Berita Terbaru
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Banjir Rob di Muara Gembong Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada masyarakat terdampak banjir rob, salah satunya Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (21/1/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS RI dalam membantu masyarakat membutuhkan, termasuk pesantren Fastabiqul Khoirots yang terdampak banjir rob selama 10 hari.
"Semoga bantuan yang diberikan ini menjadi berkah dan bermanfaat untuk masyarakat terdampak dan juga para santri," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menurut Saidah, kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terganggu dan akses jalan menuju lokasi pun tertutup oleh genangan air, sehingga mobilitas santri dan pengurus menjadi sangat terbatas.
Mendengar kabar tersebut, BAZNAS RI langsung turun ke lapangan, bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa Paket Logistik Keluarga (PLK) yang berisi kebutuhan pokok berupa beras, minyak, ikan kaleng, kornet, gula pasir dan lainnya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan para santri.
“Melalui program bantuan kemanusiaan ini, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan yang terdampak bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat,” ujar Saidah.
Bantuan ini diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Fastabiqul Khoirots, Ahmad Munawir. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BAZNAS RI atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada pesantren yang tengah menghadapi dampak banjir rob.
“Terima kasih BAZNAS RI, bantuan paket logistik ini sangat membantu memenuhi kebutuhan para santri di pesantren,” ujarnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
Lewat BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Salurkan Bantuan Bencana Banjir Sumatra Rp283 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah sebesar Rp283 juta untuk membantu korban bencan banjir di wilayah Sumatra, khususnya Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Hadir Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta, S.I.Kom., M.IKom., CWC., CFRM., Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, S.T., M.Pd. dan Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Hasyim Sya’roni.
Deputi I BAZNAS RI, H. M. Arifin Purwakananta menyampaikan terima kasih atas kunjungan BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah ke kantor BAZNAS RI dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan yang diamanahkan oleh masyarakat Kabupaten Bangka Tengah. BAZNAS memastikan bantuan kemanusiaan ini tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal kepada para penyintas banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tugas kami adalah menyalurkan amanah yang telah dipercayakan. Kami berdoa semoga setiap pihak yang menghimpun, mengumpulkan, dan menyalurkan bantuan ini dibalas oleh Allah dengan kebaikan, kesehatan, ketenangan jiwa, dan keberkahan hidup,” kata Arifin di Jakarat, Rabu (21/1/2026).
Menurut Arifin, BAZNAS terus berupaya mengambil peran dalam penanggulangan bencana, baik pada masa tanggap darurat maupun pada fase pemulihan dan rekonstruksi.
Untuk tanggap darurat, BAZNAS telah hadir mendirikan dapur umum, dapur air bersih, dan layanan kesehatan. Sementara pada fase pemulihan dan rekonstruksi, dibutuhkan dukungan yang jauh lebih besar untuk membantu pemerintah mempercepat proses pemulihan, khususnya untuk mendirikan hunian sementara dan hunian tetap termasuk mendirikan kembali fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
“Kita belajar dari pengalaman masa lalu, seperti bencana besar di Aceh, dan kini kita kembali dihadapkan pada kondisi serupa di berbagai provinsi. Bahkan hari ini, banjir juga masih terjadi di Jakarta dan daerah lainnya. Kondisi ini tentu sangat berat bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun Arifin berharap, agar anak-anak tetap bisa bersekolah, meskipun dalam kondisi darurat, masjid dan fasilitas umum dapat kembali dibangun, serta kehidupan masyarakat dapat segera pulih, bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk para penyintas banjir ini. Menurutnya bantuan sebesar Rp283 juta ini merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat umum dan lembaga pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah.
“Alhamdulillah, yang pertama ingin kami sampaikan adalah rasa apresiasi yang setinggi-tingginya. Bantuan ini merupakan wujud ikhtiar masyarakat Bangka Tengah yang memiliki empati besar terhadap kondisi saudara-saudara kita di wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata dia
Ketua BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah Hasyim Sya’roni berharap bantuan ini dapat membawa manfaat, menjadi amal jariyah bagi para muzaki, serta memperkuat persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan dengan membantu sesama yang membutuhkan.
“Harapan kami, semoga saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat merasa terbantu dan merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ini adalah bentuk perhatian dan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Ketika saudara kita tertimpa musibah, kita semua ikut merasakan. Karena itu, kami terpanggil untuk ikut meringankan beban mereka, mengurangi kesulitan yang ada, dan membantu sesuai kemampuan. Insya Allah, ini menjadi nilai ibadah yang besar bagi kita semua,” ungkapnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Lumbung Pangan BAZNAS di Sulbar Sukses Panen Raya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses melaksanakan panen raya Program Lumbung Pangan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (22/1/2026). Keberhasilan ini menjadi bukti pemanfaatan zakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani mustahik.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Lumbung Pangan Polewali Mandar yang menjadi titik ke-12 dari total 16 lokasi Program Lumbung Pangan Padi yang dikembangkan BAZNAS RI di berbagai daerah.
Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan panen raya tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi indikator bahwa program pemberdayaan zakat mampu memberikan hasil yang nyata bagi para penerima manfaat.
“Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen raya. Ini menunjukkan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil,” kata Imdadun.
Imdadun menjelaskan, Lumbung Pangan Polewali Mandar melibatkan 66 kepala keluarga petani dari kalangan mustahik binaan BAZNAS dengan luas lahan panen mencapai 60 hektare.
Dari sisi hasil, lanjut Imdadun, program ini menunjukkan peningkatan signifikan. Potensi panen mencapai Rp42.000.000 per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp29.000.000 hingga Rp31.000.000 per hektare. "Peningkatan tersebut didukung pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan petani," ujarnya.
Lebih lanjut, Imdadun menegaskan, Program Lumbung Pangan tidak semata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam menyalurkan zakat melalui skema pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.
“Harapannya, program ini benar-benar berbuah, menjadi sarana pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, sekaligus alat pemerataan ekonomi. Inilah mandat undang-undang kepada BAZNAS,” ujar Imdadun.
Imdadun juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang turut mendampingi pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Perlu diingat,BAZNAS merupakan mitra strategis pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Lumbung Pangan yang dinilainya selaras dengan arah pembangunan daerah serta kebijakan nasional di sektor ketahanan pangan. “Program ini sangat bermanfaat bagi petani, khususnya di Kecamatan Luyo,” katanya.
Ia menuturkan, sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian Polewali Mandar. Karena itu, kolaborasi dengan BAZNAS dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. “Pengelolaan zakat yang profesional terbukti mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Samsul Mahmud berharap, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan BAZNAS dapat terus diperluas, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga pada bidang perkebunan dan peternakan yang turut menopang perekonomian daerah.
Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad, S.E., menyampaikan, terima kasih kepada BAZNAS RI, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berlanjut untuk memperluas manfaat Program Lumbung Pangan. “BAZNAS memiliki misi untuk mensejahterakan umat. Program Lumbung Pangan menjadi salah satu instrumen penting untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
HUT ke-25, BAZNAS RI Luncurkan Cendekia Digital Akademi untuk Perkuat Pendidikan Digital Lewat Gim Edukasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Cendekia Digital Akademi (CDA), sebagai terobosan penguatan pendidikan digital yang sejalan dengan program Asta Cita, melalui pengembangan gim edukasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi untuk berbagai mata pelajaran serta literasi zakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, mengatakan, Cendekia Digital Academy merupakan ikhtiar BAZNAS dalam merespons perkembangan teknologi digital yang kian pesat, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dengan memadukan unsur bermain dan belajar secara terarah.
Rizaludin menilai, program Cendekia Digital Akademi sejalan dengan program Asta Cita Presiden Indonesia, khususnya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing melalui transformasi pendidikan dan pemanfaatan teknologi digital.
"Cendekia Digital Academy Ini merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk mengenalkan konsep smart play dan smart giving, yakni melalui kolaborasi gim edukasi bagi generasi peduli. Bagi BAZNAS, program ini penting karena kehadiran BAZNAS sejatinya untuk menumbuhkan kepedulian sosial," ujar Rizaludin saat memberikan sambutan secara daring dalam live Instagram BAZNAS Indonesia, Rabu (21/1/2026).
"Cendekia Digital Akademi sangat relevan dan strategis di tengah laju transformasi digital yang semakin cepat, khususnya dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk menjangkau generasi muda dengan metode pembelajaran yang lebih adaptif," kata Rizaludin.
Ia juga menegaskan, peluncuran CDA bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-25 BAZNAS. Pada momentum tersebut, BAZNAS menegaskan kembali fokus penyaluran zakat di bidang pendidikan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. “BAZNAS memandang pendidikan sebagai investasi strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia,” kata Rizaludin.
“Fokus utama BAZNAS tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat. Tidak hanya membantu siswa agar dapat bersekolah, BAZNAS juga berupaya memberdayakan para guru dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya melalui pendampingan. Inilah terobosan yang ingin terus kami dorong pada usia BAZNAS yang ke-25 ini," jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Rizaludin menilai BAZNAS harus adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. "Kehadiran Cendekia Digital Academy merupakan bagian dari upaya tersebut, sebagai wadah pengembangan kompetensi guru dalam literasi zakat, peningkatan kesadaran zakat, serta pembelajaran lainnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman SCB atas inisiatif dan ide luar biasa ini," ujar Rizaludin.
"Dengan langkah-langkah ini, kami berharap nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan dapat terus tumbuh, melahirkan generasi yang cerdas, beriman, dan berjiwa peduli," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS, Ahmad Kamaluddin Afif, menjelaskan, CDA dikembangkan dengan pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge), yakni memadukan teknologi, pedagogi, dan penguasaan materi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik melalui gim edukatif.
Ia menambahkan, platform CDA di https://akademi.cendekiaedu.id akan menghadirkan berbagai mata pelajaran dengan fokus pada literasi zakat sebagai nilai utama, namun tetap relevan untuk seluruh bidang studi. Program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru melalui pelatihan inovasi, pelatihan pembuatan gim edukatif, hingga penyelenggaraan kompetisi.
“Dengan dukungan penuh dari BAZNAS, seluruh program ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat,” kata Ahmad Kamaluddin.
BERITA22/01/2026 | Humas BAZNAS
Dirzawa Kemenag RI: 25 Tahun BAZNAS Jadi Lembaga Relevan dan Paling Dibutuhkan Masyarakat
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI selama 25 tahun ini telah hadir menjadi lembaga yang relevan dan dibutuhkan masyarakat Indonesia, terutama dalam situasi-situasi darurat seperti ketika terjadi bencana.
“Terima kasih Pak Kiai Noor Rahmat karena BAZNAS selalu yang hadir, menjadi yang terdepan dalam situasi seperti itu. Saya sangat mendukung, mudah-mudahan BAZNAS akan terus mengalami kemajuan dan terus hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Prof Waryono di kantor BAZNAS RI, Selasa (20/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prof Waryono juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS, Kementerian, MUI, dan lembaga lainnya untuk bersama-sama bersinergi, berkontribusi pada kebermanfaatan dana umat. Karena menurutnya, dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Hadir dalam Milad BAZNAS ke-25, Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. Dr. KH Asrorun Ni’am Sholeh menyebutkan bahwa zakat memiliki tiga aspek penting yakni kewajiban bagi muzaki, hak bagi mustahik, dan amanah bagi amil.
“Zakat di sisi muzaki adalah kewajiban, tetapi di sisi mustahik adalah hak, sementara di sisi amil adalah amanah," ujar Asrorun Ni’am.
Oleh karena itu, Asrorun Ni’am menekankan pentingnya sinergi antara muzaki, mustahik, dan amil dalam mengelola zakat. "Tugas kita adalah memastikan transformasi dari mustahik ke muzaki, sehingga mereka dapat menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung pada zakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asrorun Niam juga mengapresiasi kinerja BAZNAS dan amil zakat yang telah bekerja keras dalam mengelola zakat. Semoga kata dia, para pimpinan BAZNAS dan juga seluruh amil yang berkumpul pada acara Milad ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT.
Terakhir, Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga turut menyampaikan selamat ulang tahun kepada BAZNAS RI yang ke-25 tahun. “Selamat milad untuk BAZNAS RI dan semoga seluruh yang hadir di sini mendapatkan berkah,” kata Asrorun Ni’am.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kota Semarang Serahkan Bantuan Rp300 Juta bagi Penyintas Banjir Sumatra melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran bantuan kemanusiaan tahap satu untuk korban banjir Sumatra dan Aceh dari BAZNAS Kota Semarang sebesar Rp300 juta. Penyerahan bantuan kemanusiaan ini dilakukan di kantor BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Turut hadir dalam acara penyerahan bantuan ini Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, H. Faisal Qosim, Lc., Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara, S.E.,MM, Wakil Ketua I Drs. Labib, MM, Wakil Ketua II Hj. Afifah, S.Pd, Wakil Ketua III - H. Nur Fuad ,S.Ag, Wakil Ketua IV Hj. Aminah, S.Pd.I, dan Kepala Pelaksana Muhammad Asyhar, S.Sos.I.
Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada BAZNAS Kota Semarang dan masyarakatnya yang telah mempercayakan penyerahan infak kemanusiaan melalui BAZNAS RI. Bantuan ini digunakan untuk membantu proses recovery dan memulihkan kehidupan mereka setelah terkena banjir.
“Karena sekarang merupakan musim hujan maka tentunya yang mereka butuhkan adalah tempat tinggal yang layak, sekolah yang layak, jadi insya Allah BAZNAS RI akan segera menyalurkan bantuan ini dan mudah-mudahan apa yang dilakukan BAZNAS RI berkenan dan diterima oleh publik dan akan dilaporkan kepada BAZNAS Kota Semarang,” ujar Arifin.
Lebih lanjut Arifin mengatakan, BAZNAS selalu hadir dan membantu dalam setiap terjadi bencana. Yang terbaru kata dia, jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan juga tidak luput dari BAZNAS Tanggap Bencana yang langsung ke lokasi untuk membantu mencari para korban.
Selain itu, setiap kali terjadi bencana akan selalu muncul mustahik-mustahik baru, sehingga Arifin berharap semakin banyak muzaki yang tergerak untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah guna memperkuat dukungan logistik, mempermudah pemulihan, dan membantu meringankan beban mereka yang terdampak bencana.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Semarang H. Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui BAZNAS RI untuk disalurkan kepada para korban.
"Alhamdulillah hari ini sesuai dengan akad para muzaki yang memberikan sumbangan kepada BAZNAS Kota Semarang untuk kita berikan kepada BAZNAS RI dan ini adalah tahap pertama Rp300 juta. Insya Allah nanti akan ada tahap kedua dan tahap berikutnya,” kata Arnaz.
Arnaz berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban serta memberikan semangat bagi mereka untuk bisa bangkit dan pulih.
“Harapan kami tentunya bisa sangat meringankan beban mereka, karena adanya bencana ini ada banyak masyarakat yang kemudian kehilangan lapangan kerja, menjadi miskin, sehingga bantuan ini kami serahkan untuk bisa membangkitkan lagi semangat mereka dalam bentuk mungkin alat kerja atau apapun. Kita percayakan pada BAZNAS RI,” ungkapnya.
BERITA21/01/2026 | Humas BAZNAS
HUT ke-25, BAZNAS RI Syiarkan “Zakat Menguatkan Indonesia"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas peran besar zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat di Indonesia.
Kegiatan tasyakuran tersebut digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026), dan dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.
Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, yakni Pimpinan Periode 2015–2020 Emmy Hamidiyah, Irsyadul Halim, Nana Mintarti, dan Mundzir Suparta; Pimpinan Periode 2008–2015 Ahmad Mukhlis Yusuf, Elvi Hudriah, Abdullah Hasyim, Isye Latief, dan Fuad Nasar; Pimpinan Periode 2001–2007 Aries Mufti, serta pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan secara daring.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab persoalan besar bangsa, terutama kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun. “Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan, selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja BAZNAS terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan terus berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya.
"Seiring dengan itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS juga terus meningkat. Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus," lanjutnya.
Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan, kekuatan zakat belum sepenuhnya optimal. Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat bagi penguatan Indonesia.
Di peringatan HUT ke-25, Kiai Noor, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Ia menegaskan, dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS
Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Raih Juara 3 International Health Essay
Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI, Siti Halizah Azmi, berhasil meraih juara 3 International Health Essay kategori Best Scientific Insight dengan mengangkat isu kanker payudara sebagai permasalahan kesehatan utama di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang ditunjukkan oleh Siti Halizah Azmi.
Menurut Saidah, ini membuktikan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang kuat.
“Kami sangat bangga. Ini bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat berbuah luas melalui generasi muda yang membawa dampak nyata bagi komunitas,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Saidah juga menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memberi akses pendidikan berkualitas kepada anak yatim dan mustahik. Karena menurutnya, pendidikan adalah salah satu jalan dalam mengentaskan kemiskinan di Indoensia.
"Semoga melalui Beasiswa Cendekia ini BAZNAS mampu mengubah perekonomian keluarga mustahik melalui pendidikan tinggi yang layak," ujarnya.
Saidah juga berharap bahwa penerima beasiswa Cendekia BAZNAS dapat menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Siti Halizah Azmi tidak dapat menutupi rasa bahagianya. Siti mengaku, esai yang ditulisnya merupakan bentuk kegelisahannya selama ini tentang bagaimana penyakit kanker payudara ini menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
Padahal kata dia, kemunculan penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini. Sayangnya banyak perempuan kerap abai pada kesehatannya sendiri, sehingga ketika gejala kanker sudah menunjukkan stadium lanjut baru dilakukan pengobatan di mana tingkat keberhasilannya masih rendah.
Oleh karena itu, melalui esai yang dibuatnya dengan segenap hati, Siti berharap esainya dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini.
“Esai ini saya susun dengan harapan dapat menjadi inovasi di masa depan untuk menekan angka kejadian kanker payudara melalui peningkatan kesadaran, edukasi, dan pencegahan sejak dini,” kata Siti.
Dalam penulisan esainya, Siti mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai media konsultasi serta kolaborasi perawat dengan organisasi keagamaan, tokoh agama, pesantren, dan remaja masjid.
“Prosesnya tidak mudah karena keterbatasan waktu dan tuntutan kebaruan ide. Namun, dengan niat kuat, bimbingan dosen, serta dukungan keluarga dan teman, saya belajar terus berprogres dan menebar manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
BERITA20/01/2026 | Humas BAZNAS
Optimalisasi ZIS, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali jalin kolaborasi strategis bersama Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya
KOTA TASIKMALAYA - BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali memperkuat langkah nyata dalam pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) lanjutan bersama Universitas Mayasari Bakti.
Kesepakatan ini merupakan wujud komitmen kedua belah pihak untuk terus bersinergi dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan akademisi. Melalui kolaborasi ini, pengelolaan dana dari seluruh civitas akademika akan dilakukan secara lebih terstruktur, transparan, dan aman secara regulasi.
Langkah konsisten dari Universitas Mayasari Bakti dalam menggandeng BAZNAS adalah teladan nyata bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut melegalkan pengelolaan zakat instansinya. Dengan pengelolaan yang terpusat di BAZNAS, setiap rupiah yang disalurkan akan berdampak lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Mari terus dukung gerakan zakat secara berjamaah. Karena kontribusi yang dikelola secara profesional akan menjadi kekuatan besar bagi ekonomi umat.
BERITA19/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Keluarga di Cikawungading lewat Pelatihan Manajemen
Cipatujah, 12 Januari 2026 - BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan Usaha dan keuangan keluarga melalui program BMM (BAZNAS Microfinance Masjid) bagi 40 Mustahik di BMM Al-Hikmah Kalaksanan, Cipatujah, kemarin.Hadir sebagai pemateri, Bapak Ari Abdul Muhyi, S.E (Pendamping Z-Mart BAZNAS), yang memberikan edukasi mengenai tata kelola usaha dan keuangan keluarga guna membekali para peserta dengan keterampilan manajerial yang mumpuni.Melalui sinergi program BMM ini, diharapkan usaha para mustahik menjadi lebih terukur dan stabil secara finansial, sehingga mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga menuju kemandirian yang berkelanjutan.Semoga langkah ini menjadi pembuka pintu keberkahan bagi para muzaki dan manfaat luas bagi mustahik. Aamiin.
BERITA12/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Tata Kelola ZIS-DSKL melalui Kemitraan Strategis bersama 3 Mitra SPPG BGN
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya resmi menjalin sinergi strategis melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional terkait pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Kesepakatan yang ditandatangani ini berfokus pada pengumpulan dana dari pegawai dan pemilik dari SPPG Bunga Bangsa Bojonggambir, Taraju, serta Gunungdemang
Penandatanganan kerjasama ini bertujuan untuk memastikan setiap dana yang terkumpul tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Langkah mulia dari SPPG ini adalah teladan nyata bagi kita semua dalam menguatkan ekonomi umat. Kami mengajak para pimpinan lembaga dan pelaku usaha lainnya untuk turut melegalkan pengelolaan zakat instansinya melalui BAZNAS agar lebih aman secara syariat maupun regulasi.
Mari salurkan zakat Anda sekarang; karena sekecil apa pun kontribusi yang dikelola secara berjamaah, akan menjadi kekuatan besar bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/01/2026 | Humas BAZNAS
Perkuat Sinergi Kesejahteraan Umat, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadiri Upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-80
TASIKMALAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoral demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran pimpinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dalam Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang berlangsung khidmat pada Sabtu (03/01/2026).
Upacara yang dipusatkan di lapangan pusat pemerintahan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, selaku Inspektur Upacara. Kehadiran BAZNAS dalam momentum bersejarah ini menjadi simbol harmonisasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah dan instansi vertikal keagamaan.
Pesan Kerukunan dan Transformasi Ekonomi
Dalam amanatnya, Bupati H. Cecep Nurul Yakin membacakan pidato resmi Menteri Agama yang menekankan tema besar tahun ini: "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju." Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa peran Kementerian Agama kini telah bertransformasi secara masif. Tidak hanya berfokus pada penguatan sektor pendidikan agama, tetapi juga memperluas jangkauan pada pemberdayaan ekonomi umat.
"Kementerian Agama harus hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan di tengah masyarakat. Semangat ini sejalan dengan misi kemanusiaan dan ekonomi yang selama ini dijalankan oleh BAZNAS," ujar Bupati saat membacakan arahan tersebut.
Terinspirasi Semangat 'Kemenag Berdampak'
Bagi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, peringatan HAB ke-80 ini merupakan refleksi atas kesuksesan gerakan "Kemenag Berdampak" yang telah diperkuat sepanjang tahun 2025. Semangat memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan oleh warga menjadi inspirasi bagi BAZNAS untuk terus mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Sinergi yang terjalin selama ini antara BAZNAS dan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya mencakup berbagai aspek, mulai dari pengentasan kemiskinan, bantuan pendidikan, hingga bantuan kebencanaan. Ke depan, kedua belah pihak berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kerukunan yang dibarengi dengan kemandirian ekonomi masyarakat Tasikmalaya.
Menuju Indonesia Maju
Melalui partisipasi aktif ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memupuk rasa persaudaraan. Dengan umat yang rukun dan instansi yang bersinergi, visi Indonesia yang damai dan maju bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang dapat dicapai bersama.
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 ini ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Tasikmalaya dan bangsa Indonesia, serta penyerahan berbagai penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para insan pejuang keagamaan di wilayah tersebut.
BERITA03/01/2026 | humasbaznaskabtsm
Kebangkitan UMKM Kabupaten Tasikmalaya Berkat Program BAZNAS Microfinance Masjid
BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) adalah program unggulan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya yang menjadikan masjid sebagai sentra pemberdayaan ekonomi umat. Melalui BMM, mustahik pelaku usaha mikro menerima fasilitasi permodalan Qardhul Hasan (pinjaman tanpa bunga), yang membantu mereka bangkit dan terhindar dari jeratan riba.Kisah sukses salah satunya terlihat pada ANI'S food!UMKM yang berdiri sejak 2015 di Sariwangi, Tasikmalaya, ini sukses memproduksi Emping Sampeu — olahan singkong pilihan yang terjamin kualitasnya. Dengan legalitas lengkap (NIB, PIRT, dan Halal), Emping Sampeu ANI'S food telah dipasarkan hingga luar daerah.Kisah ANI'S food adalah refleksi harapan BAZNAS Microfinance Masjid—bahwa dengan modal dan pendampingan yang tepat, UMKM lokal berbasis jamaah masjid dapat tumbuh pesat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan lokal.BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya terus berkomitmen agar masjid-masjid di Tasikmalaya menjadi lebih mandiri dan sejahtera, serta mampu berperan aktif dalam meningkatkan taraf hidup jamaahnya.
BERITA17/12/2025 | humasbaznaskabtsm
Facetology Salurkan Bantuan Banjir Sumatera Rp400 Juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran bantuan sebesar Rp400 juta dari Perusahaan skincare Facetology untuk korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Sumatera dan Aceh.
Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., di kantor BAZNAS RI, Selasa (9/12/2025). Hadir Group Brand manager Facetology Satrio Arief, Brand Marketing Specialist Ribka Velia Santoso, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Facetology dalam menyalurkan bantuan melalui BAZNAS RI.
Kiai Noor mengatakan, BAZNAS memastikan setiap rupiah yang terkumpul akan tersalurkan dengan amanah dan tepat sasaran. Karena dalam setiap penyaluran, BAZNAS RI menekankan prinsip 3A, Aman Syar'i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.
“Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan dana bantuan kemanusiaan ini,” katanya.
Menurut Kiai Noor, bantuan sebesar Rp400 juta tersebut akan segera disalurkan sesuai sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Termasuk makanan siap saji, obat-obatan, selimut, tenda, kebutuhan ibu hamil, balita, dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya.
“Insya Allah bantuan ini akan menjangkau wilayah-wilayah prioritas dan membawa manfaat bagi masyarakat yang terdampak," ujarnya.
Sementara itu, Group Brand Manager Facetology, Satrio Arief menyampaikan terima kasihnya kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi Facetology untuk ikut berbagi dan peduli atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh dan di Sumatera,” ujar Satrio.
Satrio berharap, bantuan tersebut dapat digunakan untuk mendukung percepatan pemulihan dan penanganan darurat di wilayah-wilayah terdampak bencana.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kota Tangsel Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Ketujuh Rp325 juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran sedekah kemanusiaan untuk Palestina tahap tujuh dari BAZNAS Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebesar Rp325.000.000.
Total pengumpulan donasi kemanusiaan untuk Palestina dari BAZNAS Kota Tangsel sejak tahap pertama hingga ketujuh telah mencapai Rp2.434.235.869.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangsel, Taufik Setyaudin, kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Wakil Ketua 4 BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Deni Nuryadin, beserta jajarannya.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat dan BAZNAS Tangsel yang terus konsisten mendukung warga Palestina. Ia menilai, capaian tersebut mencerminkan tingginya solidaritas masyarakat dan kuatnya peran BAZNAS daerah dalam menggerakkan partisipasi publik.
“Saya melihat Tangerang Selatan termasuk daerah yang sangat aktif, ini sudah ketujuh kalinya memberikan dukungan dan harus kita apresiasi bersama,” ujar Kiai Noor.
Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan bahwa kerja kolaboratif antara BAZNAS pusat dan daerah dapat memperluas dampak bantuan. Kiai Noor menilai, BAZNAS Kota Tangsel berhasil membangun kepercayaan dan keterlibatan masyarakat dalam gerakan kemanusiaan.
Menurut Noor, meningkatnya dukungan masyarakat juga didorong oleh transparansi BAZNAS dalam penyaluran dana. Ia menyebut pendistribusian yang tercatat, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi faktor penting dalam penguatan kepercayaan publik. “Ini menjadi kekuatan besar bagi BAZNAS,” katanya.
Terkait penyaluran bantuan internasional, Kiai Noor memastikan program bantuan untuk Palestina tetap berjalan, meski saat ini BAZNAS juga memusatkan perhatian pada penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, seiring meningkatnya kebutuhan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Taufik Setyaudin, mengatakan, penyerahan tahap ketujuh ini merupakan amanah masyarakat, khususnya di Kota Tangsel untuk Palestina. Ia menyampaikan, seluruh donasi telah dititipkan kepada BAZNAS RI untuk segara disalurkan.
"Alhamdulillah, sesuai kemampuan kami, hari ini kami menyerahankan bantuan tahap ke-7, di mana total pengumpulan sejak tahap pertama hingga ketujuh telah mencapai Rp2.434.235.869. Untuk pendistribusian, kami titipkan melalui BAZNAS Republik Indonesia," kata Taufik.
Ia menambahkan, BAZNAS Kota Tangsel juga kini mulai fokus menggalang bantuan untuk bencana di Sumatra. Donasi masyarakat Tangsel yang telah terkumpul per Senin (8/12/2025) lalu tercatat sebesar Rp70,7 juta, dan pengumpulan akan terus dimaksimalkan.
Ia juga menyampaikan, BAZNAS Kota Tangsel tengah menjalin kerja sama dengan Pemkot Tangsel untuk memperkuat koordinasi pengumpulan bantuan. "Insya Allah, setelah terbit surat edaran, Bapak Wali Kota menginstruksikan agar donasinya dikumpulkan melalui BAZNAS Kota Tangerang Selatan," ujarnya.
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Terus Operasikan Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Pasok Ribuan Porsi Makanan untuk Penyintas Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengoperasikan Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas banjir dan tanah longsor terpenuhi setiap hari selama masa darurat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, sejak awal pascabencana, BAZNAS langsung mengaktifkan dapur umum di sejumlah titik terdampak, termasuk di Palembayan. Hingga kini, layanan tersebut masih beroperasi guna menjaga ketersediaan makanan bagi warga terdampak.
“Dapur umum ini menjadi tumpuan bagi para penyintas yang masih berada di titik-titik pengungsian, sehingga kami memastikan produksinya tidak berhenti,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (7/12/2025).
Ia menjelaskan, hingga saat ini, tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap harinya, di wilayah Palembayan. “Jumlah ini akan terus bertambah karena kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi dan distribusi terus berjalan setiap hari,” kata Saidah.
Saidah menyampaikan, ribuan warga di beberapa titik pengungsian Palembayan belum dapat kembali ke rumah akibat kerusakan dan risiko longsor susulan. Kondisi ini membuat keberadaan dapur umum menjadi salah satu layanan paling mendesak dalam masa tanggap darurat.
Ia menambahkan, medan sulit akibat material longsor, disertai cuaca yang buruk tidak menyurutkan langkah tim BTB dalam menyalurkan bantuan. “Akses jalan yang tertutup material longsor membuat distribusi tidak mudah. Namun dengan penuh kehati-hatian, tim BTB terus berusaha menembus lokasi-lokasi terdampak agar bantuan dapat diterima secara merata,” ujarnya.
Saidah menambahkan, penanganan bencana melalui pemanfaatan dana zakat merupakan bagian dari skema pendistribusian yang ditetapkan BAZNAS RI, terutama untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak. "Di Palembayan, layanan dapur umum menjadi prioritas karena sebagian besar warga kehilangan akses terhadap sumber bahan pangan," ujar Saidah.
Saidah mengatakan, pemantauan kebutuhan warga dilakukan setiap hari agar bantuan yang disalurkan tetap sesuai kondisi lapangan. “Tim kami mengumpulkan data terbaru dari para penyintas sehingga layanan dapur umum dapat diatur secara lebih efektif,” ujar Saidah.
Lebih lanjut, Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS untuk terus memberikan dukungan optimal kepada para korban bencana, memastikan kebutuhan pangan dapat terdistribusi secara merata. "Upaya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam," katanya.
Saidah menegaskan, layanan dapur umum akan terus beroperasi selama status tanggap darurat masih berlaku. "Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra kemanusiaan diperkuat untuk memastikan bantuan tersedia secara berkesinambungan," ucapnya.
Sebelumnya, BAZNAS juga telah menyalurkan sejumlah bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, mulai dari bantuan evakuasi, dapur umum, dapur air, hingga dukungan logistik bagi para penyintas bencana.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Terima Bantuan Bencana Sumatra Rp400 Juta dari Bank Aladin Syariah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran dana bantuan bencana Sumatra dari Bank Aladin Syariah sebesar Rp400 juta untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Komitmen kepedulian itu bukan hanya lewat dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Para karyawan Bank Aladin Syariah juga ikut berdonasi dan berhasil menghimpun Rp10.250.000, yang turut disalurkan melalui BAZNAS.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/12/2025). Turut hadir Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta, Direktur Digital Banking Bank Aladin Syariah Arief Satrio Putra, Head of Corporate Business Funding Rebelia Savitri, serta jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepercayaan Bank Aladin Syariah yang telah menyalurkan dana kebajikan perusahaannya melalui BAZNAS. Ia menegaskan, kolaborasi lintas lembaga sangat dibutuhkan mengingat dampak bencana di Sumatra cukup besar.
“Alhamdulillah, Bank Aladin Syariah ini menjadi pelopor salah satu mitra BAZNAS. Kita semua prihatin. Kita tidak pernah menginginkan bencana terjadi. Namun ketika bencana datang, kita harus bangkit dan bergotong royong, saling menguatkan sesama,” katanya.
Rizaluddin mengatakan, bantuan tersebut akan memperkuat dukungan logistik yang telah dijalankan tim BAZNAS sejak hari pertama bencana. “Insyaallah tim kami tetap berada di lokasi dan segera menyalurkan bantuan ini,” katanya.
Lebih lanjut, Rizaludin menyampaikan, BAZNAS juga tengah mencanangkan pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan rumah. Kebutuhan pendanaan, lanjutnya, cukup besar karena mencakup fase tanggap darurat hingga rekonstruksi.
"Kami juga telah berdiskusi mengenai pembangunan hunian sementara, mengingat banyak korban kehilangan tempat tinggal dan masih berada di pengungsian dalam kondisi yang sangat tidak layak. Karena itu, BAZNAS memutuskan untuk menghimpun dana infak dan sedekah khusus untuk bencana di Sumatera," jelas Rizaludin.
Dalam penanganan bencana, Rizaludin menyampaikan, BAZNAS mengacu pada prinsip maqasid al-syari‘ah yang menekankan perlindungan jiwa, harta, keturunan, lingkungan, pendidikan, akal, dan agama. Menurutnya, bencana sering menjadi titik awal masyarakat jatuh miskin karena kehilangan seluruh aset sehingga memunculkan mustahik baru.
“Karena itu BAZNAS tidak hanya sekadar pemadam kebakaran, tetapi mencegah masyarakat jatuh dalam kemiskinan berkepanjangan,” katanya.
Sementara itu, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi menyalurkan dana kebajikan perusahaan dan donasi karyawan Bank Aladin Syariah untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar.
“Kami menyalurkan dana bantuan kebencanaan Sumatra sekitar Rp400 juta dari dana kebajikan Bank Aladin Syariah, ditambah Rp10.250.000 dari para karyawan. Suatu kehormatan bagi kami bisa ikut meringankan beban saudara-saudara di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya sangat prihatin atas bencana yang menimpa masyarakat di wilayah tersebut. “Kami bersyukur memiliki kemitraan luar biasa dengan BAZNAS yang bersedia membantu kami menyalurkan kepedulian ini dalam bentuk dana kebajikan,” katanya.
Ia menambahkan, banyak nasabah Bank Aladin Syariah berada di wilayah yang terdampak bencana sehingga perusahaan merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu. “Kami akan terus berusaha memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujarnya.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Paragon Tingkatkan Kemandirian melalui Vokasi Operator Garment
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Operator Garment yang menjadi bagian dari Program Paradaya Movement.
Program Pelatihan Vokasi Operator Garment tahun digelar pada Sabtu (6/12/2025) dan diikuti 135 peserta dengan dukungan dana zakat PT Paragon sebesar Rp500 juta. Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan di Semarang dan 65 peserta di Kendal. Dalam 18 hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi menjahit, fasilitas pendukung, serta peluang penyaluran kerja ke perusahaan garmen.
Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D., menyampaikan, program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI dan PT Paragon Technology and Innovation untuk mendorong kemandirian ekonomi umat, serta menciptakan masyarakat yang produktif, berdaya saing, dan mandiri.
“Ada tiga hal tugas dari BAZNAS yang selama ini dilakukan, yaitu meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan, dan juga memutus rantai kemiskinan,” ujar Nadratuzzaman, dalam keterangannya, Minggu (7/12/2025).
Nadratuzzaman menegaskan, pemberdayaan melalui vokasi menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan. Katanya, pelatihan semacam ini tidak hanya memberikan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental peserta untuk memasuki dunia kerja.
“Program ini dirancang untuk membantu mengurangi angka pengangguran dengan memberikan pelatihan keterampilan menjahit bagi masyarakat usia produktif yang belum memiliki pekerjaan, serta memfasilitasi penyaluran peserta ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang garmen,” ucap Nadratuzzaman.
Dalam kesempatan tersebut, Nadratuzzaman menyampaikan bahwa kerja sama sektor industri dan lembaga zakat akan semakin memperkuat dampak sosial yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
“Program diharapkan bagi peserta dapat meningkatkan keterampilan, memperoleh pekerjaan yang layak, dan bertransformasi dari penerima manfaat menjadi pemberi manfaat bagi orang lain,” kata Nadratuzzaman.
Nadratuzzaman berharap dari 26 peserta yang belum lulus pelatihan, agar dapat diserap melalui program-program lainnya, seperti magang kerja agar pengalaman pelatihan dapat menjadi manfaat.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Sediakan Layanan Kesehatan Gratis untuk Penyintas Bencana di Tapanuli Tengah
BAZNAS Kabupaten Tapanuli Tengah menyediakan Pos Layanan Kesehatan BAZNAS untuk warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
"Kami melayani masyarakat terdampak banjir dan longsor. mereka banyak yang sakit setelah bencana usai. Kami mendatangkan dokter, perawat dan obat-obatan dari Medan," ujar Ketua BAZNAS Tap. Teng, Syahfari Hasibuan kepada media, di Pos Layanan Kesehatan BAZNAS, Kel.Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Tapteng, Sabtu (6/12/2025).
Dia menjelaskan, layanan kesehatan BAZNAS Tapteng berdekatan dengan Dapur Umum yg di buat oleh Baznas Tapanuli Tengah, sedangkan biaya tanggulangi bekerja sama Baznas Tapanuli Tengah dan Baznas RI dan dapur air.
"Ini agar pelayanan terhadap penyintas bencana lebih maksimal. Untuk melengkapi, kami membuka Pos Layanan Kesehatan BAZNAS Tapanuli Tengah di Kelurahan Sibuluan Terpadu, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng," kata dia.
Syahfari mengapresiasi peran Lurah Sibuluan Terpadu, Ibu Sianturi, yang melakukan sosialisasi pada warga termasuk menyampailan pengumuman menggunakan pengeras suara. Sehingga banyak masyarakat korban bencana datang untuk mengecek kesehatan mereka.
Dia memaparkan, empat orang tim kesehatan dikoordinasi oleh dr. Rizky Harahap. Ini merupakan bagian dari Tim Kesehatan BAZNAS Provinsi Sumut.
"Pelayanan medis berlangsung dari jam.9.00 WIB.- 12.00 wib Pelaksanaan akan berlangsung lima hari," tutur Syahfari.
Syahfari masih mengupayakan biaya tambahan dari Baznas Ri agar Tim pelayanan kesehatan waktu nya di tambah 13.00 wib s/d 16.00 wib, karena tim dr. Rikky Harahap hanya pagi.
Sementara itu, salah satu warga terdampak bencana bernama Torang Limbong, mengaku mengalami masalah kesehatan akibat banjir.
Sehingga ia merasa semua badan sakit, dan seusai pemeriksaan medis, ia dinyatakan mengalami tensi tinggi akibat stres sebagai pengaruh musibah yang menimpa.
"Kaki saya merah kebiruan dan bengkak karena terjatuh ketika menyelamatkan diri saat banjir saat menerjang," ujar warga yang rumahnya yang terletak di Sibuluan, Tapteng ini.
"Terima kasih kita dibantu BAZNAS untuk layanan kesehatan gratis," kata dia
Syahfari menambahkan, layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak setelah banjir melanda beberapa Sumut. Kondisi pascabanjir sering memicu peningkatan berbagai penyakit.
“Kami berupaya warga terdampak banjir mendapatkan layanan kesehatan yang cepat dan tepat. Banyak masyarakat mengalami keluhan kesehatan pascabanjir, sehingga intervensi medis harus segera dilakukan,” ujar dia.
Tim media memberikan pelayanan poli umum, edukasi diagnosis, pemberian obat, dan perawatan luka pascabanjir. Keluhan warga umumnya berupa dermatitis, hipertensi, ISPA, GERD, dan demam.
Syahfari menjelaskan, wilayah sekitar lokasi banjir di Kecamatan Pandan juga mendapatkan penanganan medis dari tim BAZNAS Tapteng. Koordinasi dilakukan dengan aparat setempat untuk memastikan tidak ada kelompok warga yang terlewat, terutama di titik-titik yang aksesnya masih terganggu.
“Kami terus memantau persebaran titik-titik pengungsian. Setiap lokasi yang membutuhkan layanan kesehatan akan menjadi prioritas intervensi BAZNAS,” ucap Syahfari.
Sementara itu, koordinator tim medis Pos Layanan Kesehatan BAZNAS Tapteng, dr. Rizky Harahap, memaparkan, pihaknya memberikan layanan antara lain pemeriksaan umum, edukasi terkait differential diagnosis, serta menerbitkan memo rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Keluhan dominan di lokasi ini di antaranya demam, dermatitis, ISPA, dan cephalgia.
BERITA07/12/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Berikan Modal Usaha Rp150 Juta untuk Pesantren Ar Rois Cendekia Semarang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyerahkan bantuan sebesar Rp150 juta kepada Pesantren Ar Rois Cendekia di Semarang. Bantuan tersebut ditujukan sebagai modal usaha untuk membuat air minum kemasan produksi pondok pesantren Ar Rois Cendekia.
Serah terima bantuan modal usaha pemberdayaan pesantren diberikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Dr. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CRFM kepada Kyai Ahmad Rofiq Mahfudz selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ar Rois Cendekia. Turut menyaksikan juga Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Ahmad Sudrajat, Pimpinan BAZNAS RI RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, ?Pimpinan Pondok Pesantren Ar Rois Cendekia Nedy Sugianto, S.Psi.I, Kepala MTs Ar-Rois Cendekia Putri Rahmi Fatmawati, M.Ag, dan Wakil Ketua III BAZNAS Kota Semarang H. Nur Fuad, S.Ag
“Pemberian modal usaha ini dalam rangka kolaborasi antara BAZNAS RI dan Pesantren Ar Rois Cendikia untuk pengelolaan air minum kemasan untuk para santri dan masyarakat sekitar,” kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat di Semarang pada Sabtu (6/12/2025).
Menurut Kiai Ahmad, bantuan modal usaha ini diberikan BAZNAS bertujuan untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjadi sarana edukasi wirausaha bagi para santrinya. Harapannya, Pesantren Ar Rois Cendekia bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama dan dakwah terapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat.
“Semoga bantuan ini bisa menjadi motor penggerak bagi pesantren Ar Rois Cendekia untuk membangun kesejahteraan umat berbasis masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu Pengasuh Ponpes Ar Rois Cendikia Kota Semarang Kyai Ahmad Rofiq Mahfudz menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI atas dukungan modal usaha untuk membuat pesantren Ar Rois Cendikia Kota Semarang menjadi berdaya secara ekonomi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membantu pondok pesantren kami sejumlah Rp150 juta. Insya Allah dana ini akan kami gunakan untuk pengembangan ekonomi di pesantren kami untuk membuat air minum kemasan untuk para santri dan warga sekitar,” ungkapnya.
BERITA06/12/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →