Berita Terbaru
BAZNAS RI Distribusikan Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir di Pidie Jaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan respon cepat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya dengan menyalurkan 250 paket makanan siap saji kepada warga terdampak di Masjid Kuba, Desa Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja, Aceh.
Dalam penyaluran ini, BAZNAS RI menurunkan tim untuk memastikan bantuan diterima langsung oleh para pengungsi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS RI terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit akibat tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, penanganan banjir di Pidie Jaya menjadi perhatian khusus BAZNAS mengingat jumlah warga terdampak yang terus bertambah.
“BAZNAS RI segera turun untuk memastikan para pengungsi mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, terutama kebutuhan pokok yang mendesak. BAZNAS juga akan mendirikan dapur umum yang menyediakan 1000 porsi per harinya,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Menurut Saidah, kondisi di Masjid Kuba menunjukkan masyarakat membutuhkan dukungan berkelanjutan. Banyak pengungsi yang meninggalkan rumah tanpa membawa perlengkapan karena banjir datang secara tiba-tiba dan cukup tinggi.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memastikan dukungan diberikan secara berkelanjutan untuk warga terdampak, khususnya makanan pokok,” ucap Saidah.
Saidah juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menangani dampak banjir, mulai dari pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, hingga masyarakat luas. Ia menilai, sinergi yang baik akan mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi dengan lebih cepat dan tepat.
“Kami mengajak semua pihak, baik lembaga maupun masyarakat, untuk ikut membantu agar penanganan banjir ini bisa berjalan optimal dan para pengungsi dapat kembali pulih seperti sediakala,” tambahnya.
Saidah mengatakan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) juga melakukan asesmen lanjutan untuk melihat kebutuhan masyarakat terdampak.
Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA30/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Dirikan Layanan Dapur Umum untuk Pengungsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan layanan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana banjir dengan mendirikan sejumlah dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
Di Sumatera Barat, BAZNAS RI mendirikan layanan dapur umum di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang. Di Sumatera Utara, dapur umum didirikan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sementara itu di Aceh, dapur umum di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, serta di Desa Meusi, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menjelaskan, pendirian dapur umum di tiga provinsi tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS dalam memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.
“BAZNAS RI segera mendirikan layanan dapur umum di beberapa titik pengungsian untuk memastikan para penyintas mendapatkan makanan yang layak setiap hari,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Saidah menambahkan, kondisi pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih membutuhkan dukungan berkelanjutan. Banyak warga yang tidak dapat kembali ke rumah dalam waktu dekat sehingga keberadaan dapur umum menjadi sangat penting dalam masa tanggap darurat bencana.
“Kami terus melakukan pemantauan dan memastikan bahwa layanan dapur umum ini beroperasi optimal, mulai dari suplai bahan makanan hingga distribusi ke pengungsi,” ucap Saidah.
Saidah juga mengajak seluruh lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemulihan warga terdampak bencana. Menurutnya, sinergi antar pihak sangat dibutuhkan agar layanan kemanusiaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Ini saatnya kita bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi masa sulit. Dukungan dari berbagai pihak akan mempercepat pemulihan mereka,” tambahnya.
Saidah memastikan dapur umum di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan terus beroperasi selama masa darurat masih berlangsung serta layanan tambahan seperti kesehatan, logistik, dan pemulihan ekonomi dapat diberikan pada tahap berikutnya, sesuai kebutuhan para penyintas.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik, terutama bagi warga yang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah tersebut,” katanya.
Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA30/11/2025 | Humas BAZNAS
Banjir Rendam Padang Pariaman, BAZNAS Sigap Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergerak sigap menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir yang merendam wilayah Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bersama BTB Kabupaten Padang Pariaman langsung menyalurkan bantuan logistik ke warga terdampak. Tim bergerak cepat agar kebutuhan pokok dapat segera diterima masyarakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan pentingnya bantuan cepat tanggap terhadap para korban.
“Pelaksanaan tanggap darurat ini adalah bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat terdampak bencana. Kami berkomitmen membantu meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025).
Hujan yang masih mengguyur wilayah Padang Pariaman membuat tim BAZNAS terus memantau situasi. Mereka memastikan distribusi bantuan tetap berjalan lancar, meskipun kondisi medan basah dan sulit dilalui.
Selain bantuan logistik, kata saidah, tim BAZNAS juga melakukan pendataan warga terdampak untuk menyiapkan bantuan lanjutan, memastikan setiap warga yang membutuhkan mendapatkan bantuan yang sesuai.
Saidah menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi, antara lain Nagari Pulau Aia, Nagari Pauh Kambar, Nagari Kapalo Koto, Nagari Ulakan, Nagari Singai Gimba, Nagari Tapakis, Nagari Surantih, Nagari Kasang, Nagari Bisati, dan Nagari Galapung.
Saidah juga turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi dan mendoakan keselamatan serta kesabaran bagi warga terdampak. Ia menekankan tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.
“BAZNAS turut prihatin atas bencana banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Padang Pariaman. Kami mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para penyintas dan mendukung program-program kemanusiaan BAZNAS agar penanganan bencana bisa berjalan berkelanjutan,” katanya.
Adapun bantuan yang disalurkan mencakup beras, butir telur, dan minyak goreng untuk dapur umum korban banjir. Penyaluran bantuan menggunakan 1 unit ambulance dan 1 unit mobil Hilux, dengan personil dari BTB Provinsi Sumbar dan BTB Kabupaten Padang Pariaman.
Sejumlah nagari terdampak antara lain Kp. Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Nagari Pauh Kambar, dan Nagari Padang Kandang Pulo Air. Luapan air sungai masuk ke rumah-rumah warga hingga halaman sekolah, memaksa anak-anak belajar di ruang darurat atau bahkan terpaksa tidak masuk sekolah sementara waktu.
Bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu korban bencana, donasi dapat disalurkan melalui:
BSI: 900.0055.740
BCA: 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected].
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Perkuat Dakwah Digital Lewat Bimbingan Teknis Kehumasan Zakat di Jatim
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kehumasan Zakat se-Jawa Timur, di Aula Kantor BAZNAS Jatim, Surabaya, Kamis (28/11/2025).
Acara ini bertujuan untuk memperkuat komunikasi publik BAZNAS kepada masyarakat, demi mendorong penguatan dakwah digital zakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) BAZNAS RI, Subhan Cholid, Lc, M.Si, dan Ketua BAZNAS Provinsi Jatim Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si.
Turut hadir, Waka I Drs. KH. Masnuh, MA.; Waka II Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I.; Kabag Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, S.Ag., M.Si., serta pimpinan dan pelaksana BAZNAS kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Kabag Humas BAZNAS RI, Yudhiarma MK, menyampaikan sambutan Sestama BAZNAS RI Subhan Cholid, yang berhalangan hadir, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian integral dari Diklat Z-PR yang rutin digelar setiap pekan.
Menurut dia, di era keterbukaan informasi dan percepatan digital seperti sekarang, kemampuan publikasi, pengelolaan media sosial, dan dokumentasi visual bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebuah kebutuhan penting.
Ia menambahkan, Kantor Digital BAZNAS di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menyampaikan informasi zakat yang efektif, kredibel, dan menarik.
"Melalui bimtek ini, kita tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat sinergi komunikasi publik antar BAZNAS se-Jawa Timur. Ini adalah ruang praktik bersama untuk meningkatkan kualitas penyampaian pesan dan edukasi zakat kepada masyarakat luas," ujar dia.
Yudhiarma menambahkan, selain meningkatkan kapasitas SDM BAZNAS se-Jatim, BAZNAS juga berfokus pada pemahaman mendalam tentang strategi penanganan komunikasi krisis atau Crisis.Communication Management (CCM) yang efektif dan akuntabel, memperkuat peran Kantor Digital BAZNAS sebagai saluran informasi tepercaya di Jawa Timur, membangun jejaring komunikasi dan kolaborasi konten yang solid.
"Serta yang terpenting, mendorong kemandirian komunikasi publik melalui optimalisasi dokumentasi program dan pemanfaatan penuh fitur-fitur digital BAZNAS," ucap dia.
Senada dengan hal itu, Ketua BAZNAS Jatim, Ali Maschan Moesa, turut menekankan bahwa transformasi digital harus diiringi kesiapan SDM dan kehati-hatian dalam mengelola informasi.
“BAZNAS saat ini sangat membutuhkan optimalisasi dan reskilling digital, meskipun masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya percaya pada sistem digital. Kita juga harus jeli menyikapi banyaknya data yang tidak valid. Teknologi digital menawarkan kecepatan, tetapi sisi negatifnya tetap harus diantisipasi,” kata dia.
Ali Maschan menegaskan bahwa humas memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas pesan.
“Kita mendorong publikasi yang cepat, namun tetap mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Salah satu prinsip penting dalam menjaga kualitas adalah akhlak,” ujar Ali.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS
Prof. Ir. Nadratuzzaman Dorong Kepemimpinan Selanjutnya Tetap Jalankan Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat Nasional
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menegaskan pentingnya keberlanjutan transformasi digital dalam tata kelola zakat nasional, terutama menjelang transisi menuju kepemimpinan BAZNAS selanjutnya.
Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Pers Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, yang digelar pada 26–27 November 2025 di Jakarta.
Prof. Nadra menekankan, transformasi digital telah menjadi tulang punggung tata kelola zakat modern. Ia mengingatkan bahwa seluruh fondasi digital yang telah dibangun BAZNAS selama beberapa tahun terakhir harus terus diperkuat oleh pimpinan mendatang maupun oleh BAZNAS daerah di seluruh Indonesia.
“Kita perlu data yang benar, akurat, teliti, dan tepat. Karena laporan BAZNAS bukan hanya pusat, tetapi seluruh Indonesia. Inilah alasan utama mengapa transformasi digital melalui SIMBA harus terus diperkuat,” ucapnya, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, BAZNAS RI telah mengembangkan berbagai infrastruktur digital, mulai dari SIMBA, kanal fundraising digital, modernisasi website Kantor Digital, hingga integrasi data muzaki dan mustahik.
Prof. Nadra menegaskan, seluruh fondasi tersebut merupakan investasi jangka panjang yang tidak boleh dihentikan atau dirombak.
“Investasi digital itu mahal. Jangan sampai kepemimpinan yang baru membongkar apa yang sudah dibangun. Ini bukan soal personal, ini demi BAZNAS dan amanah umat,” jelasnya.
Menutup paparannya, Prof. Nadra kembali menekankan pentingnya menjadikan digitalisasi sebagai standar nasional tata kelola zakat.
“Kanal fundraising harus dibuka seluas-luasnya. Tapi semakin banyak kanal digital, semakin penting sistem keuangan yang rapi. Karena itu digitalisasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan,” ujarnya.
BAZNAS RI berharap kepemimpinan berikutnya dapat melanjutkan dan memperkuat transformasi digital sebagai pondasi tata kelola zakat yang akuntabel, modern, dan berdampak bagi umat.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Distribusikan 6.000 Porsi Sajian Berkah Bergizi untuk Penyintas Longsor di Banjarnegara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, pendistribusian makanan siap saji merupakan respons cepat BAZNAS terhadap kebutuhan pangan warga yang terdampak bencana.
"Dapur umum Bank Makanan BAZNAS telah mulai beroperasi sejak Sabtu (22/11/2025) dan setiap hari menyalurkan sekitar 1.500 paket makanan. Layanan ini menyasar para penyintas yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan dan kondisi lingkungan yang belum aman," jelas Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
"Pendistribusian paket makanan siap saji ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, guna memenuhi gizi mereka di kondisi yang serba terbatas akibat bencana longsor," katanya.
Ia menyampaikan, penyaluran makanan siap saji dilakukan di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, Gedung Haji Desa Pringamba, Gedung Muhammadiyah, hingga rumah-rumah kerabat tempat warga mencari perlindungan. “Kami memastikan distribusi dilakukan secara merata, termasuk ke titik-titik kecil yang dihuni pengungsi mandiri, agar seluruh penyintas memperoleh akses pangan yang memadai,” ucap Saidah.
Ia menambahkan, paket makanan yang dibagikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi dasar para penyintas, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. “Kami ingin memastikan mereka tetap mendapatkan asupan yang cukup meski dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Menurut dia, pendistribusian ribuan paket makanan ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat dapat bergerak cepat membantu masyarakat yang sedang berada dalam situasi darurat. Ia menegaskan, zakat memiliki peran penting dalam membantu masyarakat di situasi darurat.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, layanan dapur umum BAZNAS akan tetap beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan hingga masa tanggap darurat selesai. "Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus melakukan pemantauan kondisi para penyintas di lapangan untuk memastikan bantuan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan terkini," ujar Saidah.
Dalam kesempatan tersebut, Saidah juga mengapresiasi para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS, khususnya dalam membantu masyarakat yang terkena bencana, termasuk di Banjarnegera. “Bencana ini ujian bagi kita semua. Amanah dari para muzaki inilah yang memungkinkan kami bergerak cepat memberikan layanan terbaik untuk membantu masyarakat terdampak,” katanya.
Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) di ajang Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Langkah ini menjadi dorongan besar percepatan digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh pelaporan BAZNAS ke depan wajib melalui SIMBA sebagai standar nasional. Ia mengakui transformasi digital awalnya penuh tantangan, terutama di daerah dengan keterbatasan perangkat dan jaringan. “Dulu masih banyak yang hanya pakai HP dan sinyalnya terbatas, tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Kita ingin semua daerah bisa tembus,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya AI. Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang kini membuat BAZNAS semakin dilirik dunia.
“AI ini luar biasa, tapi jangan sampai kita dimanipulasi. Bisa saja dibuatkan suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec, Ph.D., menjelaskan bahwa SIMBA kini lebih kuat, lebih cepat, dan memiliki standar keamanan setara perbankan. Menurutnya SIMBA bukan sekadar sistem laporan, tetapi alat memantau perjalanan mustahik hingga mandiri.
“Data sekarang sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu SIMBA kita bangun ulang supaya lebih aman dan lincah,” jelasnya.
Prof. Nadra menyebut SDM daerah masih menjadi tantangan utama dalam transformasi digital. Banyak lembaga daerah belum memiliki staf IT, sehingga peningkatan kapasitas dilakukan bertahap. Meski demikian, dukungan lembaga teknologi global membantu memperkuat tim digitalisasi BAZNAS secara nasional.
“Tidak bisa langsung semuanya mahir. Kami latih pelan-pelan,” katanya.
Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 juga menghadirkan berbagai inovasi digital dari BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global. Peserta disuguhkan teknologi berbasis AI, cloud, serta aplikasi zakat yang memperkuat ekosistem digital BAZNAS.
Dengan modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya membangun tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi percepatan digitalisasi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan pengelolaan zakat modern di tingkat global.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bangun Generasi Berilmu dan Berakhlak melalui Pembinaan Beasiswa Zakat Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong para penerima manfaat Beasiswa Zakat Indonesia untuk menyiapkan masa depan secara visioner, kompeten, dan berintegritas. Hal ini disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., dalam kegiatan Pembinaan Nasional I Penerima Beasiswa Zakat Indonesia Sesi Yogyakarta, Sabtu, (22/11/2025).
Program ini merupakan inisiasi BAZNAS RI bersama Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI serta berkolaborasi dengan mitra strategis dan Lembaga Pengelola Zakat di seluruh Indonesia sebagai gerakan kolektif untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi dan peningkatan kualitas SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Turut hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA.; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.; Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian; serta perwakilan pimpinan Lembaga Pengelola Zakat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saidah Sakwan menegaskan pentingnya kesadaran diri para penerima beasiswa sebagai generasi terpilih yang telah melewati proses seleksi ketat. “Kalian adalah orang-orang terpilih dari ribuan anak yang punya harapan yang sama. Jadi saya patut bersyukur, saya patut bangga dan saya mengucapkan selamat untuk kalian semua,” ujarnya.
Saidah menyampaikan, langkah awal membangun masa depan adalah menuliskan rencana dan target dengan jelas. “Mulai hari ini, tolong buat CV kalian untuk 10 tahun ke depan. 10 tahun ke depan itu harus kita tulis hari ini,” tegasnya.
Ia menekankan empat pilar penting untuk menjadi generasi unggul, yaitu pengetahuan, hard skill dan soft skill, jaringan, serta sikap atau attitude.
“Knowledge itu harus betul-betul kalian kuasai secara profesional. Kalau kalian menjadi orang pintar yang menguasai, itu dapat komparatif value,” ungkapnya.
“Network, cari teman baru yang produktif, yang substantif, yang impactful,” tambahnya.
Saidah mengingatkan, kecerdasan tanpa akhlak tidak membawa kebermanfaatan. “Mau orang pinter setinggi apa pun, tapi kalau attitudenya tidak baik, itu menjadi disincentive,” ujarnya.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi pribadi yang memberi dampak positif. “Jadilah problem solver, jangan menjadi problem.”
Saidah menutup arahannya dengan pesan agar para penerima beasiswa sungguh-sungguh menempuh jalan ilmu. “Siapapun yang menempuh jalan ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga. Yakinlah bahwa masa depan kalian itu akan lebih baik,” pesannya.
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu,” tambahnya.
BAZNAS RI berkomitmen untuk terus menjadi lembaga utama dalam menyejahterakan dan mencerdaskan umat melalui program pemberdayaan pendidikan.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS: Kitab Syekh Nawawi Majene Relevan untuk Tata Kelola Zakat Modern
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, dalam acara Kick-Off Program dan Seminar Peluncuran Penelitian bertajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip”, di The Hall, Kampus UNU Yogyakarta, Sabtu, (22/11/2025).
BAZNAS RI bersama Shafiec Research Center Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, dan Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, meluncurkan program penelitian dan tahqiq atas kitab Fiqh al-Zakat karya ulama Nusantara, Syekh Nawawi Yahya Abdul Razak Majene.
Program ini dikemas dalam tajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip". Pelaksanaan kickoff yang juga dirangkai dengan seminar publik tersebut dihadiri sekitar 120 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen, pimpinan kampus, serta para pemangku kepentingan zakat nasional.
Pada focus group discussion (FGD) oleh para ahli, Saidah menyebut kandungan fikih dalam manuskrip berpotensi memperkaya kebijakan zakat nasional, menjawab tantangan kontemporer pengelolaan zakat, serta dapat menjadi sumber otoritatif alternatif dalam diskursus fikih zakat.
"Bagi BAZNAS, nilai historis menjadi sangat penting buat kita. Yang pertama, kami ingin menghidupkan tradisi keilmuan ulama Nusantara. Ini betul-betul harus kita kaji, harus kita tulis ulang, harus kita tahqiq, harus kita terbitkan dan sosialisasikan. Nanti akan diterjemahkan, supaya akses publik dapat terfasilitasi. Kemudian yang kedua, kami ingin memberikan kontribusi terhadap historiografi intelektual zakat dan menjadi sumber otoritatif alternatif dalam diskursus fikih zakat," ujar Saidah.
Saidah melanjutkan, kajian ini dapat bermanfaat bagi pengelolaan zakat BAZNAS, dan dapat mendorong potensi zakat yang mencapai Rp327 triliun. BAZNAS juga memiliki mandat pengelolaan dan pengembangan keilmuan zakat.
"Ini menjadi bagian penting bagi kita, karena kita melihat harus ada kepentingan dengan tata kelola zakat. Konteks ini jadi bagian penting mengapa BAZNAS mengambil inisiatif ini, karena BAZNAS mempunyai moral obligation," ucap dia.
Saidah menambahkan, BAZNAS juga ingin memperkuat basis nash, dalil, dan metodologi zakat Indonesia.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Rektor UNU Yogyakarta, Dr Suhadi Cholil, turut hadir membuka kegiatan. Suhadi mengatakan, kolaborasi yang terjadi sangat luar biasa antara BAZNAS RI, UNU Yogya, UIN Sunan Kalijaga dan UIN Jakarta.
Aspek sosial ekonomi, juga adanya masukan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia juga Inggris, menjadikan penelitian ini dirasakan juga sangat penting untuk masyarakat secara lebih luas.
"Penelitian ini sangat relevan bagi Indonesia, karena kita belum memiliki panduan terkait zakat. Bagaimana tatanan kemasyarakatan modern ada dalam kitab tersebut. Kerja akan dimulai segera dan di Desember akan mulai FGD untuk penelitian kitab ini," ucap dia.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI, UNU, Pascasarjana UIN Jakarta dan UIN Yogya, Teliti Kitab Zakat Syekh Nawawi Majene
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Shafiec Research Center Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan Pascasarjana UIN Jakarta berkolaborasi dalam penelitian dan tahqiq (penyuntingan kritis) bertajuk “Jejak Ulama: Merawat Ilmu dalam Manuskrip".
Kick-Off Program dan Seminar Peluncuran Penelitian ini diadakan di The Hall, Lantai 5, Kampus UNU Yogyakarta, Sabtu, (22/11/2025), diisi dengan kegiatan focus group discussion (FGD) para ahli, serta seminar publik dan peluncuran program.
Riset ini bertujuan untuk mendalami penelitian berbasis data dan tahqiq Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene, yang menjadi warisan keilmuan penting dalam studi filantropi Islam Nusantara.
Syekh Nawawi Majene, ulama Indonesia lulusan Al-Azhar menulis Fiqh al-Zakat dalam 10 jilid sekitar tahun 1980. Karya setebal kurang lebih 6.000 halaman itu menjadi salah satu telaah paling komprehensif tentang zakat yang pernah lahir dari Asia Tenggara.
Selain itu, juga untuk menyatukan para pemangku kepentingan seperti regulator zakat dan akademisi dalam merumuskan arah penelitian dan kebijakan berbasis pengetahuan, serta menumbuhkan kesadaran publik dan mahasiswa tentang urgensi preservasi ilmu Islam klasik serta relevansinya dengan pengembangan filantropi modern.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. mengatakan rekonstruksi kitab zakat Syekh Nawawi Majene sangat penting untuk menggali landasan fikih karena Indonesia merupakan negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia serta enam kali menjadi negara terdermawan di dunia versi World Giving Index.
Selain itu, hal tersebut juga diharapkan dapat mendorong potensi zakat yang mencapai Rp327 triliun. "Karya Syekh Nawawi Majene adalah tonggak penting dalam fikih zakat yang bukan hanya berbicara hukum, tetapi keadilan sosial dan pembangunan. Tugas kita adalah menghidupkannya kembali," ucap Kiai Noor.
Menurut dia, Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene, adalah seorang penulis terkait dengan zakat lebih dari dua ribu judul. "Maka dari itu kami sangat tertarik untuk membahasnya. Berdasarkan pendapat Syekh Nawawi, kalau orang Islam bayar zakat semua, maka yang diharapkan oleh umat akan terbantu realisasinya. Berdasarkan hitungan kami ada 327 triliun rupiah potensi zakat yang bisa digali," kata Noor.
Hal ini pula yang membuat BAZNAS ingin membahas sekaligus menyosialiasikan, sehingga ada pengaruh dan berkahnya untuk umat.
"Sehingga perlu dikaji, ditulis ulang, diterjemahkan, tahqiq, diterbitkan dan disosialisasikan ke masyarakat. Ini bagian penting dari tugas BAZNAS. Kitab ini diharapkan bisa menjadi salah satu referensi utama tata kelola zakat karena BAZNAS menerapkan prinsip 'tiga A' yaitu aman syar'i, regulasi, dan NKRI," ujar Noor Achmad.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyambut baik kolaborasi yang tercipta. Menurut dia, kolaborasi ini bermula saat para mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga diberi tugas oleh dosen mencari literatur Nusantara terkait filantropi. Salah satu dari mereka kemudian mencari referensi tentang zakat fitrah, dan menemukan tulisan Syekh Nawawi yang membahas zakat fitrah hampir 270 halaman.
BAZNAS pun lantas tertarik untuk mengkajinya sebagai landasan referensi dalam tata kelola zakat.
"Bagi BAZNAS, kenapa ini penting perlu dikontekstualisasi dan direkonstruksi, karena bagi BAZNAS dan seluruh pengelola zakat di Indonesia, butuh landasan epistemologis dan ontologis, sebagai fondasi untuk berpijak bagi tata kelola zakat di Indonesia," ujar Saidah.
Turut hadir sebagai keynote speaker pada acara ini, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur mewakili Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS, Shafiec UNU Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan Pascasarjana UI, berupaya menunjukkan bahwa pengetahuan Islam, ketika dihidupkan kembali dan diadaptasi secara kontekstual, dapat menjadi fondasi bagi keadilan sosial, keberlanjutan, dan kemajuan filantropi Islam di Indonesia dan dunia Muslim pada umumnya.
BERITA22/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Raih Penghargaan Lembaga Filantropi Terbaik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meraih penghargaan “Lembaga Filantropi Terbaik” dalam ajang Medan Sharia Investor City (MAINSTORY) 2025.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas kontribusi besar BAZNAS dalam pertumbuhan investor syariah melalui program Zakat dan Sedekah Saham Syariah.
Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, yang mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM, pada acara penganugerahan di Grand Ballroom JW Marriott, Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/11/2025).
"Alhamdulillah, BAZNAS sangat bersyukur atas capaian sebagai Lembaga Filantropi Terbaik ini. Penghargaan ini, tentunya menjadi sebuah pengakuan atas kontribusi BAZNAS, serta dapat memacu BAZNAS untuk terus memberikan yang terbaik di setiap programnya," ujar Fitriansyah.
Program Zakat dan Sedekah Saham Syariah BAZNAS dinilai sebagai inisiatif filantropi paling progresif dengan capaian penghimpunan tertinggi di antara lembaga filantropi lainnya.
Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam memperluas ekosistem filantropi syariah dan memperkenalkan instrumen pasar modal sebagai sarana kebaikan yang berkelanjutan.
"BAZNAS menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki, donatur, investor syariah, serta para mitra strategis atas dukungan yang telah diberikan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BAZNAS untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat, memperkuat kolaborasi, dan memastikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi mustahik," kata Fitriansyah.
Prestasi ini melengkapi keberhasilan BAZNAS yang beberapa kali dinobatkan sebagai Lembaga Filantropi Terbaik dalam berbagai ajang penghargaan.
Acara MAINSTORY 2025 dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara industri pasar modal dan sektor real dalam memperkuat ekonomi syariah nasional serta meningkatkan literasi investasi syariah di masyarakat.
BERITA21/11/2025 | Humas BAZNAS
Rumah Sehat BAZNAS Berikan Pelatihan Pertolongan Pertama Kepada Teman Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Yogyakarta bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bantul mengadakan kegiatan edukasi dan praktik pertolongan pertama dasar di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul, Rabu (19/11/2025).
Program ini bertujuan untuk membekali penyandang disabilitas tentang keterampilan dasar dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus gawat darurat sebelum mendapatkan pertolongan medis. Dalam kegiatan ini BAZNAS juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi para peserta untuk meningkatkan asupan gizi mereka.
Menurut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, memberikan pelatihan pertolongan pertama gawat darurat inklusif ini sangat penting untuk teman disabilitas.
“Mengingat pertolongan pertama sangat penting dipahami dan dikuasai oleh orang awam apalagi teman disabilitas, sehingga perlu dilakukan pendekatan yang tepat salah satunya melalui praktik langsung ini,” ujar Saidah, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/11/2025).
Disabilitas merupakan bagian dari kelompok sosial di masyarakat dengan berbagai macam keterbatasan. Melalui kegiatan pelatihan pertolongan pertama ini, Saidah berharap bisa membantu mereka untuk lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi situasi darurat sehari-hari.
“Kegiatan ini bukan hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” terang Saidah.
Saidah menilai program pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat Inklusif yang dimiliki oleh Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta ini sangat menginspiratif.
“Dengan dukungan dari BAZNAS RI, program ini diharapkan dapat terus dilakukan dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak penyandang disabilitas untuk belajar dan merespons keadaan darurat secara efektif, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” kata Saidah.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi pertolongan pertama dasar untuk awam oleh Tim PMI Kabupaten Bantul. Selanjutnya, teman disabilitas diajak untuk praktik melakukan pertolongan pertama dasar pada beberapa kasus seperti penurunan kesadaran, pendarahan, patah tulang, dan tersedak.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Lanjutkan Evakuasi dan Penyajian Dapur Umum untuk Korban Longsor Banjarnegara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melanjutkan proses evakuasi dan penyajian dapur umum untuk penanganan darurat bencana tanah longsor, di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, sebanyak 750 porsi disajikan di layanan dapur umum di Desa Beji, Kecamatan Pandanarum setiap hari, untuk memastikan kebutuhan pangan bagi para penyintas tetap terpenuhi.
Sedangkan untuk dapur air, disediakan di Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba, dengan sebanyak 150 paket per hari.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas bencana tanah longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara. Ia menyebut, kejadian ini sebagai ujian berat bagi masyarakat dan menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus berada di garis depan membantu warga terdampak.
"Longsor yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Banjarnegara, meninggalkan dampak besar bagi masyarakat. Karena itu, BAZNAS bergerak cepat untuk mendukung pencarian korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Saidah menjelaskan, bencana tanah longsor di Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara dipicu hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan tebing runtuh dan menimpa area perkebunan, persawahan, hingga permukiman warga di sekitar lokasi.
"Tim BTB sudah bergerak sejak laporan kejadian diterima. Operasi SAR dimulai dari Posko Induk Pandanarum dengan fokus pencarian pada sektor yang dinilai paling terdampak. Tim BAZNAS bekerja bersama BNPB dan unsur relawan lainnya, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah," jelasnya.
Lebih lanjut, Saidah menjelaskan, layanan dapur umum dan dapur air BAZNAS telah disiapkan untuk memastikan para penyintas mendapatkan makanan siap santap selama masa penanganan bencana. Banyak warga, ujar dia, kehilangan akses terhadap pangan setelah permukiman mereka tertimbun material longsor.
"Setiap hari, dapur umum mampu menyiapkan sekitar 750 porsi makanan untuk penyintas dan relawan. Layanan air bersih juga disalurkan melalui dapur air yang ditempatkan di dua titik, yakni Gedung IPHI Pos Pengungsian Pring Amba dan Pos Dusun Temon. Masing-masing titik menyediakan 150 paket air bersih untuk kebutuhan konsumsi," jelasnya.
Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS RI tidak berhenti pada tahap tanggap darurat. Setelah proses pencarian dan evakuasi, BAZNAS akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung pemulihan warga terdampak.
“BAZNAS akan tetap bersama masyarakat. Komitmen kami adalah memastikan amanah zakat benar-benar menjadi penolong bagi warga dalam situasi apa pun, termasuk di masa bencana. Kami akan tetap berada di lapangan selama diperlukan dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Saidah, tim BAZNAS Tanggap Bencana masih berada di lokasi terdampak untuk mendukung operasi pencarian, asesmen, serta pendistribusian bantuan. "Pemantauan terhadap potensi longsor susulan juga dilakukan guna memastikan keselamatan seluruh tim dan penyintas," ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Saidah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil. Ia juga mengajak masyarakat turut membantu para penyintas longsor di Banjarnegara dengan memberikan dukungan melalui kanal donasi yang telah dibuka BAZNAS.
Mari langitkan doa dan bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS: wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Berikan Santunan dan Bantuan Paket Sembako untuk Penyintas Longsor di Cilacap
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berasama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah memberikan santunan dan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS terhadap situasi darurat bencana di Cilacap, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, kami telah menyalurkan bantuan tahap awal berupa santunan keluarga untuk korban meninggal dunia dan paket sembako kepada para penyintas di Majenang, Cilacap," ujar Saidah Sakwan, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Saidah menyampaikan, bencana longsor yang terjadi di Cilacap telah merusak puluhan rumah dan infrastruktur, membuat warga harus mengungsi. Banyak warga kehilangan akses terhadap makanan dan pendapatan harian akibat terputusnya aktivitas ekonomi.
Menurut dia, dalam situasi seperti ini, bantuan sembako dan finansial menjadi krusial agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
“Ketika rumah terdampak dan aktivitas warga terhenti, mereka langsung mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan. Karena itu, BAZNAS bergerak cepat memberikan bantuan sembako agar kebutuhan dasar tidak terputus,” kata Saidah.
Selain paket pangan, lanjut Saidah, santunan juga diberikan kepada keluarga korban meninggal. Saidah menilai, bantuan tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi melalui paket sembako. “Santunan ini diharapkan dapat membantu keluarga korban bencana melewati masa sulit ini dengan tetap memiliki pegangan,” katanya.
Di samping itu, BAZNAS juga menyediakan fasilitas toilet portabel untuk memenuhi kebutuhan sanitasi darurat. Menurut Saidah, keberadaan sarana tersebut sangat krusial dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan warga di tengah minimnya sarana sanitasi di lokasi bencana.
Lebih lanjut, Saidah menegaskan, BAZNAS akan terus mendampingi masyarakat Majenang hingga masa tanggap darurat selesai. Seluruh bentuk bantuan, lanjutnya, akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
“BAZNAS berkomitmen untuk tetap mendampingi warga Cilacap dalam setiap tahapan penanganan bencana. Kami memastikan setiap bentuk bantuan, baik sembako, santunan, maupun layanan dasar dapat menjawab kebutuhan aktual yang muncul di lapangan,” ucap Saidah.
Sebelumnya, Tim BAZNAS Tanggap Bencana telah diterjunkan ke lokasi longsor untuk membantu proses pencarian korban. Selain itu, layanan kesehatan, dapur umum, hingga bantuan air bersih juga telah disalurkan bagi penyintas dan petugas di lapangan.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS
LSP BAZNAS Raih Penghargaan BNSP, Perkuat Profesionalisme Amil Zakat Nasional
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menorehkan prestasi setelah menerima penghargaan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Penghargaan ini diberikan atas konsistensi LSP BAZNAS dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu, khususnya pada aspek pemeliharaan kompetensi dan pemantauan kinerja asesor kompetensi. Prestasi ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam menghadirkan proses sertifikasi amil zakat yang kredibel, profesional, dan berintegritas.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyambut baik penghargaan tersebut dan menilai pencapaian ini sebagai bagian penting dari upaya nasional meningkatkan kualitas SDM pengelola zakat.
“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa BAZNAS terus berupaya memperkuat kompetensi amil di seluruh Indonesia. SDM yang kompeten adalah fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang amanah dan berdampak,” ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan, peningkatan kualitas amil melalui sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan tata kelola zakat nasional.
“Kami ingin memastikan setiap amil memiliki standar kompetensi yang sama, terukur, dan diakui secara nasional. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap lembaga zakat,” katanya.
Lebih jauh, Kiai Noor menambahkan, BAZNAS akan terus memperluas akses sertifikasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan pelaksanaan asesmen berbasis digital.
“Melalui inovasi digital, sertifikasi dapat dijangkau oleh amil di berbagai daerah, termasuk wilayah yang sulit diakses. Tujuannya agar profesionalisme amil dapat merata di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, BAZNAS menaruh perhatian besar pada pembenahan kualitas SDM zakat melalui pelatihan berkelanjutan, standardisasi kompetensi, dan penerapan sistem mutu berskala nasional. Dengan diraihnya penghargaan dari BNSP, BAZNAS berharap terjadi percepatan penguatan ekosistem kompetensi zakat sehingga proses penghimpunan dan pendistribusian zakat dapat dijalankan lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.
BERITA19/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Distribusikan 1.500 Porsi Makanan Siap Saji untuk Pengungsi Longsor Banjarnegara
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan sedikitnya 1.500 porsi makanan siap saji bagi para penyintas bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.
Sejak Senin (17/11/2025), tim BTB bersama relawan daerah melakukan asesmen kebutuhan, pendataan pengungsi, dan koordinasi dengan posko induk serta pemerintah desa. Dengan jumlah pengungsi yang mencapai ratusan jiwa, BAZNAS mendirikan dapur umum yang menyiapkan hingga 1.500 porsi makanan dan masih akan terus bertambah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan, pihaknya menempatkan pemenuhan kebutuhan pangan sebagai prioritas utama untuk menjaga ketahanan para penyintas selama fase tanggap darurat berlangsung dan sebelum situasi kembali kondusif untuk beraktivitas seperti biasa.
“BAZNAS memastikan para penyintas mendapatkan makanan hangat dan layak konsumsi setiap hari, karena kondisi mereka masih sangat rentan dan membutuhkan dukungan penuh untuk bisa bertahan dalam situasi darurat yang belum dapat diprediksi kapan mereda,” ujar Saidah di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Saidah menjelaskan, keberadaan dapur umum dan dapur air di lokasi terdampak juga menjadi dukungan penting bagi tim relawan dan petugas pencarian, mengingat proses evakuasi korban tertimbun longsor dilakukan dalam tekanan cuaca yang tidak bersahabat.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan ini menyentuh seluruh penyintas, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, ibu, dan lansia, sehingga mereka tetap mendapatkan perhatian khusus di tengah situasi kebencanaan yang kompleks dan membutuhkan respon cepat dari banyak pihak,” ucapnya.
Ia menambahkan, BAZNAS terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan pola layanan sesuai kebutuhan harian masyarakat terdampak. Kebutuhan logistik dan kondisi lapangan setiap saat dapat berubah, sehingga koordinasi dengan semua unsur di posko induk menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan selama masa tanggap darurat masih berjalan.
“Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar penyintas terpenuhi secara konsisten di tengah situasi yang belum stabil, sehingga mereka tetap memiliki kekuatan fisik dan ketenangan dalam menghadapi kondisi yang penuh ketidakpastian,” katanya.
Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana dengan bersedekah melalui Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS, dengan transfer melalui:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA18/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Raih Customer Service Champion 2025 dari Majalah SWA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih penghargaan Customer Service Champion 2025 dari Majalah SWA. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya BAZNAS meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan hubungan dengan para muzaki dalam penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti penguatan layanan yang selama ini dijalankan BAZNAS. Menurutnya, layanan yang baik merupakan kunci untuk menjaga kepercayaan muzaki.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pelayanan. Layanan Muzaki bukan hanya kanal transaksi zakat, tetapi juga sarana membangun kedekatan dan memberikan pengalaman berzakat yang lebih baik bagi para muzaki,” ujar Rizaludin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas engagement menjadi fokus utama dalam strategi pengumpulan BAZNAS. Langkah tersebut dilakukan melalui layanan yang responsif, edukatif, dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan muzaki melakukan konsultasi zakat maupun berdonasi secara lebih cepat dan nyaman.
“Kami berupaya menghadirkan layanan yang mudah dijangkau dan informatif. Mulai dari konsultasi zakat, pendampingan program, hingga berbagai kanal digital yang mempermudah muzaki mengakses layanan BAZNAS,” ungkapnya.
BAZNAS menilai bahwa penguatan hubungan dengan muzaki berkontribusi besar terhadap peningkatan kepercayaan publik. Selain itu, inovasi layanan juga dinilai berpengaruh pada efektivitas penghimpunan dana ZIS yang dikelola lembaga tersebut.
Rizaludin menambahkan, BAZNAS akan terus memperluas kanal layanan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk memastikan muzaki mendapatkan pelayanan yang lebih profesional. “Ke depan, kami berkomitmen terus memperbaiki layanan agar muzaki semakin yakin bahwa dana mereka dikelola secara amanah dan tepat sasaran,” ujarnya.
Penghargaan Customer Service Champion diberikan setiap tahun oleh SWA kepada lembaga atau perusahaan yang dinilai memiliki kualitas layanan pelanggan terbaik di bidangnya. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap upaya perbaikan layanan publik yang dilakukan BAZNAS selama beberapa tahun terakhir.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS dan PT Paragon Technology and Innovation Beri Pelatihan Menjahit Bagi Mustahik di Semarang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation, dan BAZNAS Kabupaten Semarang menyelenggarakan Pelatihan Menjahit bagi Pemula di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Muslimat NU Kabupaten Semarang, Rabu (13/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Paradaya Movement, hasil kolaborasi antara BAZNAS dan PT Paragon Technology and Innovation.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pendayagunaan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Visi BAZNAS adalah menjadi lembaga utama menyejahterakan umat. Maka yang harus kita sejahterakan hari ini adalah para peserta pelatihan vokasi, karena kesejahteraan mereka adalah bagian dari perjuangan BAZNAS,” ujar Saidah.
Ia menambahkan, pelatihan menjahit ini tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga pembinaan karakter dan etos kerja. “Yang membedakan pelatihan BAZNAS dengan yang lain adalah pembinaan attitude. Peserta tidak hanya dilatih menjahit, tapi juga dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, berakhlak baik, dan bertanggung jawab. Zakat harus menjadi energi yang menumbuhkan semua pihak—peserta, perusahaan, dan masyarakat,” tegasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang, dan akan berlangsung selama 18 hari, mulai 3 hingga 22 November 2025. Seluruh peserta akan mendapatkan materi keterampilan menjahit dasar, uang saku, konsumsi, serta sertifikat pelatihan, dan berpeluang untuk bekerja di perusahaan garmen mitra yang beroperasi di Kabupaten Semarang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Semarang H. Khadik Faisol, S.Sos. menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
“Lima perusahaan garmen di Kabupaten Semarang telah berkomitmen untuk menyerap lulusan pelatihan ini. Kami mohon doa restunya agar pelatihan berjalan lancar dan seluruh peserta lulus dengan baik. Terima kasih kami sampaikan kepada PT Paragon yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, semoga kerja sama ini terus berlanjut,” ungkap Khadik.
Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafidz, M.Ag. juga mengapresiasi sinergi antara BAZNAS, Muslimat NU, dan PT Paragon dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian.
“Pelatihan ini membuka peluang ekonomi sekaligus melatih kemandirian. Kita ingin para peserta bukan hanya menjadi karyawan, tapi juga mampu berwirausaha dan menjadi tuan atas diri sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., melalui Asisten Kesra Asef Mulyana, S.T., M.M., menyampaikan bahwa program seperti ini sangat strategis bagi masyarakat.
“Pelatihan menjahit ini bukan hanya memberikan keterampilan, tapi juga membuka peluang bagi peserta untuk mencapai kemandirian ekonomi. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan di Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas kerja dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang, serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA17/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Hadirkan Layanan Kesehatan dan Dapur Umum untuk Korban Longsor di Cilacap dan Garut
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat memberikan layanan kesehatan darurat dan membuka dapur umum di dua lokasi terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap dan Garut.
Bencana melanda dua wilayah tersebut setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Cilacap dan Garut selama beberapa hari. Longsor di Cilacap menimpa rumah warga. Sementara di Garut longsoran besar menutup akses jalan dan merusak jembatan utama, menyebabkan aktivitas warga di dua desa terhenti dan kebutuhan logistik sulit dijangkau.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menjelaskan, sejak laporan pertama diterima, BAZNAS mengirim tim BTB untuk memberikan layanan kesehatan, membuka dapur umum, serta mendukung pemenuhan kebutuhan pokok warga yang terdampak.
“BAZNAS langsung mendirikan dapur umum dan memberikan layanan kesehatan di dua titik bencana tersebut, sehingga warga dapat menerima bantuan makanan siap saji dan pemeriksaan kesehatan secara cepat,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (16/11/2025).
Saidah mengatakan, di Cilacap tim BAZNAS membuka dapur air, memberikan layanan medis dasar, serta mendukung logistik kesehatan bagi tim SAR gabungan. Kegiatan ini membantu para penyintas yang membutuhkan pendampingan kesehatan setelah terpapar kondisi cuaca buruk dan situasi darurat berkepanjangan.
“Di Garut, BAZNAS mendirikan dapur umum yang memasak ratusan porsi per hari untuk warga dan relawan, serta menyediakan dukungan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan medis karena jalur utama terputus,” ucap Saidah.
Saidah menuturkan bahwa layanan kesehatan lapangan juga diberikan kepada warga lansia, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya yang membutuhkan pemeriksaan cepat. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya penyakit akibat lingkungan lembap dan cuaca ekstrem.
“Selain itu, BAZNAS juga memastikan penyediaan air bersih dan fasilitas kebersihan bagi warga, agar kondisi darurat ini tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar,” kata Saidah.
Saidah menekankan bahwa keberadaan dapur umum dan layanan kesehatan merupakan intervensi penting dalam masa tanggap darurat, terutama ketika akses logistik dan fasilitas kesehatan formal masih terhambat oleh kondisi lapangan.
“Kami berharap sinergi antara BAZNAS, relawan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus terjaga sehingga dukungan kemanusiaan dapat berjalan optimal. BAZNAS akan terus hadir mendampingi warga hingga situasi kembali aman dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” katanya.
BERITA16/11/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Kerahkan BTB Tangani Longsor di Cilacap
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengerahkan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk bergerak cepat menangani bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Longsor yang dipicu hujan deras dan kondisi perbukitan yang kritis itu menimbun permukiman warga dan menyebabkan puluhan orang masih dinyatakan hilang. Adapun wilayah yang terdampak berada di Desa Cibeunying, Dusun Cibuyut dan Tarukahan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan, BAZNAS memberikan perhatian besar dan akan terus mendampingi penanganan hingga masa tanggap darurat selesai.
"Saat ini, prioritas utama adalah mendukung operasi SAR karena masih ada sekitar 21 warga yang belum ditemukan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/11/2025).
Saidah mengatakan, BTB sudah berada di lokasi sejak laporan diterima. Tim BTB langsung melakukan asesmen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, POLRI, pemerintah daerah setempat, dan unsur relawan lainnya untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan BPBD, terkait kebutuhan mendesak dalam operasi pencarian dan pertolongan di masa golden time ini. Kami terus upayakan sampai seluruh korban ditemukan,” ujar Saidah.
Pada tahap awal penanganan, lanjut Saidah, BTB fokus membantu membuka akses di titik-titik yang tertutup material longsor. Tim juga melakukan pemetaan potensi longsor susulan serta memastikan jalur evakuasi aman dilewati tim SAR maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Menurutnya, upaya ini penting mengingat material tanah dan bebatuan yang turun tidak hanya menutup akses jalan desa, tetapi juga menghambat pergerakan alat berat serta tim pencari di lapangan. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. “Potensi longsor lanjutan masih perlu diwaspadai karena kondisi tanah yang jenuh air,” ucapnya.
Saidah menegaskan, BAZNAS akan terus berada di lokasi hingga masa tanggap darurat selesai ditetapkan oleh pemerintah daerah. Ia berharap, keberadaan tim BTB dapat membantu meringankan beban masyarakat dan memperkuat upaya penanganan.
Ia menambahkan, setelah masa tanggap darurat berakhir, BAZNAS juga berkomitmen memberikan bantuan lanjutan bagi warga terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
“Setelah proses pencarian korban selesai. BAZNAS siap menyalurkan bantuan lanjutan, mulai dari paket logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan untuk memulihkan kehidupan ekonomi warga,” ujar Saidah.
Lebih lanjut, Saidah juga mengapresiasi seluruh personel BTB dan unsur SAR lainnya yang terus berjibaku di lokasi bencana. Menurutnya, cuaca yang tidak menentu serta medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri, namun seluruh tim tetap bekerja maksimal.
“Hingga kini proses pencarian masih berlangsung. BAZNAS memastikan perkembangan penanganan akan diperbarui secara berkala. BAZNAS akan terus bersama warga Cilacap sampai situasi benar-benar aman,” tutur Saidah.
BERITA16/11/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →