Berita Terbaru
BAZNAS RI Targetkan Pengumpulan ZIS Ramadan 2026 Rp515 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadan 2026 M/1447 H sebesar Rp515 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., pada "Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026, Zakat Menguatkan Indonesia" yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, target pengumpulan tersebut bukan semata-mata angka, melainkan bentuk ikhtiar BAZNAS dalam memperluas manfaat zakat bagi mustahik di seluruh Indonesia. Ia mengatakan, peningkatan target pengumpulan ZIS tersebut didorong oleh tren positif kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat, khususnya pada momentum Ramadan.
"Target Rp515 miliar itu hanya untuk di BAZNAS RI (pusat) saja. Terkait sumber penghimpunan, kami memproyeksikan kontribusi besar berasal dari perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak perusahaan yang menyatakan komitmen untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dari sinilah kami berani menetapkan target Rp515 miliar. Angka ini memang terbilang berani, namun landasan dan alasannya kuat," jelas Kiai Noor.
Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga kekuatan kolektif umat untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. "Melalui momentum Ramadan, kami berharap partisipasi masyarakat dalam berzakat melalui BAZNAS semakin meningkat,” ujar Kiai Noor.
Ia menegaskan, dana ZIS yang terhimpun akan dikelola secara amanah dan profesional serta diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi mustahik, mulai dari bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana.
Kiai Noor juga berharap, meningkatnya kepercayaan publik terhadap BAZNAS dapat mendorong zakat untuk memperkuat Indonesia. “Kami ingin zakat hadir sebagai solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa, sekaligus berkontribusi dalam menguatkan Indonesia, khususnya pada penanganan dan pemulihan pascabenca,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan, upaya pencapaian target Rp515 miliar akan didorong melalui peningkatan kualitas dan kemudahan layanan kepada para muzaki.
“Pada Ramadan tahun ini, kami memperkuat berbagai kanal pembayaran zakat yang lebih mudah diakses masyarakat, baik melalui platform digital maupun layanan konvensional," ujar Rizaludin.
Ia menjelaskan, penguatan layanan digital dilakukan melalui optimalisasi kanal pembayaran zakat di website BAZNAS, platform daring, serta kerja sama dengan perbankan dan penyedia layanan keuangan digital. "Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perkotaan dan generasi muda," ujar Rizaludin.
Selain itu, lanjut Rizaludin, BAZNAS juga akan memperluas layanan jemput zakat serta membuka gerai-gerai zakat di berbagai titik strategis, seperti di pusat pembelanjaan (mal) untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pendampingan langsung.
“Kami terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha milik negara, sektor swasta, hingga komunitas masyarakat agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat tergali lebih optimal,” kata Rizaludin.
Lebih lanjut, ia menegaskan, kepercayaan publik menjadi faktor kunci dalam pengelolaan dana ZIS. Oleh karena itu, BAZNAS berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan dana. “Kami berpegang teguh pada prinsip 3A, yakni Aman syar’i, Aman regulasi, dan Aman NKRI, dalam mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya,” tegas Rizaludin.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM, beserta para amil dan amilat BAZNAS.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Tanggap Bencana Terus Lakukan Evakuasi dan Penanganan Darurat Longsor Bandung Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Longsor yang dipicu hujan deras sejak siang hingga malam hari, mengakibatkan luapan air bercampur material lumpur dan tanah menimbun permukiman warga dan menyebabkan kerusakan parah. Bukan hanya itu, bencana ini juga menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 27 orang masih dalam pencarian.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Saidah menekankan, BAZNAS akan memberikan perhatian besar dan akan terus mendampingi penanganan hingga masa tanggap darurat selesai.
Saidah juga menyampaikan, tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama unsur gabungan aktif terlibat dalam proses evakuasi korban, khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak dan membawa mereka ke lokasi yang lebih aman.
“Sampai hari ini Tim BTB masih di lapangan membantu evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh petugas dan warga,” kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Saidah menjelaskan, berdasarkan data sementara tercatat sekitar 48 unit rumah mengalami kerusakan berat dan 48 unit rumah lainnya terdampak langsung bencana longsor. Termasuk satu unit tempat ibadah turut terdampak akibat bencana ini.
Selain membantu layanan evakuasi, kata Saidah, BAZNAS juga memberikan layanan Dapur Air guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dan juga para relawan yang bertugas.
Saidah mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Proses penanganan darurat akan terus dilakukan secara intensif dan terkoordinasi bersama seluruh pihak terkait, seiring dengan data dan kondisi lapangan yang bersifat dinamis,” ujarnya.
Saidah menambahkan, sebagai bagian dari respon darurat, BAZNAS Tanggap Bencana turut mendukung operasional posko utama yang berlokasi di Kantor Desa Pasirlangu serta titik pengungsian di Aula Desa dan GOR Desa Pasirlangu. Dukungan yang diberikan meliputi koordinasi lapangan, pendampingan evakuasi, serta pemantauan kebutuhan dasar para pengungsi selama masa tanggap darurat.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS
Sejahterakan Mustahik, BAZNAS Siapkan 29 Program Unggulan Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 29 program unggulan Ramadan 1447 H guna meningkatkan kesejahteraan mustahik. Program-program tersebut nantinya akan menjangkau 34 provinsi di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tujuan program-program tersebut adalah untuk menebarkan manfaat zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan masyarakat Indonesia melalui BAZNAS RI.
“Ini sebagai bentuk komitmen BAZNAS untuk terus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan bantuan selama Ramadhan,” ujar Kiai Noor dalam acara Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
“Jadi selama Ramadan nanti, BAZNAS telah menyiapkan banyak sekali program-program bagus untuk masyarakat, khususnya mustahik,” tegas Kiai Noor.
Kiai Noor berharap, Ramadan 1447 H ini memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh umat muslim Indonesia, termasuk juga mereka yang berada di lokasi bencana agar bisa segera pulih dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan menyambut Ramadan dengan suka cita.
Kiai Noor Achmad juga menekankan bahwa zakat adalah sebuah keajaiban yang akan memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi muzaki maupun mustahik. Karenanya ia berharap pengumpulan zakat pada Ramadan kali ini bisa mencapai Rp515 miliar, sehingga sebaran penerima manfaat BAZNAS bisa lebih banyak lagi.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A. menjelaskan, 29 program yang telah digagas oleh BAZNAS antara lain, program zakat fitrah, gerai Z-Iftar, santunan anak batim, buka puasa bersama, rumah layak huni, dan program musala berseri.
“Masjid dan musala berseri ini memberikan alat-alat kebersihan, jadi menyiapkan masjid-masjid supaya ketika Ramadhan bisa digunakan untuk ibadah secara baik,” ujar Sadiah.
Kemudian dalam rangka mudik, ujar Saidah, BAZNAS juga menyediakan program mudik bahagia bersama BAZNAS, pos siaga mudik, dan layanan kesehatan di posko mudik BAZNAS.
“Di posko mudik BAZNAS nanti, akan ada tempat untuk pemudik bisa istirahat sebentar, ada tempat untuk mengisi daya ponsel, dan ada layanan kesehatan gratis untuk pemudik,” ujarnya.
Selain itu, BAZNAS juga menyiapkan layanan ZAuto di posko siaga mudik BAZNAS, yaitu pelayanan untuk motor meliputi pemeriksaan kondisi kendaraan, isi angin, isi oli, dan lain sebagainya.
Dengan berbagai program ini, kata Saidah, BAZNAS berharap dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mensukseskan berbagai program Ramadan ini.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan kepada BAZNAS bisa sampai ke yang berhak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Saidah.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM, beserta para amil dan amilat BAZNAS.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS
Z-Talk jadi Ajang Kolaborasi BAZNAS dan Media Perkuat Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya peran media dalam memperkuat literasi publik dan membangun narasi zakat sebagai arsitektur pembangunan nasional, bukan semata aktivitas filantropi. Hal tersebut mengemuka dalam acara Z-Talk: Zakat Menguatkan Indonesia yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Z-Talk merupakan salah satu kegiatan tatap muka antara pimpinan BAZNAS dengan praktisi/pimpinan media massa. Tujuan diselenggarakannya agenda ini adalah sebagai wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pimpinan di lingkungan BAZNAS dengan awak media massa, serta untuk motivasi dan produktivitas kerja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, publik figur Fairuz A. Rafiq, serta dihadiri wartawan media nasional dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM. menjelaskan terkait strategi penghimpunan BAZNAS RI. Menurutnya, penguatan strategi penghimpunan yang dilakukan BAZNAS yakni melalui komunikasi yang masif dan berkelanjutan, serta perluasan kanal pembayaran. Saat ini, BAZNAS telah bekerja sama dengan lebih dari 120 kanal digital, puluhan perbankan, serta membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai komunitas, platform, dan institusi pendidikan.
“Perbaikan menyeluruh dari sisi layanan dan komunikasi berdampak pada meningkatnya retensi donatur. Dalam dua tahun terakhir, tingkat retensi donatur yang sebelumnya berhenti dapat dijaga hingga sekitar 60 persen,” kata Rizaludin.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., menekankan, optimalisasi penghimpunan harus diiringi dengan penyaluran ZIS yang tepat sasaran dan berdampak nyata. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan jumlah penduduk miskin sekitar 25,4 juta jiwa, terutama pada kelompok miskin ekstrem.
Saidah menambahkan, tujuan akhir dari berbagai program yang dijalankan BAZNAS adalah mendorong mustahik keluar dari garis kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menilai zakat memiliki posisi strategis dalam sistem ekonomi modern karena berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu mencegah ketimpangan sosial dan memperkuat ekonomi keluarga. Menurutnya, zakat tidak hanya bertujuan menggugurkan kewajiban agama, tetapi menjadi mekanisme aktif untuk mengalirkan likuiditas langsung ke masyarakat bawah.
“Zakat adalah arsitektur ekonomi yang sejak awal dirancang untuk menghindari ketimpangan. Dalam Islam, distribusi kekayaan tidak menunggu trickle down effect, tetapi diwajibkan mengalir langsung dari pemilik modal kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Amir.
Lebih lanjut, Amir menekankan pentingnya peran media dalam menarasikan zakat sebagai solusi pembangunan. Menurutnya, BAZNAS perlu dipahami publik bukan hanya sebagai lembaga filantropi, tetapi sebagai institusi pembangunan sosial-ekonomi yang bekerja secara sistematis dan terukur.
“Kepercayaan publik lahir dari narasi yang kuat dan konsisten. Program-program BAZNAS yang menyasar kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi, hingga mendorong mustahik naik kelas harus terus dikomunikasikan secara luas,” ujarnya.
Adapun Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan, media dan lembaga filantropi memiliki kesamaan peran, yakni membangun dan menjaga kepercayaan publik. Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar yang dapat menjadi sistem distribusi keadilan, instrumen penguatan ekonomi umat, sekaligus pilar ketahanan sosial.
“Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga perlu bertransformasi menjadi penggerak kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi,” kata Andi.
Melalui forum ini, BAZNAS RI bersama insan media sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional, demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan berkeadilan.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia"
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengangkat tagline Zakat Menguatkan Indonesia untuk tahun 2026, termasuk di bulan Ramadan ini. Tagline tersebut menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam menjawab berbagai tantangan di Indonesia, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana.
Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026, Zakat Menguatkan Indonesia" yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” mencerminkan semangat kolektif bangsa dalam menjadikan zakat sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
“Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor.
Sebagai contoh, Kiai Noor menyoroti peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
“Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya.
“Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” ucap Kiai Noor.
Sejalan dengan itu, Kiai Noor menilai, semangat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Pada momentum tersebut, zakat, infak, dan sedekah menjadi mesin penggerak kesejahteraan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, arah kebijakan BAZNAS pada 2026 akan difokuskan pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tahap tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. “Sejumlah program pemulihan pascabencana sudah kami siapkan dan sebagian telah berjalan, di antaranya Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, serta Kembali ke Masjid,” jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah wilayah yang masih menghadapi risiko bencana tinggi, seperti di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” kata Kiai Noor.
Selain kebencanaan, jelas Kiai Noor, BAZNAS juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menguatkan Indonesia dari akar rumput.
Kiai Noor berharap, tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi seruan bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani, Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM, serta Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM, beserta para amil dan amilat BAZNAS.
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Raih 7 Penghargaan Bergengsi di Ajang Indonesia Fundraising Award
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menorehkan prestasinya di tingkat nasional dengan memborong sejumlah penghargaan pada ajang bergengsi Indonesia Fundraising Award (IFA) 2026.
Penghargaan disabet oleh BAZNAS RI dalam berbagai kategori antara lain; Fundraising Relationship Management Terbaik, Lembaga Pendukung Gerakan Fundraising, Event Fundraising Terbaik, Kampanye Fundraising Terbaik, Fundraiser Terbaik Fahrudin, S.Sos., M.M., CDM, Fundraiser Profesional H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA, CFRM, dan Lembaga Fundraising Terbaik (Grand Award).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas berbagai penghargaan yang telah diberikan kepada BAZNAS RI.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan penerimaan penghargaan dari SWA dan Business Digest, BAZNAS juga kembali meraih penghargaan pada ajang Indonesia Fundraising Award (IFA),” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, penghargaan ini merupakan bukti nyata bagaimana masyarakat melihat kiprah BAZNAS RI selama ini, yang terus bertumbuh, yang terus hadir membersamai masyarakat Indonesia dalam suka dan duka melalui pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS).
“Penghargaan ini merupakan pengakuan publik kepada BAZNAS dan ini menjadi motivasi kami di BAZNAS untuk terus menjaga amanah publik menjadi lembaga yang kredibel dan terpercaya,” ujarnya.
Menurut Rizaludin, penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa BAZNAS sebagai lembaga filantropi tidak hanya menghimpun, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat melalui penyaluran dan transparansinya. Sehingga dana-dana yang selama ini dititipkan masyarakat benar-benar berdampak dan menyasar mereka yang membutuhkan.
Bukan hanya itu, dengan segala program-program pemberdayaan ekonomi yang ada di BAZNAS, Rizaludin berharap BAZNAS RI tidak hanya membantu masyarakat miskin agar keluar dari garis kemiskinan mereka, tetapi benar-benar mengubahnya menjadi seorang muzaki.
“Semoga penghargaan yang kami terima hari ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, kolaborasi, dan dampak pengelolaan zakat bagi kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya.
Terakhir Rizaludin menambahkan, bahwa penghargaan ini ia dedikasikan untuk seluruh Pimpinan BAZNAS, rekan-rekan Pengumpulan, seluruh direktorat dan biro di BAZNAS, para mitra pengumpulan, serta seluruh mustahik dan muzaki yang telah mempercayakan amanah zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS.
BERITA29/01/2026 | Humas BAZNAS
Perkuat Digitalisasi Zakat, BAZNAS RI Sukses Raih Dua Penghargaan SWA 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Conference & Awarding SWA 2026: Leveraging Digital Innovation and Customer Experience Approach to Achieve Business Excellence yang diselenggarakan oleh Majalah SWA bekerja sama dengan Business Digest.
Adapun kategori penghargaan yang diraih BAZNAS, di antaranya Indonesia Digital Marketing Champion 2026 dengan predikat Excellent serta Indonesia Customer Experience Champion 2026 dengan predikat Very Good.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Divisi Promosi BAZNAS RI, Budi Margono, yang didampingi tim Divisi Pengumpulan Digital, Halimah Diah, dalam seremoni penyerahan penghargaan di Jakarta.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., menyampaikan, apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti komitmen BAZNAS dalam menghadirkan inovasi digital guna memperkuat strategi pemasaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya muzaki dan mustahik.
Menurut Rizaludin, transformasi digital merupakan bagian penting dalam pengelolaan zakat nasional, seiring meningkatnya ekspektasi publik terhadap layanan yang mudah diakses, cepat, dan transparan, baik bagi muzaki maupun mustahik
“Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola agar pengelolaan zakat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Rizaludin menekankan, kepercayaan publik merupakan fondasi utama keberlangsungan pengelolaan zakat. “Pengalaman pengguna (customer experience) menjadi perhatian utama kami. Kami (BAZNAS) terus melakukan penyempurnaan sistem dan layanan berbasis teknologi agar masyarakat merasakan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan dalam berzakat,” jelasnya.
Rizaludin menambahkan, penghargaan ini juga menjadi apresiasi atas kerja kolaboratif seluruh unit kerja BAZNAS yang secara konsisten menjaga standar profesionalisme dalam pengelolaan dana umat, termasuk dalam aspek pelayanan publik.
Rizaludin menegaskan, komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan layanan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) melalui penguatan kanal digital, sekaligus memastikan dana yang dihimpun dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran.
“Semoga apresiasi ini dapat semakin memacu peningkatan kinerja pengelolaan zakat, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kepada masyarakat yang semakin profesional dan terpercaya,” ujar Rizaludin.
BERITA29/01/2026 | Humas BAZNAS
Bantu Pulihkan Sumatra, BAZNAS Demak Salurkan Sedekah Rp342 Juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima sedekah kemanusiaan dari BAZNAS Kabupaten Demak sebesar Rp342.000.000 untuk membantu meringankan beban para penyintas banjir di Aceh dan Sumatra sehingga dapat kembali pulih.
Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si. yang diwakili oleh oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, SIP, beserta jajaran.
Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Demak dan ibu-ibu PKK Kabupaten Demak atas amanah yang dipercayakan melalui BAZNAS RI dalam membantu masyarakat Sumatra.
“Alhamdulillah pada hari ini BAZNAS RI mendapatkan amanah dari masyarakat Kabupaten Demak dan juga dari ibu-ibu PKK Kabupaten Demak untuk membantu saudara kita di Sumatra,” ujar Fitriansyah.
Bantuan ini, kata dia, akan sangat bermanfaat bagi para korban penyintas banjir yang bahkan sampai hari ini pun masih belum bisa kembali ke rumah masing-masing. Sebagian masih tinggal di lokasi pengungsian, sebagian yang lain menumpang di rumah saudaranya yang tidak terdampak longsor.
“Insya Allah dana ini sangat bermanfaat untuk membantu mereka kembali beraktivitas seperti sebelum kejadian musibah, karena sampai saat ini sebagian masih bertempat tinggal di pengungsian dan berharap sebelum Ramadhan ini mereka bisa kembali bertempat tinggal di rumah, meskipun di rumah sementara (huntara),” jelas Fitriansyah.
Ia memastikan bantuan ini akan segera tersalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., menegaskan komitmen BAZNAS dalam memperkuat agenda kemanusiaan, terutama melalui respons cepat terhadap bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Sumatra dan Aceh.
“Melalui komitmen ini, BAZNAS berusaha memastikan kehadiran zakat infak dan sedekah (ZIS) benar-benar bermanfaat untuk membantu mereka di saat-saat kritis tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, H. Bambang Soesetiarto, mengatakan sedekah kemanusiaan ini merupakan hasil gotong-royong masyarakat Kabupaten Demak dan juga ASN Demak yang ikut berpartisipasi membantu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk membantu para korban banjir Sumatra.
“Ketika terjadi bencana banjir Sumatra beberapa waktu yang lalu, kami berinisiatif bekerja sama dengan Bupati Demak untuk mengumpulkan beberapa dana khusus yang dari ASN dan terkumpul Rp239 juta. Kemudian yang kedua digerakkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK terkumpul Rp103 juta, jadi totalnya Rp342 juta,” ujar Bambang.
Menurut Bambang, penyaluran ini merupakan bukti semangat gotong-royong masyarakat Demak yang turut peduli atas musibah yang menimpa korban di Sumatra dan Aceh.
Selain itu, penyaluran sedekah melalui BAZNAS RI juga membuktikan bahwa masyarakat Indonesia di mana pun berada bisa saling bahu-membahu untuk meringankan derita para korban.
Terakhir Bambang berharap, sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS ini dapat bermanfaat dan meringankan penderitaan para korban.
BERITA29/01/2026 | Humas BAZNAS
Pemulihan Pascabencana, BAZNAS RI Bangun Kembali Meunasah di Pidie Jaya Aceh
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun kembali meunasah yang rusak akibat banjir dan longsor di Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, sebagai upaya memulihkan aktivitas keagamaan masyarakat terdampak bencana.
Meunasah adalah lembaga pendidikan Islam tradisional tingkat dasar sekaligus pusat kegiatan kemasyarakatan dan ibadah (seperti salat berjamaah, pengajian) di tingkat gampong (desa) di Aceh.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, pembangunan meunasah darurat dilakukan untuk memastikan warga tetap memiliki ruang ibadah serta tempat berkegiatan keagamaan di tengah kondisi pascabencana yang masih membutuhkan pemulihan.
“Meunasah ini sangat penting bagi warga Aceh. Karena itu, kami (BAZNAS) berupaya menghadirkan kembali fungsi tersebut melalui meunasah darurat,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Saidah menjelaskan, pembangunan meunasah darurat merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari sisi kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan sosial.
Saidah menyampaikan, pembangunan meunasah darurat tersebut dilakukan oleh BAZNAS RI bekerja sama dengan BAZNAS daerah serta melibatkan masyarakat setempat agar prosesnya berjalan cepat dan sesuai kebutuhan warga.
Ia mengatakan, BAZNAS memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak serta menyiapkan program lanjutan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk di Pidie Jaya.
Saidah menegaskan, komitmen BAZNAS RI untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi darurat, sebagai wujud amanah muzaki dan solidaritas umat.
“BAZNAS akan terus berupaya memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang tertimpa musibah, agar dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” ujar Saidah.
Saidah berharap, pembangunan meunasah tersebut dapat membantu warga tetap tenang, saling menguatkan, serta menjaga semangat kebersamaan di tengah situasi pascabencana.
Selain pembangunan meunasah, Saidah mengatakan, BAZNAS RI juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan lainnya bagi korban banjir dan longsor di Pidie Jaya, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas.
“Layanan dapur umum, penyediaan sumur bor dan mesin air, dukungan psikososial, paket kebersihan (hygiene kit), MCK darurat, perlengkapan ibadah, hingga bantuan perlengkapan sekolah turut diberikan untuk membantu meringankan beban warga terdampak,” jelasnya.
BERITA28/01/2026 | Humas BAZNAS
Melalui BAZNAS, PT Beiersdorf Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan Sumatra Rp343 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran bantuan kemanusiaan sebesar Rp343.268.000 dari PT Beiersdorf Indonesia. Bantuan ini ditujukan secara khusus untuk membantu penanganan korban bencana banjir di Aceh dan Sumatra.
Secara simbolis bantuan tersebut diterima oleh Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI, Budi Setiawan, S.Pd., M.M. didampingi Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Karyawan Langsung, Dr. Mohan, S.E., M.E.I. dan Kepala Divisi Zakat Badan, Argo Sayoto, S.T. di Aula Achmad Subianto, Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Kepala Divisi Pengumpulan CSR BAZNAS RI, Budi Setiawan, S.Pd., M.M. menyampaikan terima kasih atas kepercayaan PT Beiersdorf Indonesia terhadap BAZNAS RI dalam penyaluran bantuan kemanusiaan untuk penyintas banjir di Sumatra dan Aceh.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh PT Beiersdorf Indonesia melalui BAZNAS RI, semoga bantuan ini akan memberikan manfaat bagi para korban baik di Aceh maupun di Sumatra,” kata Budi.
Saat ini kata dia, BAZNAS RI telah memasuki masa pemulihan dan rekonstruksi. Karena itu bantuan-bantuan kemanusiaan yang datang melalui BAZNAS akan diperuntukkan untuk proses pembangunan kembali rumah-rumah warga terdampak banjir, perbaikan musala, dan penyediaan perlengkapan sekolah, seragam, termasuk penyediaan lapangan kerja.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan harapan dan keyakinan bahwa mereka dapat hidup normal kembali pascabencana, jadi nanti kami akan fokus pada tahap rekonstruksi dan recovery dan kami mendoakan juga PT Beiersdorf Indonesia dapat diberikan kemajuan dan kesuksesan, serta kemudahan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia,” ujar Budi.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyambut baik penyaluran donasi dari PT Beiersdorf Indonesia tersebut. Rizaludin memastikan bantuan ini akan disampaikan secara amanah dan tepat sasaran sebagaimana prinsip BAZNAS, aman syar'i, aman regulasi dan aman NKRI.
“Transparansi dan akuntabilitas menjadi prioritas utama dalam pengelolaan dana bantuan kemanusiaan ini. Jadi Insya Allah bantuan ini kami sampaikan sesuai dengan para penerimanya yang berhak di wilayah terdampak bencana,” kata Rizaludin.
Sementara itu, HR Director PT Beiersdorf Indonesia, Cicillia Salim menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam atas bencana alam yang telah menimpa masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Sumatra dan Aceh. Ia juga menyampaikan, bantuan ini sebagai wujud nyata dari kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan terhadap isu kemanusiaan.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap saudara-saudari kita yang tengah menghadapi masa sulit. Kami berharap bahwa donasi ini dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat terdampak dan membantu mendukung proses pemulihan dan pemberdayaan kehidupan saudara-saudari kita,” kata Cicillia.
Cicillia juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusian tersebut. Ia berharap kerja sama dengan BAZNAS dapat berlanjut khususnya terhadap isu-isu kemanusiaan yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah menjadi mitra terpercaya kami dalam menyalurkan bantuan ini, ternyata ada banyak program yang dimiliki BAZNAS yang bisa kita eksplore bersama untuk kebaikan. Semoga kerjasama dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin kedepannya,” ujarnya.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Terjunkan Tim BTB Evakuasi Warga Tertimbun Longsor di Bandung Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) merespons cepat bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan melakukan evakuasi terhadap warga yang tertimbun, serta mendukung penanganan darurat di wilayah terdampak.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, langkah cepat dilakukan segera setelah BAZNAS menerima laporan kejadian dari lapangan. Tim BTB langsung diterjunkan ke titik longsor untuk melakukan asesmen awal, membuka akses evakuasi, serta berkoordinasi dengan unsur terkait dalam operasi pencarian dan pertolongan awal.
“BAZNAS turut berduka atas bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini, Tim BTB telah berhasil mengevakuasi tiga jenazah di Area A2,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, fokus operasi pencarian saat ini diarahkan ke area rumah-rumah warga yang tertimbun material longsor. Selain korban jiwa, bencana tersebut juga berdampak pada puluhan warga di sekitar lokasi kejadian.
“Berdasarkan informasi tim di lapangan, sebanyak 33 kepala keluarga atau 113 jiwa dilaporkan terdampak dan saat ini telah dievakuasi serta mengungsi di Kantor Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat,” jelas Saidah.
Saidah menjelaskan, seluruh personel BTB yang diterjunkan ke lokasi bekerja secara intensif dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi dan pencarian korban berjalan optimal.
“Kami terus melakukan koordinasi, termasuk dengan BNPB dan pemerintah daerah, agar penanganan bencana ini dapat berjalan secara efektif, efisien, dan seluruh unsur bisa bekerja secara optimal,” jelas Saidah.
Saidah mengatakan, tidak hanya fokus pada pencarian dan evakuasi korban, BAZNAS juga memberikan layanan Dapur Air di lokasi evakuasi untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
"Layanan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih dan konsumsi bagi para pengungsi maupun relawan yang bertugas di lapangan," ujar Saidah.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan kemanusiaan bagi para korban longsor, baik melalui doa, bantuan, maupun kolaborasi dalam penanganan bencana. “BAZNAS berharap proses pencarian korban dapat berjalan lancar dan tidak ada dampak yang serius akibat longsor,” ujar Saidah.
Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 9000055740
BCA 6860737777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS
Percayakan BAZNAS RI, PT Sinar Mas Asuransi Syariah Salurkan Zakat Perusahaan Rp1 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima penyaluran zakat perusahaan dari PT Sinar Mas Asuransi Syariah sebesar Rp1 miliar. Dana zakat tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung berbagai program BAZNAS guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk upaya pemulihan kebencanaan di Indonesia.
Penyerahan zakat perusahaan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Sinar Mas Asuransi Syariah, Daniel B. Armagatlie, dan diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., di Gedung PT Sinar Mas, Jakarta, Senin (26/1/2026). Turut hadir Direktur Utama Asuransi Sinar Mas, Howen Wijaja, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah, Rudy Kamdani, beserta jajarannya.
Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan PT Sinar Mas Asuransi Syariah yang menyalurkan zakat perusahaannya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara dalam pengelolaan zakat nasional.“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Sinar Mas Asuransi Syariah yang hari ini telah berkontribusi. Tahun ini zakat perusahaan yang disalurkan mencapai Rp1 miliar. Mudah-mudahan pada tahun-tahun berikutnya kontribusi ini dapat terus meningkat, bahkan kami berharap ke depan bisa mencapai Rp20 miliar,” ujar Haji Mo Mahdum.
Ia menegaskan, dana zakat perusahaan tersebut akan disalurkan ke berbagai program strategis BAZNAS, terutama untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurutnya, kondisi di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga kini masih membutuhkan perhatian serius. “Kami sendiri baru pulang dari Pidie Jaya dan menyaksikan secara langsung masih adanya masyarakat yang belum bisa kembali ke rumahnya. Banyak sekolah yang juga belum dapat digunakan kembali,” katanya.
Lebih lanjut, Haji Mo Mahdum menuturkan, BAZNAS RI menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp1,1 triliun pada tahun 2026. Dari target tersebut, sekitar Rp515 miliar diharapkan dapat dihimpun dalam tiga bulan pertama, khususnya selama bulan Ramadhan, termasuk zakat perusahaan dari PT Sinar Mas Asuransi Syariah yang diterima pada kesempatan ini.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha untuk terus menunjukkan kepedulian terhadap kebencanaan yang terjadi di Indonesia, termasuk di wilayah Sumatra, salah satunya dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. “Kami percaya, ketika zakat dikelola secara terorganisasi dan profesional, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan sosial,” kata Haji Mo Mahdum.
Haji Mo Mahdum juga mendoakan agar PT Sinar Mas Asuransi Syariah dan seluruh unit usaha Sinar Mas terus tumbuh secara berkelanjutan, serta seluruh karyawan dan keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. “Jika terus bertumbuh, maka semakin besar pula kontribusi dan kemanfaatan yang dapat diberikan kepada umat dan masyarakat luas melalui zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinar Mas Asuransi Syariah, mengatakan, penunaian zakat perusahaan merupakan bagian dari tanggung jawab spiritual dan sosial perusahaan dalam menjalankan prinsip-prinsip syariah secara konsisten.
"Zakat tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga bagian penting untuk menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak musibah dan berada dalam kondisi rentan," ujarnya.
Ia menegaskan, PT Sinar Mas Asuransi Syariah mempercayakan pengelolaan zakat perusahaannya sepenuhnya kepada BAZNAS RI. “BAZNAS memiliki jaringan program yang luas, tata kelola yang jelas, serta komitmen kuat dalam memastikan zakat disalurkan tepat sasaran. Karena itu, kami yakin zakat perusahaan yang kami titipkan dapat memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat,” ucapnya.
Pihak PT Sinar Mas Asuransi Syariah dan BAZNAS RI dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga kontribusi ke depan dapat semakin besar dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, serta pemulihan pascabencana di berbagai daerah.
BERITA27/01/2026 | Humas BAZNAS
Terjebak Banjir, BAZNAS RI Berhasil Evakuasi Ibu Hamil yang Hendak Melahirkan di Karawang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) membantu mengevakuasi ibu hamil yang hendak melahirkan dari lokasi banjir di Dusun Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kec. Telukjambe Timur, Kab. Karawang.
Tim BTB segera melakukan evakuasi seorang ibu hamil, Siti Nurjanah (22) menggunakan perahu karet kemudian dilanjutkan dengan membawanya ke rumah sakit Mandaya Hospital Karawang untuk segera mendapatkan pertolongan medis dan proses persalinan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan M.A., mengatakan, ibu hamil, lansia, dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang harus didahulukan saat terjadi bencana seperti banjir.
“Apalagi ibu hamil dan akan melahirkan itu risikonya sangat besar jika tidak segera mendapatkan pertolongan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/1/2026).
Karenanya kata Saidah, ketika tim BTB mendapatkan informasi dari warga bahwa ada seorang wanita hamil yang hendak melahirkan dan terjebak banjir di rumahnya, tim segera menuju lokasi tersebut untuk mengevakuasi.
“Semoga persalinannya lancar, ibu dan anaknya selamat dan semoga bencana banjir ini juga segera surut sehingga masyarakat Karawang bisa kembali ke rumah dan melanjutkan aktivitasnya,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, kehadiran BTB di lokasi bencana merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu cepat tanggap, menjadi tangan pertama yang menjangkau mereka yang terkena musibah.
"BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapat bantuan dasar," tegas Saidah.
Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 9000055740
BCA 6860737777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS
Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara Salurkan Bantuan Kemanusiaan Sumatra Rp227 Juta melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) RI sebesar Rp227.200.000 yang diserahkan oleh Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Bapak Setya Utama. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Keluarga Besar Kementerian Sekretariat Negara untuk ikut membantu meringankan beban para penyintas banjir di Sumatra.
Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di Kemensetneg, Jakarta Pusat, Jumat (23/1/12026). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, didampingi oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, MA, Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro, Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Kementerian Sekretariat Negara atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin bersama BAZNAS RI. Ia menegaskan, BAZNAS siap menyalurkan bantuan tersebut secara amanah, transparan, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih, mudah-mudahan apa yang Bapak/Ibu berikan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang ada di Sumut, Sumbar dan Aceh, dan bantuan ini akan kami berikan sesuai dengan peruntukannya, kata Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, BAZNAS sejak hari pertama telah menginjakkan kakinya di lokasi bencana, membatu masyarakat terdampak banjir dengan mendirikan 117 pos pengungsian yang dilengkapi dengan layanan kesehatan gratis, dapur umum, dan dapur air bersih.
“Lebih dari tiga juta porsi yang kita salurkan selama masa tanggap darurat, sejak hari pertama sampai dengan pada saat tanggap darurat itu dianggap selesai,” ungkap Kiai Noor.
Dan saat ini, kata dia, telah memasuki masa pemulihan sehingga bantuan-bantuan kemanusiaan yang masuk di BAZNAS akan diperuntukkan bagi pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak, alat dan perlengkapan sekolah, masjid dan musala, serta untuk membuka lapangan kerja bagi para korban.
“Hunian tetap (huntap) pertama yang akan kita bangun di Tapanuli Selatan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa dibangun hunian tetap yang kami namakan Kampung Cahaya Zakat, juga nanti akan ada masjid dan sekolah juga,” ujarnya.
Sedangkan untuk membantu perekonomian masyarakat terdampak, BAZNAS akan menggandeng UMKM melalui program ZMart dan ZChicken. Harapannya, dengan adanya program ini, perekonomian mereka dapat kembali hidup dan mereka dapat memiliki lapangan kerja yang stabil.
“Dan untuk UMKM kami juga akan ada ZChicken dan ZMart. Ini juga merupakan program kami di BAZNAS untuk menyiapkan lapangan kerja bagi mereka. Kami tidak hanya memberikan modal tetapi juga ada pendampingan sampai mereka benar-benar mandiri,” jelas Kiai Noor.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensetneg) RI Juri Ardiantoro, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang selama ini bergerak terdepan dalam merespon setiap bencana yang terjadi di Indonesia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran pegawai dan pejabat di kementerian dan para pihak yang turut berdonasi untuk membantu memulihkan Aceh dan Sumatra agar dapat kembali pulih seperti semula, termasuk juga kehidupan ekonomi masyarakatnya.
“Terima kasih kepada BAZNAS yang bersedia menyalurkan ini kepada para korban dan juga terima kasih untuk keluarga besar Kementerian Sekretariat negara, para pegawai dan pejabat yang telah menyalurkan dana pedulinya, ini merupakan bentuk kepedulian kepada para korban,” kata Juri.
Juri berharap, bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di wilayah Aceh dan Sumatra.
“Angka ini memang tidak besar jika untuk memulihkan seperti sebelum terjadi bencana, mungkin akan butuhy triliunan rupiah. Agkan tetapi, dengan niat tulus kami mudah-mudahan cukup membantu memulihkan kondisi korban bencana,” tutupnya.
BERITA26/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Karawang dan Kota Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang, menyusul kondisi banjir yang semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, respons cepat tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan ikhtiar kemanusiaan BAZNAS dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat saat terjadi bencana
"Merespons kondisi darurat tersebut, kami (BAZNAS) segera menerjunkan Tim BTB ke lokasi terdampak, di antaranya di Kota Tangerang, Banten, serta Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Tim dilengkapi dengan peralatan evakuasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, khususnya kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
“Evakuasi menjadi prioritas utama, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan segera guna menghindari risiko kesehatan dan keselamatan akibat banjir yang terus menggenang,” ujarnya.
Selain melakukan evakuasi, Saidah menyampaikan, BAZNAS juga melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Tim masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi banjir. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, tim siap melakukan tindakan lanjutan,” ujar Saidah.
"Langkah ini dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan, termasuk layanan kesehatan, logistik darurat, dan kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat terdampak banjir," jelasnya.
Saidah mengatakan, BAZNAS juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan banjir agar berjalan efektif dan terintegrasi.
Melalui langkah cepat tersebut, Saidah berharap kehadiran BAZNAS dapat membantu masyarakat terdampak banjir di Tangerang dan Karawang, sekaligus meminimalkan risiko yang ditimbulkan akibat bencana hidrometeorologi ini.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat respons cepat dan kesiapsiagaan kebencanaan melalui BAZNAS Tanggap Bencana sebagai bagian dari pemanfaatan zakat untuk misi kemanusiaan dan perlindungan masyarakat. Kami berharap musibah banjir ini tidak berdampak luas atau bahkan memunculkan mustahik-mustahik baru,” tegasnya.
"Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama," ucapnya.
Banjir di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang terjadi setelah curah hujan ekstrem menyebabkan luapan air merendam permukiman warga. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai dada orang dewasa sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
BERITA25/01/2026 | Humas BAZNAS
Melalui BAZNAS RI, Mitsui Leasing Capital Indonesia Salurkan Dana CSR untuk Perkuat Respon Kebencanaan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima bantuan kemanusiaan dari Mitsui Leasing Capital Indonesia (Mitsui Leasing) untuk mendukung upaya penanggulangan dan pemulihan bencana alam di Indonesia, khususnya di area Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Dalam keterangan tertulisnya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., menyampaikan, apresiasi atas kepercayaan dan komitmen Mitsui Leasing dalam mendukung misi kemanusiaan bersama BAZNAS RI.
"Terima kasih kepada Mitsui Leasing atas kepedulian dan kepercayaan yang diberikan. Bantuan ini akan BAZNAS manfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat terdampak bencana,” ujar Rizaludin di Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Rizaludin menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha, agar respons kebencanaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. Terutama atas masyarakat terdampak bencana alam di Pulau Sumatra yaitu Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang telah terjadi beberapa bulan lalu.
"Bantuan dari Mitsui Leasing sangat berarti. BAZNAS RI berkomitmen memastikan setiap amanah dari para mitra memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizaludin mengatkan, kolaborasi dengan sektor swasta, seperti dengan Mitsui Leasing menjadi bagian penting dari upaya BAZNAS dalam memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah.
Ia berharap, kolaborasi dengan Mitsui Leasing dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan bersama BAZNAS.
"BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri untuk menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di Indonesia. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, agar upaya penanggulangan bencana di Indonesia ini dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan," ucap Rizaludin.
Sebelumnya, penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) secara simbolis dari Mitsui Leasing telah diterima langsung BAZNAS, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Sementara itu, Corporate Secretary Mitsui Leasing Capital Indonesia, Wasistyo Adi Saras Putro, mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat luas
Menurut Wasistyo Adi, keberlangsungan bisnis perlu diiringi dengan kepedulian terhadap kondisi sosial, terutama ketika terjadi bencana alam yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, kami berupaya hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Melalui bantuan ini, kami berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat terutama atas kebutuhan dasar yaitu makanan dan air bersih” kata Wasistyo Adi.
Ia berharap, bantuan yang disalurkan melalui BAZNAS RI dapat membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana di Indonesia. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan ini. Semoga ke depan kami dapat terus berkolaborasi dengan jangkauan yang lebih luas,” ucapnya.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerjunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) untuk membantu mengevakuasi warga terdampak banjir di Jakarta dan Bekasi, Jumat (23/1/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., mengatakan tim BTB melakukan evakuasi warga di sejumlah titik, antara lain kawasan Cipinang Melayu Jakarta Timur, Petogogan Jakarta Selatan, Kedaung Angke Jakarta Barat, Karet Tengsin Jakarta Pusat, dan Pondok Hijau Permai Kota Bekasi.
“Tim tanggap bencana segera kami kirim ke lokasi-lokasi banjir sebagai respon cepat BAZNAS untuk membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan akibat banjir,” kata Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Saidah menuturkan, proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk membawa warga yang terjebak banjir menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.
Selain melakukan proses evakuasi, kata Saidah, tim BTB juga menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, serta kebutuhan pokok lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu hadir bersama masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“BAZNAS berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan terbaiknya. Respons ini juga merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir,” ungkapnya.
Semoga kata dia, bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak banjir.
Terakhir, Saidah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana banjir. Ia juga meminta masyarakat untuk terus memantau sumber informasi terpercaya dan mengikuti arahan petugas dalam menghadapi situasi darurat.
Mari panjatkan doa dan berikan terbaik untuk saudara kita yang terdampak dengan sedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan BAZNAS:
BSI 9000055740
BCA 6860737777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
Atau melalui:
baznas.go.id/sedekahbencana
Layanan BAZNAS:
wa.me/6281188821818
[email protected]
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI: Perkuat Regulasi BAZNAS dan Jadikan Zakat Pengurang Pajak
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Abdul Wachid mendorong penguatan regulasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), terutama terkait kewenangan pengelolaan zakat yang terintegrasi dengan kebijakan keringanan pajak bagi wajib pajak yang menunaikan zakat melalui BAZNAS.
Abdul Wachid menilai, penguatan regulasi tersebut penting untuk mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional.
“Jika hal tersebut bisa terwujud, tentu nantinya akan ada kerja sama dengan Kementerian Keuangan, misalnya dalam bentuk keringanan pajak. Apabila mereka yang wajib pajak sudah menunaikan pembayaran zakat melalui BAZNAS, maka hal itu bisa ditarik dan diakomodasi. Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” ujar Abdul Wachid saat hadiri kegiatan Penyaluran Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Menurut Abdul Wachid, penguatan kewenangan BAZNAS tersebut akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” kata Abdul Wachid.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Wachid turut mengapresiasi kinerja dan peran strategis BAZNAS dalam pengentasan kemiskinan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan kebencanaan.
Menurut Abdul Wachid, kontribusi BAZNAS telah dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
“BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.
Selain kinerja secara nasional, Abdul Wachid secara khusus memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional.
Lebih lanjut, Abdul Wachid menegaskan, BAZNAS memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat kecil, di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Dana zakat, infak, dan sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS berasal dari masyarakat dan dapat dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan,” ujar Abdul Wachid.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI: BAZNAS Mitra Strategis Pemerintah Atasi Kemiskinan hingga Kebencanaan di Indonesia
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Abdul Wachid, mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas kinerja dan peran strategisnya dalam pengentasan kemiskinan, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan kebencanaan kepada masyarakat.
Menurut Abdul Wachid, kontribusi BAZNAS telah dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah. Ia menilai pemanfaatan dana zakat melalui program-program BAZNAS mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
“BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan UMKM, tetapi juga menyangkut bantuan bencana. Tadi disampaikan kepada saya bahwa bantuan sudah sampai ke Sumatra dan Aceh. Ini sangat luar biasa. Artinya, BAZNAS ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Abdul Wachid saat menghadiri kegiatan Penyaluran Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Selain kinerja secara nasional, Abdul Wachid secara khusus memberikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin oleh Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si. Berdasarkan laporan BAZNAS RI, BAZNAS Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu BAZNAS daerah dengan peran dan capaian tertinggi di tingkat nasional.
Abdul Wachid menegaskan, BAZNAS memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat kecil, di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Abdul Wachid mengatakan, dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS merupakan dana yang berasal masyarakat dengan potensi besar untuk dimanfaatkan secara produktif di berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan UMKM, pengentasan kemiskinan, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penanganan kebencanaan.
Untuk mengoptimalkan peran tersebut, Abdul Wachid mendorong penguatan BAZNAS melalui penyempurnaan regulasi, khususnya terkait kewenangan pengelolaan zakat secara nasional agar lebih terintegrasi dan berdampak luas.
Menurut Abdul Wachid, penguatan kewenangan tersebut akan membuka peluang optimalisasi potensi zakat dari berbagai sumber, seperti TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), DPR, kementerian, hingga sektor korporasi. “Potensi zakat secara nasional bisa mencapai Rp 300 triliun. Untuk Jawa Tengah sendiri, potensinya bisa jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihimpun saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila penguatan regulasi tersebut terwujud, ke depan dapat dibangun kerja sama lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan, salah satunya melalui skema keringanan pajak bagi wajib pajak yang telah menunaikan zakat melalui BAZNAS. “Hal ini nantinya juga akan saya masukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas),” kata Abdul Wachid.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Salurkan 1.500 Paket Bantuan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre untuk 12 Kabupaten di Jawa Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan sebanyak 1.500 paket bantuan kebutuhan pokok hasil kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (22/1/2026).
Seluruh bantuan tersebut diperuntukkan bagi mustahik serta korban bencana di 12 kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Pati, Jepara, Kudus, Demak, dan Pekalongan yang tengah dilanda banjir.
Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Demak, Bambang Soesetiyarto, S.Ip., disaksikan Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si., Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, serta Wakil Ketua MPR-RI sekaligus Anggota DPR-RI Komisi VIII dari PKS Hidayat Nur Wahid.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., mengatakan berbagai program kebencanaan di tingkat pusat yang dijalankan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah menginspirasi BAZNAS daerah untuk aktif saat terjadi bencana. BAZNAS RI telah melatih dan meletakkan dasar pembentukan BTB, sehingga saat ini hampir seluruh daerah telah memiliki BTB.
“Apa yang telah dilakukan oleh BAZNAS ini telah mendapatkan penghargaan dan apresiasi dari berbagai pihak. Sejak memimpin BAZNAS, kami berkomitmen untuk menguatkan kelembagaan,” katanya.
Meskipun saat itu sedang dilanda pandemi COVID-19, BAZNAS terus menguatkan kelembagaan, baik di tingkat pusat maupun dalam skala nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengatakan BAZNAS menjadi mitra pemerintah dalam melayani kebutuhan masyarakat miskin. “BAZNAS Jawa Tengah selalu tampil di depan dengan inovasi melalui berbagai program yang dilaksanakan untuk mustahik,” ucapnya.
"BAZNAS ini sudah sangat bermanfaat kepada masyarakat, tidak hanya persoalan masalah pengetasan kemiskinan, UMKM, tapi juga menyangkut bantuan bencana," kata Abdul Wachid.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. drs. KH. Ahmad Darodji, M.Si., mengatakan Jawa Tengah memiliki 27 titik rawan bencana. Sebagai upaya mitigasi dan penanggulangan, BAZNAS Provinsi Jawa Tengah telah membentuk BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).
“Perubahan cuaca yang sering terjadi, bahkan ekstrem, mengharuskan kita untuk selalu siaga terhadap bencana. Alhamdulillah, seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah atau sebanyak 35 kabupaten/kota telah memiliki pasukan BTB,” katanya.
Pembentukan pasukan BTB juga dilengkapi dengan berbagai peralatan kebencanaan, seperti mobil siaga, ambulans, tenda, peralatan dapur umum, dan perahu karet.
BERITA23/01/2026 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →