApp. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Ponco Sulistiawati menjadi contoh nyata dampak zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Keberhasilan BU Ponco adalah kebanggaan bagi kita semua. Ini adalah hasil dari kolaborasi antara keuletan mustahik, dukungan para muzaki, serta sistem pembinaan yang berkelanjutan dari BAZNAS,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (2/8/2025). Saidah menambahkan, BAZNAS akan terus mendorong penguatan program pemberdayaan UMKM seperti BMD agar semakin banyak mustahik yang naik kelas dan mandiri secara ekonomi. Ia juga mengajak para muzaki untuk terus menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Kami ingin mustahik tidak hanya sekadar menerima bantuan, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang tangguh. Dari pelatihan hingga fasilitasi izin usaha, hingga penguatan jaringan pemasaran semua itu kami dorong agar mereka benar-benar mandiri,” katanya. Sementara itu, Penerima Manfaat Program BMD Desa Cibadak Bogor, Ponco Sulistiawati, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas bantuan BAZNAS. Ia mengaku mendapatkan banyak manfaat dari program tersebut, mulai dari kemudahan pengurusan perizinan, pelatihan usaha, hingga bantuan fasilitas produksi. "Bantuan yang paling saya rasakan dari BAZNAS adalah kemudahan dalam pengurusan perizinan usaha . Dulu prosesnya sangat rumit dan bisa memakan waktu hingga sebulan.Dengan bantuan BAZNAS, prosesnya jauh lebih cepat dan tanpa biaya," jelas Ponco. "Seiring berjalannya usaha ditambah adanya bantuan dari BAZNAS, alhamdulilah dalam sehari saya bisa memproduksi sekitar 20 box, dan pernah mencapai 30 hingga 40 box. Dari situ, alhamdulilah [08:32, 9/9/2025] Pachri: omzet bulanan bisa mencapai sekitar Rp27 juta,” lanjutnya. Sebelum membuka usaha, Ponco merupakan seorang tenaga pendidik. Namun demi fokus mengurus keluarga, ia memutuskan resign dan mencari penghasilan dari rumah. "Alhamdulillah, ternyata dari dapur rumah saya bisa mendapatkan rezeki baru. Dari hasil penjualan, saya juga selalu menyisihkan minimal 2,5 persen untuk berzakat dan berbagi sebagai bentuk rasa syukur,” kata Ponco. Saat ini, Ponco juga mempekerjakan tenaga harian untuk membantu produksi saat pesanan tinggi. Ke depan, ia berharap bisa membuka outlet dan merekrut karyawan tetap jika pemasaran semakin stabil. “Sebagai mustahik yang sudah merasakan langsung manfaat dari program BAZNAS, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki. Semoga amal mereka dibalas Allah di Yaumul Hisab," ucapnya. Ponco pun mengajak masyarakat yang baru merintis usahanya untuk tidak ragu memulai usaha. “Mulai saja dulu dan jalani saja dengan yakin dan tawakal. Fokus pada proses, buat produknya, insya Allah pembeli akan datang. Jangan terlalu khawatir dengan risiko,” ujarnya.
BERITA02/08/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Perluas Cakupan ZChicken, Salurkan Bantuan ke Mustahik di Tangerang
BAZNAS Perluas Cakupan ZChicken, Salurkan Bantuan ke Mustahik di Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali memperluas cakupan program pemberdayaan ekonomi ZChicken dengan menyalurkan bantuan kepada 63 mustahik di Kota Tangerang, berupa dukungan modal usaha ayam siap masak, lengkap dengan sarana penunjang dan pendampingan usaha. Program ZChicken merupakan salah satu bentuk inovasi BAZNAS dalam mengangkat taraf hidup masyarakat melalui sektor kuliner berbasis ayam olahan. Program ini dirancang untuk mendorong mustahik menjadi pelaku usaha mandiri dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan, program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi umat secara sistematis dan terukur. “ZChicken bukan sekadar bantuan, ini adalah pintu masuk menuju perubahan ekonomi keluarga mustahik. Kami ingin setiap bantuan zakat benar-benar berdampak, tidak berhenti pada konsumsi, tapi berlanjut ke produksi,” ujar Imdadun di Tangerang, Jumat (1/8/21025). Imdadun menjelaskan, BAZNAS terus mengembangkan pola intervensi ekonomi yang praktis, terukur, dan berbasis pasar. ZChicken menjadi salah satu program unggulan karena terbukti cepat memberi hasil, mudah diakses, dan diminati masyarakat. “Kami memilih model usaha ayam olahan karena potensi pasarnya luas, mudah dijalankan, dan bisa berkembang cepat jika didampingi dengan baik. Dengan ekosistem yang tepat, ZChicken bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan,” tambahnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ke depan BAZNAS akan memperluas program ini ke lebih banyak daerah dengan target kelompok mustahik produktif, terutama ibu rumah tangga, pemuda, dan penyintas PHK. “Kami optimistis, lewat ZChicken dan program serupa, BAZNAS mampu membentuk generasi mustahik baru yang aktif, mandiri, dan produktif. Inilah peran nyata zakat dalam pembangunan nasional,” ucap Imdadun. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tangerang, KH. M. Aslie Elhusyairy, S.Ag., menyambut baik kepercayaan BAZNAS RI dalam mendistribusikan bantuan program ZChicken di wilayahnya. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan mustahik di Kota Tangerang. “Program ini memberi harapan baru bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan modal usaha yang konkret dan mudah dikelola, kami optimis para penerima akan mampu mandiri dalam waktu dekat,” ujar Aslie. Ia juga menekankan bahwa ZChicken bukan hanya tentang membuka usaha, tetapi juga soal mengubah pola pikir mustahik agar lebih berdaya dan tidak lagi bergantung pada bantuan. “Kami ingin para mustahik melihat diri mereka sebagai pelaku usaha, bukan penerima bantuan. Ini langkah awal menuju perubahan besar dalam kehidupan mereka,” ungkapnya. Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, para penerima bantuan juga mendapatkan pelatihan dari BAZNAS, mencakup pengelolaan usaha, manajemen keuangan, pemasaran, serta peningkatan kualitas produk. Pelatihan ini menjadi bekal penting agar usaha ZChicken dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.
BERITA02/08/2025 | Humas Baznas
Gebyar Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393: BAZNAS Tebar Manfaat, Warga Rasakan Keberkahannya!
Gebyar Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-393: BAZNAS Tebar Manfaat, Warga Rasakan Keberkahannya!
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-393 Kabupaten Tasikmalaya, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah dan berdampak nyata. Melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Daerah, BAZNAS menyalurkan berbagai program unggulan sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai lini kehidupan. Berbagai bantuan disalurkan secara simbolis oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin, Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, disaksikan langsung oleh masyarakat dan para penerima manfaat dalam suasana penuh haru dan kebersamaan. Berikut simbolis penyerahan program yang disalurkan antara lain: Cepat Reaktivasi Kepesertaan JKN dengan pembiayaan iuran bagi 1.200 fakir miskin. Bantuan insentif tenaga sukwan (pendidik, kependidikan, sukwan DPRD, BUMD, dan kantor kecamatan) sebesar Rp.1.657.800.000. Program BAZNAS Microfinance Masjid untuk 38 masjid dengan total bantuan Rp.380.000.000. Reward UPZ Desa Terbaik kepada Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah berupa 1 unit sepeda motor. Reward UPZ DKM Terbaik kepada DKM Miftahul Huda, Desa Puspajaya, Kecamatan Cigalontang berupa 1 unit sepeda motor. Bantuan insentif guru ngaji sebesar Rp600.000.000, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membina umat. Bantuan Beasiswa S1 untuk 98 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi, dengan total nilai Rp392.000.000 sebagai dukungan untuk pendidikan generasi muda yang berprestasi namun kurang mampu. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati H. Asep Sopari Al-Ayubi dan Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, disaksikan oleh masyarakat dan para penerima manfaat dalam suasana penuh syukur dan haru. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara transparan dan profesional mampu menjawab berbagai kebutuhan sosial kemasyarakatan, sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
BERITA28/07/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Bupati Tasikmalaya Berikan Apresiasi untuk Guru Sukwan Purna Tugas Melalui Penyaluran Uang Kadeudeuh
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Bupati Tasikmalaya Berikan Apresiasi untuk Guru Sukwan Purna Tugas Melalui Penyaluran Uang Kadeudeuh
Dalam rangkaian kegiatan Konferensi PGRI Kabupaten Tasikmalaya yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 Juni 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Bupati Kabupaten Tasikmalaya dan Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya menyerahkan Uang Kadeudeuh sebesar Rp1.000.000,- kepada 10 orang guru sukwan purna tugas. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian para guru sukwan yang telah turut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di lingkungan pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan BAZNAS dalam mendukung kesejahteraan para tenaga pendidik yang telah purna tugas, sekaligus mendorong semangat untuk terus peduli dan berbagi kepada mereka yang berjasa. BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya berharap, bantuan yang diberikan tidak hanya membawa keberkahan, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa empati, solidaritas, serta semangat berbagi kepada sesama.
BERITA28/07/2025 | humasbaznaskabtsm
Dari Zmart Hingga Seragam SMK : Asa dan Ketegaran Bu Patimah Berbuah Hasil
Dari Zmart Hingga Seragam SMK : Asa dan Ketegaran Bu Patimah Berbuah Hasil
Mangunreja - Ketegaran dan semangat juang seorang ibu tak pernah ada habisnya. Kisah Bu Patimah, seorang ibu tunggal dari Kabupaten Tasikmalaya, menjadi bukti nyata. Dua tahun setelah kepergian suaminya akibat kecelakaan, Bu Patimah sempat merasakan kepesimisan dalam membesarkan ketiga anaknya. Meskipun dua anak laki-lakinya sudah merantau dan bekerja di luar kota, penghasilan mereka hanya cukup untuk menyambung hidup. Kekhawatiran terbesar Bu Patimah tertuju pada putri bungsunya. Gadis belia yang berprestasi di sekolahnya ini sempat mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK karena keterbatasan biaya. Sebuah impian yang terancam pupus di tengah jalan. Namun, takdir berkata lain. Melalui program ZMart BAZNAS Republik Indonesia hadir bak gayung bersambut, membuka secercah harapan bagi Bu Patimah. Ia terpilih menjadi salah satu saudagar ZMart di Kabupaten Tasikmalaya, sebuah kesempatan emas untuk mengembangkan warung kelontongnya yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan. Dengan bimbingan dan dukungan dari program ZMart, Bu Patimah berhasil mengelola warungnya hingga berkembang pesat. Warungnya tak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga menjadi harapan baru untuk masa depan pendidikan sang anak. Hari ini, senyum sumringah terpancar jelas di wajah Bu Patimah. Putri bungsunya telah sukses menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu SMK terdekat. Mimpi yang sempat tertunda kini menjadi kenyataan. Berkat kegigihan Bu Patimah dan dukungan ZMart, putrinya dapat melenggang mulus melanjutkan pendidikan. Kisah Bu Patimah ini menjadi inspirasi bagi banyak keluarga di Indonesia, bahwa dengan ketekunan, kerja keras, dan uluran tangan kebaikan, setiap tantangan bisa diatasi dan impian bisa diraih. Warung Bu Patimah pun kini makin eksis dan dikenal luas, menjadi simbol perjuangan seorang ibu yang tak kenal menyerah. Warung Zmart Bu Patimah mendapatkan rataan omzet 300.000, puncaknya bisa mendapatkan 500.000. Sangat berbeda dengan sebelum menjadi Saudagar Zmart. Warungnya menjadi satu-satunya harapan tersisa bagi keberlangsungan hidup Bu patimah dan anak bungsunya kedepan. #MerangkaiDampak #ZmartKabTasikmalayaMaju #TentramnyaMuzakkiBahagianyaMustahik
BERITA21/07/2025 | humasbaznaskabtsm
Peduli Kesehatan Jiwa, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Gelar Rujuk Massal Pasien Gangguan Jiwa Berat Se-Kabupaten Tasikmalaya
Peduli Kesehatan Jiwa, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas Kesehatan Gelar Rujuk Massal Pasien Gangguan Jiwa Berat Se-Kabupaten Tasikmalaya
Komitmen BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dalam memperluas pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat rentan kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Pada Kamis, 17 Juli 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Evakuasi dan Rujuk Massal Pasien Gangguan Jiwa Berat tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan kesehatan jiwa yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Sebanyak 33 pasien dengan kondisi gangguan jiwa berat tercatat dalam program ini. Setelah melalui proses asesmen dan koordinasi lintas pihak, sebanyak 26 pasien berhasil dirujuk untuk mendapatkan penanganan intensif di RSJ Marzoeki Mahdi, Bogor — rumah sakit jiwa rujukan nasional milik Kementerian Kesehatan RI. Adapun 7 pasien lainnya belum dapat dirujuk karena menghadapi sejumlah kendala, di antaranya: Kondisi pasien tidak kondusif atau membahayakan saat proses evakuasi Penolakan dari pihak keluarga Permasalahan administrasi seperti NIK yang tidak sesuai data kependudukan Mengundurkan diri secara sukarela dan dijadwalkan ulang (reschedule) Kegiatan ini menjadi bagian dari program unggulan BAZNAS bertajuk Tasik Sehat, yang fokus pada perluasan akses layanan kesehatan untuk masyarakat rentan. Tak hanya menyasar penyakit fisik, program ini juga memberi perhatian besar terhadap kesehatan mental — terutama bagi pasien yang mengalami gangguan jiwa berat dan membutuhkan perlakuan khusus secara medis, sosial, dan spiritual. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa rujukan massal ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan hak setiap warga negara atas pelayanan kesehatan yang layak, termasuk mereka yang selama ini hidup dalam kondisi terisolasi akibat gangguan jiwa. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program kemanusiaan ini melalui penunaian Zakat, Infak, dan Sedekah secara rutin dan amanah. "Terima kasih kepada seluruh muzakki serta pihak-pihak yang telah mendukung dan terlibat dalam kegiatan ini, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga pasien, hingga petugas lapangan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengangkat derajat kemanusiaan mereka yang selama ini terpinggirkan," ujarnya. BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya percaya bahwa kesehatan jiwa adalah bagian dari kesejahteraan yang hakiki. Dan melalui sinergi lintas sektor, masyarakat yang terdampak gangguan jiwa pun berhak untuk sembuh, pulih, dan kembali hidup layak bersama keluarga. Mari bersama BAZNAS Kab. Tasikmalaya hadirkan keberkahan dan kebaikan yang berdampak bagi sesama. Info dan donasi: baznastsm.com
BERITA18/07/2025 | humasbaznaskabtsm
Pererat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Terima Kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang
Pererat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Terima Kunjungan Studi Tiru dari BAZNAS Kota Padang
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang terbuka terhadap kolaborasi dan penguatan kelembagaan. Pada Rabu, 16 Juli 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menerima kunjungan silaturahmi dan studi tiru dari BAZNAS Kota Padang. Rombongan dari BAZNAS Kota Padang terdiri dari enam orang, yakni tiga pimpinan, satu sekretaris, serta dua kepala bidang. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya di kantor BAZNAS. Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak mengadakan sesi diskusi dan sharing intensif terkait strategi penghimpunan serta pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah diimplementasikan di masing-masing wilayah. Berbagai topik hangat dibahas, mulai dari tantangan penghimpunan zakat di era digital, pemanfaatan teknologi untuk memperluas jangkauan layanan, hingga inovasi program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi mustahik. Diskusi berlangsung dalam suasana akrab, hangat, dan interaktif. Kedua lembaga saling bertukar pengalaman dan ide, membuka ruang sinergi untuk pengembangan program yang lebih inovatif dan menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat sasaran. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan ini, dan berharap agenda seperti ini dapat menjadi wadah untuk memperkuat jaringan antar BAZNAS se-Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antar daerah adalah salah satu kunci dalam menciptakan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak. "Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan BAZNAS Kota Padang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat," ungkap salah satu pimpinan dalam sesi penutupan kegiatan. Kegiatan seperti ini membuktikan bahwa semangat berbagi dan belajar tidak hanya dilakukan kepada mustahik, tetapi juga antar sesama pengelola zakat, demi menciptakan tata kelola zakat nasional yang lebih kuat dan terpercaya.
BERITA17/07/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Tanda Tangani MoU dan Serahkan Beasiswa untuk Mahasiswa STIE Syariah Shaleh Budiman
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Tanda Tangani MoU dan Serahkan Beasiswa untuk Mahasiswa STIE Syariah Shaleh Budiman
Komitmen BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung dunia pendidikan kembali dibuktikan melalui program beasiswa pendidikan tinggi dan sinergi berkelanjutan dengan berbagai lembaga pendidikan. Pada Rabu, 16 Juli 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan STIE Syariah Shaleh Budiman. Penandatanganan tersebut sekaligus menjadi momen penyerahan secara simbolis bantuan beasiswa Program Sarjana (S1) kepada sejumlah mahasiswa terpilih dari kampus tersebut. Penyerahan beasiswa ini dilangsungkan bersamaan dengan acara pelepasan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Angkatan Pertama STIE Syariah Shaleh Budiman. Acara ini berlangsung dengan khidmat dan hangat, dihadiri oleh para mahasiswa, dosen, jajaran pimpinan kampus, serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menjadi salah satu fokus utama program pendistribusian ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). Melalui sinergi bersama lembaga pendidikan, diharapkan program beasiswa ini mampu membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berprestasi. Sementara itu, pimpinan STIE Syariah Shaleh Budiman mengapresiasi dukungan nyata dari BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut serta diperluas cakupannya ke lebih banyak mahasiswa di masa mendatang. Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan bahwa tidak ada anak bangsa yang kehilangan haknya untuk mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Dukungan masyarakat melalui ZIS yang ditunaikan di BAZNAS sangat berperan penting dalam mewujudkan program-program kebaikan ini. Mari bersama BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kita dukung kemajuan pendidikan generasi muda demi masa depan yang lebih baik. Info dan donasi Program BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya: www.baznastsm.com
BERITA16/07/2025 | humasbaznaskabtsm
Sinergi BAZNAS dan Pemda Kab. Tasikmalaya: Bantu Nelayan Lewat Program Sembako dan Asuransi
Sinergi BAZNAS dan Pemda Kab. Tasikmalaya: Bantu Nelayan Lewat Program Sembako dan Asuransi
Kec. Cipatujah, Kab. Tasikmalaya — BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui Program Tasik Peduli, bantuan sembako dan asuransi nelayan disalurkan kepada para nelayan dalam rangkaian Acara Syukuran Laut Nelayan Pamoekan yang digelar di Dusun Karanganyar, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, pada Minggu, 13 Juli 2025. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tasikmalaya, Bapak Asep Sopari Al-Ayubi, yang secara langsung menyerahkan bantuan bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Bantuan tersebut meliputi paket sembako dan fasilitasi kepesertaan asuransi bagi nelayan aktif, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerja sektor kelautan. Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan dan perlindungan sosial, khususnya bagi masyarakat rentan di wilayah pesisir. “Nelayan adalah pahlawan pangan dari laut. Sudah sepatutnya kita hadir untuk membantu mereka agar lebih terlindungi dan sejahtera,” ujarnya. Selain penyaluran bantuan, acara juga menjadi ajang silaturahmi dan ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil laut yang diperoleh, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan komunitas nelayan di Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program seperti ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat terus mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya kelompok nelayan yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
BERITA13/07/2025 | Humas BAZNAS
Sinergi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan Kapolres Kabupaten Tasikmalaya Wujudkan Rumah Impian Warga Kurang Mampu
Sinergi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan Kapolres Kabupaten Tasikmalaya Wujudkan Rumah Impian Warga Kurang Mampu
Kampung Cioray, Mangunreja – Rasa haru menyelimuti wajah Bapak Dudung saat menerima kunci rumah barunya, Kamis (10/07/2025). Pria paruh baya yang selama ini tinggal di rumah berdinding kayu dan berlantai tanah itu akhirnya bisa menempati hunian yang layak, aman, dan lebih sehat untuk keluarganya. Bedah rumah ini merupakan bagian dari program kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan Polres Tasikmalaya dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79. "Alhamdulillah, saya nggak nyangka doa saya dikabulkan secepat ini. Terima kasih banyak untuk semuanya," ucap Pak Dudung penuh haru saat diwawancarai usai penyerahan kunci secara simbolis. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolres Tasikmalaya bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, dan turut disaksikan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat dan institusi kepolisian dalam menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat yang membutuhkan. Harapan ke depan, lebih banyak warga kurang mampu yang bisa merasakan manfaat serupa. Dengan berdirinya rumah baru ini, hidup Pak Dudung sekeluarga tak hanya menjadi lebih nyaman, tapi juga membuka lembaran baru penuh harapan di tengah segala keterbatasan yang pernah ia hadapi.Mari terus dukung program kemanusiaan kami bersama BAZNAS Kab. Tasikmalaya melalui : www.baznastsm.com
BERITA10/07/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Berpartisipasi dalam Kegiatan "Peaceful Muharram: Lebaran Yatim & Difabel 2025" KEMENAG Kabupaten Tasikmalaya
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Berpartisipasi dalam Kegiatan "Peaceful Muharram: Lebaran Yatim & Difabel 2025" KEMENAG Kabupaten Tasikmalaya
Dalam rangka menyambut bulan Muharram 1447 H dan memperingati momen Lebaran Yatim dan Difabel 2025 yang jatuh pada tanggal 04 Juli 2025, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan santunan penuh makna bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Sebagai bentuk sinergi dan kepedulian terhadap sesama, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan menyalurkan sebanyak 31 paket sembako dan uang saku kepada para penerima manfaat. Penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dalam mendukung program-program sosial dan kemanusiaan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menebar keberkahan, khususnya di momen bulan yang penuh rahmat. Diharapkan, bantuan ini tidak hanya meringankan beban para mustahik, tetapi juga menginspirasi para muzaki untuk terus berbagi dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana Longsor di Kecamatan Salawu
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Penyintas Bencana Longsor di Kecamatan Salawu
Sebagai wujud respon cepat terhadap kondisi darurat, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di wilayah Kampung Ciomas, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu pada hari Senin, 01 Juli 2025. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan dana tunai masing-masing sebesar Rp1.000.000,-, disalurkan kepada dua keluarga penyintas atas nama Bapak Acu dan Aminudin. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara tepat sasaran, amanah, dan profesional, serta bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana. BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya berharap bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas dan menjadi sumber keberkahan bagi para donatur yang telah mempercayakan penyaluran ZIS melalui BAZNAS. Dukungan dan kepedulian dari masyarakat menjadi kekuatan bersama untuk saling menguatkan di tengah musibah.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.

Lihat Daftar Rekening →