Berita Terbaru
Zawa Funwalk 2025: BAZNAS Hadirkan Produk Mustahik, Bukti Nyata Pemberdayaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menghadirkan berbagai produk hasil pemberdayaan mustahik dalam kegiatan Zawa Funwalk 2025 bertema “Berkah Maulid Berdayakan Umat” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (21/9/2025).
Melalui booth ZCoffee, BAZNAS membagikan 350 cangkir kopi hasil panen petani binaan, serta mendistribusikan 150 paket ZChicken kepada pengunjung sebagai bentuk sosialisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan 100 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada mustahik, berisi bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, sarden, dan kornet.
Turut hadir Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, jajaran Pimpinan BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc ,Ph.D., Saidah Sakwan MA, KH. Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM., Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., beserta jajaran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menekankan, penguatan zakat dan wakaf akan memberi dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan.
“Apalagi nanti kalau zakat wakaf itu sudah berdaya, maka sudah tidak ada lagi orang-orang miskin di Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan zakat dan wakaf bukan hanya kewajiban keagamaan, melainkan juga strategi pemberdayaan ekonomi umat. “Insya Allah ke depan bapak-ibu sekalian, carilah kiat-kiat bagaimana menampung zakat, bagaimana menampung wakaf produktif ini,” kata Menag.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa partisipasi BAZNAS dalam kegiatan ini bukan sekadar memeriahkan acara, melainkan menjadi bagian dari syiar zakat yang berdampak nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial dan ekonomi yang memberdayakan. Produk-produk yang kami bawa ke CFD ini adalah hasil dari proses panjang pembinaan mustahik,” ujar Kiai Noor.
Menurutnya, Zawa Funwalk menjadi ruang strategis untuk mengenalkan zakat dan wakaf dalam format yang dekat dengan masyarakat, sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya mendukung gerakan zakat produktif.
"Melalui kegiatan ini, syiar zakat dan wakaf diharapkan semakin meluas di tengah dan dapat menjadi penggerak tumbuhnya kesadaran berzakat di kalangan masyarakat Indonesia," ucap Kiai Noor.
Zawa Funwalk 2025 yang diinisiasi oleh Kementerian Agama RI ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari hiburan Islami, talkshow edukatif, hingga pameran produk-produk berbasis zakat dan wakaf. Kegiatan yang dihadiri 1.400 peserta ini juga menjadi rangkaian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H/2026 M.
BERITA21/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Anak Sekolah di Sulsel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS Parigi Moutong menggelar layanan kesehatan gratis bagi murid sekolah dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Anak Sekolah Sehat yang dilaksanakan di SDN No. 4, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawei Selatan.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi penyuluhan bahaya minuman kemasan, pemeriksaan telinga, serta pemberian vitamin. Program ini diikuti dengan antusias oleh para siswa yang hadir di sekolah.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. menegaskan, program ini merupakan upaya nyata BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak.
“Melalui Rumah Sehat BAZNAS, kami berusaha mendekatkan layanan kesehatan gratis ke sekolah-sekolah, agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Ia menambahkan, edukasi mengenai bahaya minuman kemasan sejak dini sangat penting agar anak-anak lebih sadar dalam menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, kesehatan siswa merupakan fondasi untuk mencetak generasi yang unggul di masa depan.
"Program Anak Sekolah Sehat ini juga menjadi bentuk penyaluran zakat yang dihimpun melalui para muzaki dan dikelola oleh BAZNAS. Insya Allah BAZNAS akan menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dapat tersalurkan secara tepat sasaran," ujarnya.
Dengan demikian, kata Saidah, dana ZIS tidak hanya bermanfaat untuk bantuan langsung, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Adapun total keseluruhan penerima pelayanan manfaat (PPM) layanan ini mencapai 453 jiwa, program ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam memperluas layanan kesehatan berbasis zakat.
BAZNAS berharap kehadiran layanan kesehatan gratis bagi anak sekolah dapat terus berlanjut dan semakin diperluas ke daerah lain. Dengan dukungan masyarakat dan muzaki, program ini diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS dalam membangun kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan umat.
BERITA19/09/2025 | Humas BAZNAS
Rumah Sehat BAZNAS Berau Berikan Layanan Kesehatan Kepada 1.176 Siswa Sekolah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Rumah Sehat BAZNAS Berau memberikan program layanan kesehatan gratis kepada para siswa MI AL-IHSAN di Jalan Pembangunan 1, Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan M.A. mengatakan program ini berupa penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan, serta pemberian bantuan medis kepada sekolah seperti masker, sabun cuci tangan, dan kotak P3k.
Menurut Saidah, kegiatan penyuluhan ini mendapatkan respons positif dan antusiasme dari masyarakat dan siswa di sekolah. Sebanyak 1.176 orang menerima manfaat penyuluhan tersebut.
“Kegiatan penyuluhan untuk anak sekolah ini menekankan pentingnya kebersihan diri khususnya melalui kegiatan mencuci tangan dengan sabun,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Menurut Saidah, hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak usia sekolah akan praktik hidup sehat. Selain itu membiasakan mereka mencuci tangan menggunakan sabun adalah salah satu upaya mencegah penyebaran kuman dan bibit penyakit di sekolah.
Seperti yang kita ketahui bersama, ujar Saidah, anak-anak masih rentan terhadap penyebaran penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sepenuhnya matang. Penyakit yang umum dialami anak-anak sekolah ini antara lain flu, diare, cacar air, campak, ISPA, dan lain sebagainya yang rentan menyebar melalui kontak langsung.
“Karena itu diperlukan dukungan yang baik dengan mengajarkan mereka rutin mencuci tangan dengan sabun agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut,” jelas Sadiah.
Saidah menjelaskan, telapak tangan anak-anak merupakan bagian tubuh yang sering bersentuhan langsung dengan virus atau bakteri yang berasal dari benda maupun dari orang yang sedang sakit. Ketika telapak tangan mereka tanpa sadar menyentuh muka, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan, hal ini bisa membuat mereka tertular penyakit.
Karena itu Saidah berharap, adanya kegiatan ini menyadarkan masyarakat terutama anak usia sekolah dapat lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri dengan cara mencuci tangan yang baik dan benar, dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menjaga kebersihan lingkungan di sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya.
Terakhir Saidah menambahkan, dalam kesempatan tersebut Rumah Sehat BAZNAS juga memperkenalkan kepada seluruh masyarakat kabupaten Berau, bahwa RSB Berau telah membuka operasional pelayanan kesehatan dan bisa dimanfaatkan untuk pasien umum.
BERITA19/09/2025 | Humas BAZNAS
Kolaborasi BAZNAS RI dan Kemenko PM Wujudkan 1.001 Titik Pemberdayaan Berbasis Kawasan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Zmart, turut mendukung peluncuran Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), yang resmi dimulai di Kawasan Produksi Widuri, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan di seluruh Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (H.C.) Muhaimin Iskandar, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., Deputi II Kemenko PM Prof. Dr. Ir. R. Nunung Nuryartono, M.Si., Kepala Divisi Penguatan Pendistribusiaan dan Pedayagunaan BAZNAS Provinsi, Kab/Kota Iqbal Rachmat, serta sejumlah perwakilan lembaga mitra.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan komitmen BAZNAS untuk mendukung penuh program pemerintah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis Kawasan, termasuk Program Aktivasi 1.001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan se-Nusantara.
Ia menambahkan, dalam implementasinya terdapat tujuh mitra strategis yang berkontribusi, termasuk BAZNAS. “Partisipasi BAZNAS dalam program ini difokuskan pada penguatan ekonomi mustahik melalui Program ZMart, yang tidak hanya memberi modal usaha, tetapi juga pendampingan berkelanjutan," jelas Kiai Noor.
“BAZNAS percaya bahwa zakat memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan sosial-ekonomi. Kami berharap, langkah ini menjadi penguat ekonomi masyarakat dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS, lembaga filantropi, dan para penggerak kawasan yang telah berperan aktif menghidupkan ekosistem pemberdayaan desa.
"Keberhasilan tidak mungkin dicapai tanpa membangun ekosistem kolaborasi yang produktif secara terus-menerus. Apa yang kita jadikan pilot project hari ini merupakan pematangan dari seluruh rangkaian perjuangan, baik yang dilakukan pemerintah maupun non-pemerintah,” kata Muhaimin.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor menjadi bukti nyata lahirnya kolaborasi produktif dalam pemberdayaan masyarakat desa. "Inilah ekosistem yang harus terus kita bangun bersama,” ujarnya.
Sebagai Menko PM, Muhaimin menegaskan kesiapannya mendukung seluruh gerakan pemberdayaan yang melibatkan berbagai pihak. “Harapan kita, ekosistem pemberdayaan ini dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat desa, memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ucapnya.
Zmart BAZNAS adalah program pemberdayaan ekonomi yang dikembangkan BAZNAS untuk meningkatkan skala usaha warung dan toko kecil milik mustahik (penerima zakat), dengan memberikan modal, pendampingan, dan pelatihan agar usaha mustahik dapat berkembang, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki (pemberi zakat).
BERITA17/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Dorong Pemberdayaan Umat lewat Penguatan Ekonomi Sosial Islam
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong pemberdayaan ut melalui penguatan ekonomi sosial Islam. Program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat guna mendukung pembangunan ekonomi umat Islam di Indonesia.
Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA. saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diklat Kristologi dan Dakwah Pembentengan Aqidah Islam melalui Pemberdayaan Kesejahteraan Ekonomi Umat, Rabu (17/09/2025) di Aula Buya Hamka Lt.4, Gd. MUI Pusat, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, MA, menjelaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga menjadi kekuatan produktif dalam pengentasan kemiskinan. Menurutnya, zakat dapat menggerakkan sektor riil sekaligus memperkuat keuangan syariah.
"Data menunjukkan, potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun. Angka fantastis ini terdiri dari zakat pertanian, peternakan, tabungan, pendapatan, hingga zakat badan usaha. Jika dikelola secara optimal, zakat diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat dan menekan angka kesenjangan sosial," kata Saidah.
Meski begitu, menurut Saidah, tantangan masih membayangi. Kurangnya literasi zakat, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi menjadi hambatan yang harus segera diatasi. Selain itu, juga perlu adanya penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan zakat.
"Dengan populasi muslim terbesar di dunia, serta gelar sebagai negara paling dermawan, potensi zakat dapat dikembangkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah. Hadirnya World Zakat and Waqf Forum juga memperkuat posisi Indonesia sebagai inisiator gerakan zakat global," ujarnya.
Saidah menegaskan, pemberdayaan umat dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, pemberdayaan sosial yang menyasar kebutuhan dasar, darurat, dan lanjutan masyarakat miskin.
"Kedua, pemberdayaan ekonomi yang memberikan akses modal, produksi, dan pasar. Ketiga, pemberdayaan dakwah/advokasi untuk memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil," ujarnya.
Untuk itu, dalam hal pemberdayaan kesejahteraan ekonomi umat, menurut Saidah, BAZNAS hadir untuk masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan, di antaranya program-program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan sosial, maupun pemberdayaan dakwah dan advokasi.
"Bersama MUI, BAZNAS mengajak semua pihak, di antaranya organisasi masyarakat keagamaan, untuk dapat berkontribusi dan berkolaborasi nyata dalam masifnya dakwah zakat di Indonesia. BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi lembaga utama dalam menyejahterakan umat," kata Saidah.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
Bantu Penyintas Kebakaran di Senen, BAZNAS RI Salurkan Makanan Siap Saji hingga Layanan Psikososial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Bantuan diberikan berupa makanan siap saji, dukungan dapur umum, hingga layanan psikososial untuk meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, Tim BAZNAS Tanggap Bencana langsung bergerak cepat ke lokasi bencana sejak hari pertama untuk memastikan para korban memperoleh kebutuhan dasar secara layak selama masa tanggap darurat.
“BAZNAS RI melalui BTB hadir untuk mendampingi masyarakat terdampak. Kami menyiapkan makanan siap saji, dapur umum, serta layanan psikososial agar masyarakat, khususnya anak-anak, bisa tetap merasa aman di tengah situasi sulit,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Menurut Saidah, penyediaan makanan siap saji dan dapur umum menjadi prioritas karena para korban kehilangan akses pangan setelah rumah mereka ludes terbakar.
"Kami memahami kondisi di lokasi pengungsian tidak mudah dan serba terbatas. Dengan adanya dapur umum dan pendistribusiaan makanan siap saji ini, kami berharap para korban bisa tetap menjaga kesehatan," tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan pangan, Saidah menyampaikan, BAZNAS RI juga membuka layanan psikososial untuk membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, yang mengalami trauma akibat kehilangan tempat tinggal.
“Anak-anak korban kebakaran sangat rentan secara psikologis. Karena itu, kami menurunkan tim khusus agar mereka tetap bisa mendapatkan rasa aman dan hiburan meski berada di pengungsian,” ujarnya.
Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, Tim BTB BAZNAS hingga kini masih berada di lokasi untuk memberikan dukungan lanjutan. Distribusi logistik hingga pendampingan psikososial terus dilakukan sesuai kebutuhan warga.
"Upaya BAZNAS RI ini diharapkan dapat meringankan beban korban kebakaran sekaligus memperlihatkan peran zakat dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat," ujar Saidah.
Saidah juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus bergandengan tangan membantu korban bencana, baik melalui doa maupun donasi yang dapat disalurkan lewat BAZNAS.
“Bantuan yang kami salurkan ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Inilah wujud nyata zakat bisa dirasakan manfaatnya secara cepat ketika terjadi bencana,” ucapnya.
Seperti diketahui, kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Senen, Jakarta Pusat, pada Senin (16/9/2025) dan mengakibatkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
Bantu Sesama, BAZNAS RI dan Masjid Al Bakrie Luncurkan Program Sedekah Barang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Masjid Al Bakrie-Taman Rasuna yang turut didukung oleh PT Bakrieland Development Tbk (Bakrieland) selaku pengelola kawasan Rasuna Epicentrum di mana lokasi Masjid berada resmi meluncurkan program “Sedekah Barang”, untuk menyumbangkan barang-barang bekas layak pakai agar memberi manfaat bagi sesama sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Program Sedekah Barang ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam bersedekah, tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga barang-barang yang dapat memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan.
Peluncuran program tersebut dilakukan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Jakarta Selatan, pada Selasa (16/9/2025). Turut hadir, Mochamad Noerhakim, Kepala Departemen Program LAZNAS Bakrie Amanah, Penguatan LAZ BAZNAS RI H. Abd. Kafi , jajaran Pengurus DKM Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Perwakilan Manajemen Bakrieland Zulfikar, Kepala Departemen Program LAZNAS Bakrie Amanah Mochamad Noerhakim.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM. menyampaikan, Sedekah Barang lahir sebagai jawaban atas persoalan kesenjangan ekonomi, sosial, dan lingkungan akibat penggunaan barang bekas.
“Sedekah Barang hadir untuk memberikan nilai manfaat pada barang yang sudah tidak terpakai, baik melalui pemanfaatan langsung maupun nilai jualnya. Program ini mengajak masyarakat agar menjadikan barang bekas sebagai ladang amal sekaligus solusi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Rizaludin.
Menurut Rizaludin, masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan hingga harus bergantung pada barang bekas, sementara kelompok lain mampu membeli barang baru tanpa kesulitan. Ketimpangan ini, ujar Rizaludin, tidak hanya memunculkan masalah sosial tetapi juga berdampak buruk bagi lingkungan ketika barang bekas tidak diolah dengan benar.
“Melalui sinergi dengan Masjid Al Bakrie, BAZNAS menyediakan drop box Sedekah Barang di lingkungan Masjid Al Bakrie dan Apartemen Taman Rasuna. Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah masjid, penghuni apartemen, maupun masyarakat umum untuk
wadah bagi jamaah dan warga untuk berbagi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
“Kami sangat mendukung program Sedekah Barang ini karena menjadi wadah bagi jamaah dan warga Taman Rasuna untuk berbagi barang layak pakai. Kami berharap program ini dapat membantu yang membutuhkan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan Masjid,” ujar perwakilan DKM Masjid Al Bakrie Taman Rasuna, Jakarta.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Respons Cepat Banjir Bali, Dirikan Dapur Umum Hingga Salurkan Bantuan Kemanusiaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bergerak cepat merespons bencana banjir besar yang melanda Provinsi Bali dengan mendirikan layanan Dapur Umum, Aksi Resik, hingga menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Bencana ini dipicu curah hujan ekstrem hingga 385 mm dalam sehari, setara dengan curah hujan sebulan penuh, yang mengakibatkan meluapnya sungai dan genangan di enam wilayah, termasuk Denpasar, Gianyar, Jembrana, Badung, Tabanan, dan Klungkung. Akibat musibah ini, sedikitnya 18 orang meninggal dunia, enam orang masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 400 keluarga terdampak, dengan kerusakan meliputi rumah, pasar, hingga akses jalan utama.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Bali dan relawan langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. Bantuan yang diberikan meliputi layanan dapur umum, dapur air, serta distribusi logistik darurat seperti hygiene kit, baby kit, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Mendengar musibah tersebut, BAZNAS langsung menurunkan tim untuk memberikan layanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami ingin memastikan bahwa zakat benar-benar hadir untuk membantu mereka yang membutuhkan dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Saidah Sakwan, di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Saidah menjelaskan, tim relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama BAZNAS Provinsi Bali bergerak cepat membantu dan memberikan berbagai layanan bagi para penyintas banjir Bali.
"Tim BAZNAS mendirikan pengungsian, layanan dapur umum dan dapur air di beberapa titik yakni Pos Padanggalak, Desa Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, dan di Jalan Pulau Biak, Desa Dauh Puri, Kecamatan Denpasar Barat," jelasnya.
Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan bantuan makananan siap saji sebanyak 1.500 porsi yang disalurkan di beberapa titik pengungsian.
"Untuk hari ini, BAZNAS akan melanjutkan aksi kemanusiaan dengan mendirikan dua titik dapur umum di Denpasar Barat dan Denpasar Timur. Selain penyediaan makanan siap saji dan air bersih, BAZNAS juga akan menyalurkan logistik tambahan serta melaksanakan aksi bersih lingkungan dan penyemprotan disinfektan, baik di Pos Padanggalak maupun di area Pasar Kumbasari," tambahnya.
“Selain distribusi bantuan darurat, BAZNAS juga akan mendukung pemulihan pascabencana dengan aksi bersih lingkungan dan penyemprotan disinfektan," ucapnya.
Saidah berharap, para penyintas dapat segera bangkit dan beraktivitas normal kembali tanpa khawatir akan dampak lanjutan dari banjir.
Mari salurkan bantuan terbaik Anda melalui link:
baznas.go.id/sedekahbencana
Atau melalui rekening:
BSI 900.0055.740
BCA 686.073.7777
a.n. Badan Amil Zakat Nasional
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
Dukung Asta Cita, BAZNAS RI Optimalkan Program Beasiswa untuk Pembangunan SDM
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program beasiswa pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai kemiskinan, serta mendukung tercapainya Asta Cita dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, saat menjadi narasumber Kuliah Tamu bertajuk “Zakat sebagai Salah Satu Instrumen Pendukung Asta Cita - Pembangunan SDM di Indonesia” yang digelar di Universitas Islam Kadiri, Jawa Timur, Senin (15/9/2025).
Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena itu, zakat yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga diarahkan bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Zakat adalah instrumen yang strategis untuk pembangunan. Melalui beasiswa, BAZNAS ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa tetap menempuh pendidikan hingga jenjang tinggi. Ini menjadi jalan memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Haji Mo Mahdum.
Haji Mo Mahdum memaparkan, berdasarkan data Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2024, penyaluran dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain untuk sektor pendidikan mencapai Rp 1,29 triliun. Dana tersebut menjangkau lebih dari 2,6 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut, Haji Mo Mahdum menjelaskan, berbagai program beasiswa pendidikan yang dijalankan BAZNAS, diantaranya Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Dalam Negeri untuk mahasiswa S1, Beasiswa Luar Negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3 di Timur Tengah, Malaysia, dan Rusia, Beasiswa Riset Zakat bagi mahasiswa S1, S2, S3 maupun kelompok riset, serta Beasiswa Cendekia BAZNAS Ma’had Aly untuk mahasiswa S1.
“Selain itu, BAZNAS menginisiasi Beasiswa Filantropi Islam untuk mencetak amil profesional dengan kualifikasi S2 dan S3, serta Beasiswa Kaderisasi Seribu Ulama MUI (S3) yang ditujukan untuk melahirkan ulama berkompeten dalam pemikiran Islam dan syariah," jelas Haji Mo Mahdum.
"Tak hanya itu, BAZNAS juga mendukung pendidikan santri melalui Beasiswa Santri BAZNAS tingkat SMA/SMK/MA bagi santri berprestasi dari kalangan dhuafa, khususnya sebagai persiapan masuk ke perguruan tinggi negeri, serta Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus yang menyasar penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T, serta komunitas adat," lanjutnya.
Hasil nyata mulai terlihat, Haji Mo Mahdum mengungkapkan, lebih dari 10 persen alumni beasiswa BAZNAS kini telah berubah status dari mustahik menjadi muzaki. “Transformasi mustahik menjadi muzaki adalah indikator keberhasilan program kami. Zakat benar-benar bisa mengangkat harkat sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Mahdum.
Haji Mo Mahdum mengatakan, dengan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun, BAZNAS optimistis peran zakat dalam pendidikan akan terus meningkat. "Penguatan kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut," kata Haji Mo Mahdum.
Mo Mahdum menambahkan, zakat untuk pendidikan memiliki legitimasi syariah yang kuat. Fatwa MUI Nomor Kep.-120/MUI/II/1996 menyebut pemberian zakat untuk beasiswa sah karena termasuk dalam kategori fi sabilillah.
“Dengan dasar syariah yang jelas, BAZNAS mantap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Harapannya, investasi zakat di sektor ini bisa lahirkan SDM unggul yang berkontribusi untuk Indonesia Emas 2045,” ucapnya.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Perkuat Layanan Kebencanaan melalui Pelatihan SDM bersama BASARNAS dan BNPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan kebencanaan dalah salah satunya melalui pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal tersebut ditandai dengan Pengukuhan Peserta Pelatihan Kebencanaan di Balai Diklat BASARNAS Bogor, Senin (15/9/2025). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., Direktur Bina Potensi BASARNAS Agus Haryono, S.S., M.B.A., Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan BASARNAS Heru Suhartanto, S.H., M.M., Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana BNPB Dr. Kheriawan, M.M., serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayaguaan, Saidah Sakwan, MA., menegaskan, sinergi antara BAZNAS, BASARNAS, dan BNPB menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencarian, pertolongan, dan penanggulangan bencana di Indonesia.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan hadirnya SDM yang terlatih, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam penyelamatan serta pemulihan pascabencana. Kolaborasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujar Saidah.
Saidah menambahkan, kehadiran peserta pelatihan diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko bencana yang semakin beragam.
“Para peserta yang dikukuhkan hari ini diharapkan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Mereka bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan dalam setiap aksi penyelamatan,” ucap Saidah.
BAZNAS, lanjut Saidah, tidak hanya berperan dalam pendistribusian bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga aktif memperkuat kapasitas melalui kerja sama lintas lembaga.
“Dengan sinergi ini, kita ingin membangun sistem kebencanaan yang lebih kuat, komprehensif, dan berkelanjutan,” katanya.
Acara pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam mempertegas komitmen bersama lembaga-lembaga terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana.
BERITA16/09/2025 | Humas BAZNAS
Perkuat Respon Bencana, BAZNAS Kab. Tasikmalaya Ikuti Pelatihan Bersama BASARNAS & BNPB
Alhamdulillah, sebagai wujud komitmen dalam memperkuat layanan kemanusiaan, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya turut serta dalam Pengukuhan Peserta Pelatihan Kompetensi Kebencanaan BAZNAS Tanggap Bencana yang diselenggarakan di Balai Diklat BASARNAS, Bogor, pada Senin (15/9/2025).
Kami dengan bangga mengutus dua personel terbaik kami yaitu Yafi Hazim Fuady, S.Sy, Staf Pendistribusian Bidang Sosial Kemanusiaan dan Dhiar Mohammad Hasbi, S.H, staf Pendistribusian Bidang Kesehatan.
Pelatihan ini merupakan sinergi strategis antara BAZNAS RI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tujuannya adalah untuk melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi penyelamatan serta pemulihan pascabencana.
Keikutsertaan amil kami adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki dapat disalurkan secara maksimal, tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui kesiapsiagaan dan kapasitas tim yang mumpuni di lapangan.
Semoga ilmu yang didapat menjadi bekal berharga untuk melayani masyarakat, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Mohon doa dan dukungan dari Sahabat semua. ????
#baznaskabtsm #tasikpeduli #BaznasTanggapBencana #BTBKabTasikmalaya #SinergiBAZNAS #BASARNAS #BNPB #Kemanusiaan #PenanggulanganBencana
BERITA15/09/2025 | humasbaznaskabtsm
Program BMD BAZNAS Dorong Usaha Kuliner Masitoh Raih Omzet Hingga Rp26 Juta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) berhasil memberdayakan mustahik asal Banjarmasin, Siti Masitoh dengan usaha kulinernya berupa rumah makan.
Setelah mendapat manfaat dari program BMD, Masitoh berhasil mengembangkan usahanya hingga memperoleh omzet sebesar Rp22 juta sampai Rp26 juta per bulan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA mengapresiasi keberhasilan usaha kuliner milik Masitoh. Menurut Saidah, keberhasilan ini merupakan bukti nyata manfaat program BMD untuk membantu para pelaku usaha mikro.
Saidah berharap, keberhasilan Masitoh dalam mengembangkan usaha rumah makan bisa menginspirasi dan memotivasi para mustahik, sekaligus mendorong program BMD ini agar lebih luas lagi menjangkau masyarakat.
“Karena tujuan besar dari program-program seperti ini adalah untuk mengantarkan mustahik menjadi muzaki,” kata dia.
Saidah menambahkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS. Dengan pemberian modal dan pendampingan yang diberikan, Masitoh berhasil mengembangkan usaha rumah makannya semakin ramai pembeli.
Sementara itu, penerima manfaat program BMD Banjarmasin Masitoh menyampaikan rasa syukurnya, "Alhamdulillah omzet sekarang bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp800 ribu per hari."
Masitoh juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS karena telah membantu bisnis kulinernya menjadi lebih baik dan berkembang. Masitoh mengaku merasakan betul manfaat dan dampak positif program BMD.
Modal yang didapatkan dari program BMD ia gunakan untuk peremajaan peralatan dapur, seperti kompor, panci, wajan, hingga perlengkapan makan. Termasuk juga membeli kursi agar pelanggan lebih nyaman ketika makan di tempat.
“Dulu sempat masak di rumah karena terbatasnya peralatan, jadi ribet bolak-balik dan makanan cepat dingin. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik,” tuturnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan, BMD Banjarmasin berharap semakin banyak mustahik yang dapat mandiri secara ekonomi sekaligus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Program BMD merupakan upaya strategis BAZNAS dalam rangka memberdayakan pelaku usaha mikro untuk tumbuh dan berkembang. Jadi keberhasilan Bu Masitoh adalah kebanggan bagi kita semua,” kata Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (15/9/2025).
BERITA15/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Bantu Perbaikan Gizi Balita di Kaliagung, Kulon Progo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta bersama BAZNAS DIY berkolaborasi dengan Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan monitoring dan evaluasi balita gizi kurang atau buruk dan stunting.
Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan gizi bertema “Tips Memilih Jajanan Sehat untuk Anak”. Setelah itu, tim kesehatan melakukan pengukuran berat badan (BB) dan panjang/tinggi badan (PB/TB) pada balita. Di akhir acara, para peserta juga mendapat paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur, susu formula, dan biskuit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 63,34 persen balita mengalami berat badan kurang (BB/U), dan 73,34 persen mengalami kondisi pendek (PB/U atau TB/U). Data ini menjadi alarm penting bahwa penanganan stunting perlu terus diperkuat.
Menanggapi kondisi tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, menegaskan, zakat memiliki peran besar tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Zakat tidak hanya menyentuh aspek ekonomi. Melalui program kesehatan seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak Indonesia terpenuhi gizinya, sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan unggul,” kata Saidah, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Lebih jauh, Saidah menekankan, keberhasilan program penurunan stunting tidak bisa dilepaskan dari peran semua pihak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan langkah-langkah intervensi berjalan efektif.
“Stunting tidak bisa diatasi sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar hasilnya lebih optimal. BAZNAS hadir untuk memperkuat peran ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, program perbaikan gizi seharusnya tidak berhenti hanya pada kegiatan sesaat. Saidah mendorong agar intervensi dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan anak.
“Intervensi satu kali tidak cukup. Harus ada pemantauan, edukasi, dan dukungan gizi secara konsisten. Dengan begitu, angka stunting di Kulonprogo bisa terus ditekan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS berharap peran zakat semakin nyata dirasakan masyarakat, khususnya dalam mencegah gizi buruk dan stunting. Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan menjadi energi bersama untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
BERITA15/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Dorong Pemerataan Pendidikan Melalui Program Beasiswa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong pemerataan pendidikan di seluruh daerah melalui berbagai program beasiswa yang telah dijalankan, baik di dalam negeri maupun luar negeri, sebagai wujud komitmen dalam mendukung kemajuan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam kegiatan Pesta Beasiswa Rakyat Indonesia dan Sesi Motivasi untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia dengan tema “Jaga Indonesia melalui Beasiswa” yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (6/9/2025).
Turut hadir, Deputi I BAZNAS RI sekaligus Dewan Kehormatan Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia M. Arifin Purwakananta, Staf Khusus Bidang Pendidikan Wakil Presiden RI Achmad Aditya, Ph.D., Asisten Deputi Pendidikan Menengah dan Tinggi Kemenko PMK RI Maman Wijaya, Ketua Umum Asosiasi Jaringan Beasiswa Indonesia Rina Fatimah, Co-Founder Paragon Corp Salman Subakat, serta Direktur Pendidikan Sekolah Tzu Chi Freddy Ong.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan BAZNAS RI telah berkontribusi secara nyata dalam mendukung akses pendidikan melalui berbagai program beasiswa baik di dalam maupun luar negeri yang sudah berjalan.
“BAZNAS telah berkontribusi secara konkret dalam penyaluran beasiswa di Indonesia, baik dalam negeri, maupun luar negeri, dengan berbagai program beasiswa yang telah dijalankan oleh BAZNAS hingga saat ini,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, BAZNAS bersama para penyelenggara beasiswa lainnya berupaya menghadirkan pemerataan pendidikan agar tidak ada anak yang tertinggal, khususnya di daerah-daerah yang masih terbatas aksesnya.
“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sekolah, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak sejahtera, tidak boleh ada anak Indonesia yang putus sekolah karena tidak mampu ekonomi,” ucap Kiai Noor.
Kiai Noor juga memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah dalam menjaring akses pendidikan melalui sekolah rakyat, yang dinilai mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak bangsa.
“Kami mengapresiasi program sekolah rakyat dari pemerintahan Presiden RI, Bapak H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Bapak Gibran Rakabuming Raka, yang menjaring semua orang untuk dapat sekolah,” katanya.
Menurut Kiai Noor, gerakan beasiswa harus menjadi budaya bangsa agar menuntut ilmu menjadi bagian dari jati diri masyarakat, sehingga melahirkan generasi yang unggul.
“Pergerakan kolektif ini agar dapat terus didorong menjadi gerakan yang masif, sehingga menuntut ilmu dapat menjadi budaya dan pergerakan, di mana orang akan malu jika tidak sekolah, orang akan malu jika bodoh, dan orang akan malu jika tidak paham ilmu. Puncak-puncak keilmuan akan naik di Indonesia, kita akan maju melampaui bangsa-bangsa yang lain,” jelasnya.
BAZNAS, tambah Kiai Noor, berkomitmen untuk terus menjadi lembaga utama dalam menyejahterakan umat melalui program pendidikan dan beasiswa, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.
BERITA15/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Apresiasi Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II, Tegaskan Komitmen Bantu Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut kedatangan Satgas Bannusia Lugri Garuda Merah Putih II yang juga terdiri atas personel BAZNAS, kini telah kembali ke tanah air pada Sabtu (13/9/2025). Hal ini menandakan misi penyaluran bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina via airdrop telah selesai dilaksanakan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, hadir bersama Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., CFRM., dalam acara penyambutan yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Acara ini turut dihadiri Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Dr. Zuhair S.M. Al-Shun, perwakilan Kedutaan Mesir dan Yordania, jajaran pejabat kementerian, serta tamu undangan lainnya.
Pimpinan BAZNAS, Kol. Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan misi kemanusiaan ini.
“BAZNAS RI mengucapkan puji syukur Alhamdulillah bahwa semua personel Satgas Garuda Merah Putih II yang didalamnya termasuk beberapa personel dari BAZNAS RI, atas ijin dan perlindungan dari Allah SWT telah berhasil dan sukses melaksanakan tugas bantuan kemanusiaan di Gaza Palestina melalui Airdrop.
Kolaborasi antara TNI dan BAZNAS RI yang merupakan perintah Presiden Prabowo bisa dilaksanakan dengan baik.
Tugas ini juga merupakan salah satu tanggungjawab BAZNAS RI kepada masyarakat Indonesia yang telah menitipkan bantuannya kepada BAZNAS RI. Tentu BAZNAS tetap akan menerima bantuan dari masyarakat, sehingga kita tetap bisa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang di Palestina,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BAZNAS menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel Satgas dan mitra, di antaranya Kolonel Pnb Puguh Yulianto, Letkol Cba Supriyanto, S.I.P., M.Si., Letkol Pnb Chandra Danang Jaya, serta media TVOne, yang diwakili Mohammad Fahrial Nugraha.
Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa misi kemanusiaan ke Palestina tidak lepas dari kerja sama lintas lembaga, termasuk BAZNAS.
“Total yang sudah didrop seberat 91,4 ton dengan jumlah 520 bakal yang diterjunkan di Gaza. Semua terselenggara atas kerja sama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, BAZNAS, kemudian atas perintah Panglima TNI, TNI AU melaksanakan penerbangan di Gaza,” kata Kasau.
Ia menambahkan bahwa misi ini menjadi bukti konsistensi bangsa Indonesia dalam solidaritas kemanusiaan internasional.
“Sekali lagi ini adalah komitmen bangsa Indonesia untuk ikut dalam solidaritas perjuangan kemanusiaan yang ada di saudara-saudara kita di Gaza,” tegasnya.
Walau misi airdrop telah usai, BAZNAS tetap membuka jalan kebaikan. Bersama pemerintah, TNI, dan mitra strategis, BAZNAS berkomitmen terus menyalurkan donasi rakyat Indonesia bagi warga Gaza melalui jalur darat maupun cara lain yang memungkinkan.
BERITA13/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Bersama Airnav Beri Khitan Massal untuk Anak Kurang Mampu di Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama AirNav Indonesia menggelar khitan massal untuk 150 anak kurang mampu yang diselenggarakan di Kantor Airnav Indonesia, Kota Tangerang.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, menyambut baik kegiatan khitanan massal yang digelar bersama AirNav Indonesia. Saidah menilai, kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
"Sebagaimana dalam agama Islam, bahwa khitanan merupakan syariat yang wajib bagi seluruh umat muslim. Khitan massal ini diselenggarakan agar anak-anak tumbuh dengan sehat dan baik sesuai dengan syariat agama Islam," kata Saidah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Dengan terselenggaranya acara ini, Saidah berharap agar anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang sehat serta berpesan untuk menjadi anak yang taat kepada agama.
"Setelah dikhitan, semoga para anak dapat lebih mendekatkan diri pada agamanya, menjadi peduli dengan kebersihan diri, dan kesehatannya,” kata Saidah.
Sementara itu, Vice President of CSR AirNav Indonesia Farhan Jamil mengatakan untuk khitan massal pada kesempatan ini berjumlah 150 anak.
"Penerimanya adalah para masyarakat di sekitar kantor AirNav, di samping itu juga ada keluarga dari tenaga alihdaya AirNav Indonesia," imbuhnya.
Farhan Jamil pun berharap dengan adanya kegiatan khitan massal ini dapat memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar terkhusus bagi anak-anak. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah mendukung kegiatan khitan massal ini.
"Harapannya adalah dengan terselenggaranya khitanan ini mereka mendapatkan hak kesehatan dan juga mendapatkan hak pribadi selaku pria yang sudah di khitan," kata dia.
"Ke depan mudah-mudahan setelah di khitan lebih sehat dan mereka bisa tumbuh dengan lebih baik," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng Septiani mengungkapkan rasa syukurnya karena cucunya yang bernama Gibran dapat dikhitan di acara khitanan massal BAZNAS dan AirNav Indonesia.
"Kami berterima kepada BAZNAS dan AirNav Indonesia yang telah menyelenggarakan khitanan massal ini. Semoga ke depan lebih banyak anak-anak yang mendapat khitan," imbuhnya.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS
Berdayakan Mustahik, BAZNAS RI Dirikan Foodcourt di Demak
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Microfinance Desa (BMD) sukses memberdayakan kelompok mustahik UMKM binaan dengan mendirikan usaha bersama berupa foodcourt di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah.
Pendirian foodcourt yang diberi nama “Kuliner Sekawan Demak (KSD)” merupakan hasil kerja sama tiga pelaku UMKM mustahik binaan BAZNAS yang sebelumnya mendapatkan dukungan modal dan pendampingan usaha dari program BMD.
Sejak diresmikan pada 10 September 2025, foodcourt “Kuliner Sekawan Demak” menghadirkan berbagai gerai kuliner, mulai dari bakso Malang milik Ibu Endah, ayam geprek milik Mbak Dian, donat Yura milik Mbak Wulan, hingga lontong pecel khas Demak. Kehadiran foodcourt ini menawarkan satu lokasi terpadu yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kelompok UMKM mustahik binaan di Demak tersebut.
“BAZNAS berkomitmen terus mendampingi para mustahik agar berdaya dan mandiri. Kehadiran foodcourt ini menjadi bukti bahwa program Microfinance Desa tidak hanya memberikan modal, tetapi juga mendorong kolaborasi usaha yang lebih berkelanjutan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Menurut Saidah, model usaha berbasis kelompok seperti foodcourt akan memperkuat posisi UMKM binaan dalam menghadapi persaingan pasar. Selain itu, usaha bersama ini juga diharapkan dapat menjadi pusat kuliner baru yang memperkuat ekonomi lokal di Demak.
Saidah menambahkan, usaha bersama seperti ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM, tetapi juga membangun semangat kolaborasi dan solidaritas antar mustahik.
Lebih lanjut, Saidah juga menegaskan, BAZNAS akan memperluas jangkauan program BAZNAS Microfinance Desa ke berbagai daerah lain. Ia berharap keberhasilan kelompok mustahik di Demak tersebut dapat menjadi contoh sekaligus motivasi bagi kelompok mustahik di wilayah lain untuk mendirikan usaha produktif bersama.
“Melalui model usaha kolektif seperti foodcourt, para mustahik tidak hanya berdagang, tetapi juga belajar manajemen, kerja sama, dan strategi pemasaran. Ini penting agar mereka siap bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Saidah.
Ketua kelompok mitra binaan, Dwi Endah, mengaku sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan BAZNAS. “Kami terbantu bisa bertemu BAZNAS, dan rencana membuat foodcourt bersama teman-teman UMKM kuliner sudah pernah kami sampaikan kepada pendamping BAZNAS. Alhamdulillah akhirnya didukung dan sekarang bisa terwujud,” ujar Endah.
Hal senada juga disampaikan pelaku usaha ayam geprek, Fadilia Rahardian (Dian). Ia berterima kasih atas kepedulian BAZNAS yang telah membuka jalan bagi pelaku usaha kecil agar bisa berkembang.
“Saya ucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang peduli terhadap pelaku usaha kecil agar mampu berkembang lebih maju. Semoga usaha kami bisa membawa manfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” tutur Dian.
BMD adalah program BAZNAS yang memberikan pembiayaan produktif atau pinjaman modal usaha kepada pelaku usaha mikro dan masyarakat desa yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Guru Ngaji di Sukabumi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Sukabumi memulai program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Desa Cukurutuk, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini diawali dengan perbaikan rumah Anggun Gunawan, seorang guru ngaji di Kampung Cipeundeuy, yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Sebelum diperbaiki, rumah Anggun berdinding bilik bambu dan papan kayu yang rapuh, atapnya bocor serta miring sehingga rawan ambruk. Lebih dari itu, rumah sederhana tersebut juga difungsikan sebagai tempat belajar mengaji anak-anak di kampung, sehingga kerusakan yang ada sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya program ini. “Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan langkah nyata BAZNAS dalam membantu guru ngaji yang selama ini mendedikasikan hidupnya untuk membimbing anak-anak mengaji.” ungkap Saidah.
Perbaikan rumah guru ngaji ini merupakan bagian dari Program Rumah Layak Huni BAZNAS, sebuah inisiatif yang dirancang untuk membantu para mustahik memiliki tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat. Program ini menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum mampu memperbaiki kondisi rumahnya karena keterbatasan ekonomi.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dikelola BAZNAS benar-benar memberikan dampak nyata. Salah satunya melalui penyediaan rumah yang lebih baik bagi mustahik. Dengan rumah yang kokoh, nyaman, dan sehat, kami berharap kualitas hidup penerima manfaat juga ikut meningkat,” tambah Saidah.
Selain di Kabupaten Sukabumi, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat menargetkan perbaikan 40 unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Hal ini menjadi wujud nyata kolaborasi BAZNAS di tingkat pusat, provinsi, dan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini tidak hanya sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun harapan. Kami ingin para mustahik merasakan kehadiran negara melalui BAZNAS, dan mendapatkan kembali semangat untuk hidup lebih baik. InsyaAllah, rumah-rumah yang diperbaiki ini akan menjadi saksi tumbuhnya generasi Qur’ani yang belajar dengan nyaman dan aman,” kata Saidah.
Melalui program Rumah Layak Huni, BAZNAS berharap dapat mendorong keberdayaan mustahik sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama. Dengan dukungan masyarakat, zakat yang ditunaikan dapat terus disalurkan kepada mereka yang berhak, hingga semakin banyak keluarga yang merasakan manfaat nyata dari keberadaan BAZNAS.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Tinjau Bantuan Kemanusian untuk Palestina di Mesir
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama desainer sekaligus figur publik Ivan Gunawan, meninjau langsung bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina di sejumlah titik distribusi di Kairo, Mesir.
Ivan Gunawan menyampaikan rasa syukurnya dapat ikut serta dan menyaksikan langsung proses distribusi dalam misi kemanusiaan untuk Palestina.
“Saya berdiri di sini atas nama kemanusiaan. Gerakan Love, Hope for Humanity lahir dari brand saya, yakni Mandjha Ivan Gunawan. Event ini pertama kali digelar pada akhir Juni lalu, dan Alhamdulillah mendapatkan sambutan luar biasa. Hingga akhir Juli, terkumpul donasi senilai Rp2 miliar yang kemudian disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu Palestina,” kata Ivan dalam kunjungannya di Kairo, Mesir, Rabu (10/9/2025).
Ivan menambahkan, dana tersebut terhimpun berkat partisipasi para wanita Mandjha yang ikut berdonasi, baik secara langsung maupun melalui pembelian koleksi hijab bertema Palestina, di mana sebagian keuntungannya disumbangkan untuk Palestina.
“Saya berterima kasih kepada seluruh wanita Mandjha yang sudah berdonasi untuk Palestina. Ketika saya datang ke Mesir dan melihat langsung kondisi para korban, hati saya benar-benar terenyuh. Lewat karya, saya ingin berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina, semoga bantuan ini sedikit meringankan penderitaan mereka,” ungkap Ivan.
Dalam kesempatan tersebut, Ivan juga berkesempatan mengunjungi rumah sakit untuk bertemu pengungsi Palestina yang tinggal di Mesir, serta melihat langsung gudang penyimpanan bantuan pangan yang dipersiapkan untuk dikirim ke Gaza.
“Ini pengalaman luar biasa. Saya ikut membantu proses packing dan sangat terharu melihat betapa banyak isi satu kotak bantuan untuk satu keluarga. Saya berharap keluarga-keluarga di Gaza bisa sedikit terbantu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ivan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan ini. Ia juga mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan gerakan kemanusiaan melalui berbagai kegiatan bersama brand Mandjha miliknya.
“Terima kasih untuk BAZNAS, dan insya Allah dari Brand Mandjha akan ada event-event selanjutnya, event-event yang lebih seru, sehingga customer Mandjha semakin banyak yang bisa ikut berpartisipasi,” kata Ivan.
Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI Faisal Qosim, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab BAZNAS menyampaikan amanah masyarakat Indonesia untuk Palestina.
“BAZNAS bekerja sama dengan Brand Mandjha dari Ivan Gunawan untuk membantu masyarakat Palestina, dan hari ini kita bersama-sama hadir langsung di Mesir, di titik-titik pendistribusian, sebagai amanah dari masyarakat Indonesia,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, peninjauan lapangan dilakukan agar distribusi bantuan berjalan efektif. Selain meninjau gudang logistik, BAZNAS bersama Ivan Gunawan dan tim juga mengunjungi beberapa titik pengungsian warga Palestina yang kini menetap di Mesir.
“Kami mohon doanya, semoga semua amanah yang akan kita sampaikan ke saudara-saudara kita di Palestina berjalan dengan baik, tepat sasaran dan membawa keberkahan dari Allah SWT bagi mereka dan kita semua,” ujar Faisal.
BERITA12/09/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Literasi Keuangan Mustahik, BAZNAS Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan Z-Mart
Kamis, 11 September 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya sukses menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan Z-Mart yang dihadiri oleh 62 mustahik peserta. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh tamu undangan, yaitu Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Tasikmalaya Atep Dodi Sumardi, S.T., M.T., PLT, Kepala Kankemenag Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I, serta Kepala Bidang UMKM Diskopukmindag H. Enjang Rahmat Sodik, S.H., M.H. Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umroh Lt. 2.
Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri yang inspiratif. Ketua KADIN Kabupaten Tasikmalaya H. Cecep D.A Qoyyum, M.Si memberikan materi tentang motivasi dan kunci sukses usaha. Konsultan SDM PLUT KAUMKM Kabupaten Tasikmalaya Adil Ridlo Fadillah, S.E., M.Si., Ak., CA menyampaikan materi tentang manajemen pengelolaan keuangan keluarga dan usaha. Sesi dilanjutkan dengan materi teknis dari Pendamping Z-Mart BAZNAS Ari Abdul Muhyi, S.E yang membahas perhitungan HPP, pencatatan arus kas, dan laporan laba rugi agar para mustahik dapat memahami kondisi keuangan usahanya secara lebih akurat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan mustahik dan membantu mereka mengelola usaha dengan lebih profesional, sehingga dapat tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri yang berdaya saing.
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki dan munfiq yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Dukungan Anda menjadikan program pemberdayaan ini terus berjalan, memberikan manfaat nyata, dan membantu mustahik menuju kemandirian ekonomi.
#baznaskabtsm #tasiksejahtera #zakat #infak #sedekah #zmart #zmartbaznas #baznas #pemberdayaanekonomi
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.
Lihat Daftar Rekening →