WhatsApp Icon
Posko Siaga Mudik BAZNAS Republik Indonesia di Jl. Kadipaten - Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - Sahabat BAZNAS, buat kamu yang sedang dalam perjalanan mudik melintasi jalur selatan, Posko Siaga Mudik BAZNAS RI juga hadir di Kabupaten Tasikmalaya, lho!

Berlokasi strategis di Jl. Kadipaten, Pamoyanan (Depan Kolam Renang Ampera) posko kami siap menjadi tempat istirahat sementara yang representatif bagi para pemudik.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap :

  • Layanan Kesehatan: Cek kesehatan ringan, konsultasi, dan konsultasi kesehatan untuk pastikan kondisi prima.
  • Dapur Air: Seduhan teh, kopi, dan makanan ringan gratis untuk pulihkan energi.
  • Ruang Pijat Gratis: Hilangkan lelah dengan pijatan relaksasi dari terapis terampil.
  • Ruang Ramah Anak: Area bermain yang aman dan nyaman bagi buah hati tercinta agar tak bosan.
  • Bantuan Sepeda Motor & Layanan Ambulans: Tim kami siap siaga membantu jika ada kendala darurat.


Kami juga didukung penuh oleh Relawan BAZNAS dan instansi terkait untuk berikan layanan terbaik bagi sahabat.

Yuk, mampir sejenak di Posko Mudik BAZNAS! Utamakan keselamatan dalam berkendara, semoga sampai di tujuan dengan selamat dan penuh keberkahan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Peduli Pemudik, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Sediakan Posko Mudik BAZNAS di Jalur Salawu

KABUPATEN TASIKMALAYA - Setiap tahunnya di bulan suci Ramadhan, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali hadir menemani perjalanan para pejuang mudik. Lokasi strategis kami siap menyambut Anda yang melintasi jalur Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

Sahabat BAZNAS, ayo mampir ke posko mudik kami di :
Halaman Mesjid At-Taqwa Warung Peuteuy
(Jl. Garut-Tasikmalaya No. 81, Kp. Warung Peuteuy, Ds. Margalaksana, Kec. Salawu)

Nikmati berbagai fasilitas GRATIS diantaranya :

  • Ifthar (Buka puasa yang segar & nikmat)
  • Dapur Air (Kopi & Teh hangat penambah semangat)
  • Layanan Pijat (Biar badan nggak kaku saat menyetir)
  • Charger HP (Biar navigasi tetep nyala sampai tujuan)
  • Gerai Zakat & Sedekah (Tunaikan kewajiban sambil beristirahat)


Mari mudik dengan aman, nyaman, dan penuh berkah. Kami tunggu kedatangannya sahabat!

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Laksanakan Prosesi Akad Zakat Fitrah dan Maal bersama BAZNAS

KABUPATEN TASIKMALAYA - Keteladanan nyata ditunjukkan oleh pimpinan daerah kita. Bertempat di Pendopo Lama, Bupati Tasikmalaya Bapak H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P. melaksanakan akad zakat maal bersama Ketua BAZNAS Bapak H. Eddy Abdul Somadi.

Di saat bersamaan, Wakil Bupati Tasikmalaya juga menunaikan zakat fitrah dan maal di Kantor BAZNAS. Keduanya kompak mengapresiasi kinerja BAZNAS yang semakin amanah dan profesional dalam mengelola dana umat.

Dalam momen ini, Bapak Bupati mengingatkan seluruh jajaran pejabat, ASN, dan masyarakat untuk segera melaksanakan kewajiban kita sebagai muslim yaitu berzakat. Beliau menekankan bahwa zakat yang dikelola dengan tepat adalah kunci kesejahteraan warga Tasikmalaya.

Mari wujudkan Tasikmalaya yang lebih religius dan sejahtera melalui zakat! ????

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Peringatan Nuzulul Quran : Sinergi PEMDA dan BAZNAS Luncurkan Progam Insentif Se-Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - Memperingati malam turunnya Al-Qur'an, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya menggelar rangkaian kegiatan penuh keberkahan. Momen ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap para penggerak syiar Islam di Tasikmalaya melalui peluncuran program insentif yang signifikan.

Rangkaian acara dimulai di Pendopo Baru Tasikmalaya pada Jumat, 6 Maret 2026. Dalam kesempatan ini, Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Ir. Eddy Abdul Somadi, M.P., mendampingi Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., dalam prosesi Launching Program Insentif. Insentif ini didistribusikan khusus untuk para garda terdepan dakwah: AMS, Guru Ngaji, Guru Madrasah, hingga Pengurus Masjid se-Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah berbuka puasa dan Salat Magrib berjamaah, agenda berlanjut ke Masjid Agung Baiturrohman untuk melaksanakan Salat Isya dan Tarawih. Puncak peringatan Nuzulul Qur'an 1447 H diisi dengan tausyiah inspiratif dari KH. Acep Thohir Fuad serta penyerahan simbolis bantuan sebagai wujud apresiasi bagi mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk umat.

Program insentif bagi guru ngaji dan marbot masjid ini adalah cerminan dari dana ZIS yang Anda amanahkan. Dengan berzakat di BAZNAS, Anda turut serta menyejahterakan para penjaga cahaya Islam di pelosok Kabupaten Tasikmalaya.

07/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Konsistensi PT Meta Global Triasha Salurkan Ribuan Paket Zakat Maal Lewat BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA – PT Meta Global Triasha (Xsha) kembali mempertegas komitmen sosialnya dengan menyalurkan Zakat Maal secara konsisten menjelang Idul Fitri. Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, perusahaan ritel ini mendistribusikan ribuan paket bantuan untuk meringankan beban masyarakat prasejahtera dan membahagiakan anak-anak yatim.

 

Tahun ini, Xsha menyalurkan bantuan dalam dua bentuk utama yang menyasar kebutuhan krusial masyarakat:

  • 1.500 Paket Baju Lebaran yang dikhususkan bagi anak-anak yatim dan piatu agar mereka dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita.
  • 2.050 Paket Sembako yang disebar untuk keluarga yang membutuhkan di berbagai titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

 

Mendorong Kolaborasi CSR

Penyaluran hari pertama yang berlangsung khidmat memperlihatkan antusiasme para mustahik. Manajemen Xsha menyatakan bahwa aksi nyata ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk kesadaran bahwa dalam setiap keuntungan perusahaan terdapat hak orang lain yang wajib ditunaikan.

"Kami berharap langkah konsisten ini mampu memotivasi lebih banyak perusahaan maupun program CSR lainnya untuk semakin giat menunaikan zakat melalui BAZNAS," tulis manajemen Xsha dalam keterangannya.

 

Penyaluran Tepat Sasaran

Sinergi antara Xsha dan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara luas dan tepat sasaran. Dengan basis data dan manajemen profesional dari BAZNAS, jangkauan manfaat dari zakat perusahaan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi para penerimanya.

Melalui momentum ini, Xsha juga mengajak masyarakat umum dan para pelaku usaha untuk turut menguatkan ekosistem zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi guna membangun kesejahteraan bersama di Kabupaten Tasikmalaya.

04/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS

Berita Terbaru

BAZNAS Tanggap Bencana Bali Bergerak Cepat Tangani Banjir Denpasar dan Badung
BAZNAS Tanggap Bencana Bali Bergerak Cepat Tangani Banjir Denpasar dan Badung
BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Bali bergerak cepat menanggapi banjir yang melanda Kota Denpasar dan Kabupaten Badung pada Selasa (10/9/2025) malam. Hujan deras mengakibatkan beberapa ruas jalan lumpuh, rumah warga terendam, dan tiga orang dilaporkan terseret arus banjir masih dalam pencarian. Lokasi terdampak banjir antara lain Pasar Kumbasari, Kampung Jawa, Perumnas Monang Maning, Jalan Mahendradata, Jalan Kebo Iwa, Jalan Bung Tomo, Sanglah, dan Pura Demak. Tim BTB diterjunkan beserta armada mobil rescue untuk melakukan evakuasi dan bantuan darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan bahwa BAZNAS berkomitmen hadir mendampingi masyarakat dalam kondisi darurat. “BAZNAS melalui tim tanggap bencana terus berupaya memberikan bantuan cepat bagi warga terdampak, mulai dari evakuasi hingga penyediaan kebutuhan dasar,” ujar Saidah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/9/2025). Ia menekankan, setiap warga yang terdampak banjir harus mendapatkan perlindungan dan bantuan segera. BAZNAS menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait agar penanganan lebih efektif. “Selain memberikan bantuan sementara, kami juga memperhatikan pemulihan jangka panjang. Kami akan memastikan kebutuhan dasar, seperti pangan dan tempat tinggal sementara, terpenuhi. Selain itu, kami juga mendukung program rehabilitasi rumah dan fasilitas umum yang terdampak,” jelasnya. Saidah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi arahan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, dan semua pihak, termasuk relawan dan masyarakat sekitar, diharapkan saling membantu tanpa mengambil risiko membahayakan diri sendiri. “Bantuan bisa diberikan dalam bentuk donasi, makanan, pakaian, atau peralatan darurat. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat dan maksimal bantuan sampai kepada warga terdampak,” tutupnya. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi makanan cepat saji, minuman hangat, terpal, serta tenda pengungsian. BAZNAS mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi meringankan beban korban banjir di Bali. Mari salurkan bantuan terbaik Anda melalui link: baznas.go.id/sedekahbencana Atau melalui rekening: BSI 900.0055.740 BCA 686.073.7777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS
UPZ Award 2025, BAZNAS RI Beri Penghargaan kepada 120 Instansi
UPZ Award 2025, BAZNAS RI Beri Penghargaan kepada 120 Instansi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 120 instansi yang terdiri atas Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong kesejahteraan umat. Penghargaan tersebut diberikan BAZNAS RI dalam kegiatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Award 2025 yang menjadi rangkaian acara Rapat Kerja (Raker) UPZ tingkat nasional 2025 di Bogor, Rabu malam (10/9/2025). Pada kesempatan ini, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh instansi yang telah menerima penghargaan UPZ Award 2025. &ldquo;Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh instansi atas apa yang Bapak Ibu lakukan dalam merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan zakat secara nasional," kata Haji Mo. Lebih lanjut, Haji Mo menuturkan, penyelenggaraan UPZ Award 2025 digelar untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para instansi penggerak zakat. Sebab menurutnya, UPZ memiliki peran yang sangat vital dalam memperluas jangkauan layanan zakat dan memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan rencana strategis BAZNAS. &ldquo;Sekali lagi selamat kepada UPZ yang telah menerima penghargaan. Semoga para UPZ di seluruh Indonesia semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam menyejahterakan umat,&rdquo; imbuhnya. Berikut pemenang UPZ Award 2025: BINTANG 5: PENGUMPULAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN AGAMA RI 2. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM RI 3. BPJS KETENAGAKERJAAN 4. BANK INDONESIA (BI) 5. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 6. PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT INDOSAT Tbk 9. PT BANK MUAMALAT INDONESIA Tbk OPTIMALISASI POTENSI ZAKAT 1. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 2. KEMENTERIAN AGAMA RI 3. ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (ANRI) 4. KANTOR BAZNAS PUSAT 5. PT BIO FARMA (Persero) 6. PT SEMEN PADANG 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA PERENCANAAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 3. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) 4. UO MABES TNI 5. PT SEMEN PADANG 6. PT PETROKIMIA GRESIK (Persero) 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. YAYASAN AMALIAH ASTRA PENYALURAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 2. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 5. TELKOM GROUP 6. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. BPRS HIK CIBITUNG PELAPORAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 2. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) 5. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 6. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 7. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA 8. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA BINTANG 4: PENGUMPULAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 3. KEMENTERIAN KEUANGAN RI 4. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 5. RS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA 6. MABES TNI ANGKATAN LAUT 7. PT BANK MANDIRI Tbk 8. PT SEMEN PADANG 9. YAYASAN AMALIAH ASTRA 10. PT ASURANSI JIWA SYARIAH AL-AMIN 11. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) OPTIMALISASI POTENSI ZAKAT 1. KEMENTERIAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI 2. KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN RI 3. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 4. MASJID ISTIQLAL 5. BPJS KETENAGAKERJAAN 6. BANK INDONESIA (BI) 7. PT PETROKIMIA GRESIK 8. PT ASABRI (Persero) 9. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 10. PT ADIRA FINANCE 11. MEDIA GROUP 12. PT INDOSAT Tbk PERENCANAAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI 2. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM RI 3. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 4. ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (ANRI) 5. MABES TNI ANGKATAN LAUT 6. MASJID ISTIQLAL 7. PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT BIO FARMA (Persero) 9. PT SEMEN TONASA 10. PT INDOSAT Tbk 11. MEDIA GROUP 12. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA PENYALURAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 2. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 3. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 4. BANK INDONESIA (BI) 5. BADAN STANDARDISASI NASIONAL (BSN) 6. BPJS KETENAGAKERJAAN 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) Tbk 9. PT BIO FARMA (Persero) 10. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA 11. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA 12. MEDIA GROUP PELAPORAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 3. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 4. PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) 5. MASJID ISTIQLAL 6. BANK INDONESIA (BI) 7. PT PETROKIMIA GRESIK 8. PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR 9. PT SEMEN PADANG 10. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 11. BPRS HIK CIBITUNG 12. MEDIA GROUP TANPA BINTANG: KAMPANYE ZAKAT TERBAIK 1. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 2. UO MABES TNI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. TELKOM GROUP 5. PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (Persero) 6. UNIVERSITAS GUNADARMA 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR 9. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 10. PT SEMEN PADANG UPZ THE RISING STARS 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 2. BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA (BSSN) 3. PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (INALUM) 4. KAHMI NASIONAL UPZ LEMBAGA PENDIDIKAN TERBAIK 1. STF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA <p style="box-sizing: border-box; margin-top: 0px; margin-bottom: 1rem; color: #212529; f
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Microfinance Desa Talungagung Bantu Tingkatkan Usaha Kue Rumahan Mustahik Binaan
BAZNAS Microfinance Desa Talungagung Bantu Tingkatkan Usaha Kue Rumahan Mustahik Binaan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui pemberian modal dan juga pendampingan kepada para pelaku usaha. Pemberian modal tanpa bunga ini diberikan BAZNAS melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Kali ini penerima manfaat program BMD adalah Bibit Ernawati (40) di Kabupaten Tulungagung, yang memiliki usaha rumahan Pawoen Mbok Inah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. mengatakan MBD merupakan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip non profit dalam rangka pengembangan usaha dan diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan penghasilan. Menurut Saidah, dengan memberikan modal kepada pelaku UMKM artinya memberikan semangat baru kepada mereka untuk bisa mengembangkan lagi usahanya, serta menciptakan kemandirian dalam membangkitkan membangun ekonomi desa. &ldquo;Jika sudah diberikan modal, harapannya para UMKM ini akan lebih berkembang untuk selanjutnya bisa bertransformasi menjadi muzaki sehingga mereka bisa berkontribusi pada masyarakat melalui zakat dan program bantuan lainnya,&rdquo; kata Saidah. Untuk menuju keberhasilan itu, kata Saidah, tentu saja BANZNAS tidak akan lepas tangan begitu saja setelah pemberian modal usaha. BAZNAS akan memberikan pendampingan usaha, membantu meningkatan kualitas produk, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas lagi. &ldquo;Maka dari itu, mustahik tidak hanya menerima tetapi juga tumbuh karena program ini tidak hanya memberikan modal tetapi juga didampingi secara menyeluruh agar bisnisnya berkembang dan mandiri,&rdquo; tutur Saidah. Sementara itu Bibit (40), pemilik usaha rumahan Pawoen Mbok Inah menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS. Karena berkat bantuan BAZNAS, kini ia berani untuk bermimpi mengembangkan usaha kecilnya. Bibit juga berencana untuk menambah usaha kue rumahannya lebih bervariasi lagi. Bibit mengatakan telah mendapatkan bantuan modal sebesar Rp1,8 juta dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut telah Bibit rencanakan untuk membeli peralatan demi menunjang usaha kue rumahannya. &ldquo;Saya pakai untuk membeli oven baru yang bisa langsung memanggang dua loyang sekaligus, dengan oven baru ini, produksi bisa lebih cepat dan efisien,&rdquo; kata Bibit. Bibit bercerita, selama ini seringkali menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal dan alat produksi yang masih sederhana. Kendati demikian tidak menyurutkan mimpinya untuk kelak bisa memiliki outlet bakery sendiri di masa depan, agar produk-produk kue buatannya bisa dinikmati lebih luas. &ldquo;Bantuan dari BAZNAS memberikan saya keyakinan dan motivasi bahwa kelak mimpi saya akan terwujud,&rdquo; ujar Bibit. Bibit memiliki usaha rumahan yang diberi nama Pawoen Mbok Inah, sebuah usaha rumahan yang menawarkan berbagai macam kue basah dan kue kering dengan cita rasa rumahan yang autentik. Usaha ini dimulainya sejak 2012 dan hanya memproduksi kue ulang tahun berdasarkan pesanan. Berkat ketekunan dan kecintaan Bibit pada dunia kuliner, kini produksi kue rumahannya semakin beragam. Setiap harinya, dapur kecil ini memproduksi brownies panggang, brownis lumer, pizza, corndog, hingga burger yang dititipkan di beberapa pusat jajan seperti Pak Geger Jajan, Pak Jarot Al Irsyad, dan Brond Waterpark. Tak hanya menjual secara harian, Pawoen Mbok Inah juga menerima pesanan untuk berbagai keperluan seperti hajatan, rapat, dan jajan rampatan. Dengan promosi sederhana melalui WhatsApp, serta menjaga kualitas bahan baku dan kejujuran sebagai prinsip utamanya. Bibit biasanya mulai produksi pukul 19.00 hingga pukul 23.00. Usaha ini dikelola oleh Bibit bersama satu orang rekannya. Dalam sehari, omzet yang diraih Bibit bisa mencapai Rp200.000. Bagi Bibit, besar kecilnya omzet bukan hal utama, yang penting konsumen puas dan tetap setia memesan kue dari Pawoen Mbok Inah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan komitmennya dalam membantu memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui pemberian modal dan juga pendampingan kepada para pelaku usaha. Pemberian modal tanpa bunga ini diberikan BAZNAS melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD). Kali ini penerima manfaat program BMD adalah Bibit Ernawati (40) di Kabupaten Tulungagung, yang memiliki usaha rumahan Pawoen Mbok Inah. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. mengatakan MBD merupakan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip non profit dalam rangka pengembangan usaha dan diharapkan menjadi solusi dalam meningkatkan penghasilan. Menurut Saidah, dengan memberikan modal kepada pelaku UMKM artinya memberikan semangat baru kepada mereka untuk bisa mengembangkan lagi usahanya, serta menciptakan kemandirian dalam membangkitkan membangun ekonomi desa. &ldquo;Jika sudah diberikan modal, harapannya para UMKM ini akan lebih berkembang untuk selanjutnya bisa bertransformasi menjadi muzaki sehingga mereka bisa berkontribusi pada masyarakat melalui zakat dan program bantuan lainnya,&rdquo; kata Saidah. Untuk menuju keberhasilan itu, kata Saidah, tentu saja BANZNAS tidak akan lepas tangan begitu saja setelah pemberian modal usaha. BAZNAS akan memberikan pendampingan usaha, membantu meningkatan kualitas produk, hingga membuka akses ke pasar yang lebih luas lagi. &ldquo;Maka dari itu, mustahik tidak hanya menerima tetapi juga tumbuh karena program ini tidak hanya memberikan modal tetapi juga didampingi secara menyeluruh agar bisnisnya berkembang dan mandiri,&rdquo; tutur Saidah. Sementara itu Bibit (40), pemilik usaha rumahan Pawoen Mbok Inah menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS. Karena berkat bantuan BAZNAS, kini ia berani untuk bermimpi mengembangkan usaha kecilnya. Bibit juga berencana untuk menambah usaha kue rumahannya lebih bervariasi lagi. Bibit mengatakan telah mendapatkan bantuan modal sebesar Rp1,8 juta dari Baznas Microfinance Desa Tulungagung. Dana tersebut telah Bibit rencanakan untuk membeli peralatan demi menunjang usaha kue rumahannya. &ldquo;Saya pakai untuk membeli oven baru yang bisa langsung memanggang dua loyang sekaligus, dengan oven baru ini, produksi bisa lebih cepat dan efisien,&rdquo; kata Bibit. Bibit bercerita, selama ini seringkali menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal dan alat produksi yang masih sederhana. Kendati demikian tidak menyurutkan mimpinya untuk kelak bisa memiliki outlet bakery sendiri di masa depan, agar produk-produk kue buatannya bisa dinikmati lebih luas. &ldquo;Bantuan dari BAZNAS memberikan saya keyakinan dan motivasi bahwa kelak mimpi saya akan terwujud,&rdquo; ujar Bibit. Bibit memiliki usaha rumahan yang diberi nama Pawoen Mbok Inah, sebuah usaha rumahan yang menawarkan berbagai macam kue basah dan kue kering dengan cita rasa rumahan yang autentik. Usaha ini dimulainya sejak 2012 dan hanya memproduksi kue ulang tahun berdasarkan pesanan. Berkat ketekunan dan kecintaan Bibit pada dunia kuliner, kini produksi kue rumahannya semakin beragam. Setiap harinya, dapur kecil ini memproduksi brownies panggang, brownis lumer, pizza, corndog, hingga burger yang dititipkan di beberapa pusat jajan seperti Pak Geger Jajan, Pak Jarot Al Irsyad, dan Brond Waterpark. Tak hanya menjual secara harian, Pawoen Mbok Inah juga menerima pesanan untuk berbagai keperluan seperti hajatan, rapat, dan jajan rampatan. Dengan promosi sederhana melalui WhatsApp, serta menjaga kualitas bahan baku dan kejujuran sebagai prinsip utamanya. Bibit biasanya mulai produksi pukul 19.00 hingga pukul 23.00. Usaha ini dikelola oleh Bibit bersama satu orang rekannya. Dalam sehari, omzet yang diraih Bibit bisa mencapai Rp200.000. Bagi Bibit, besar kecilnya omzet bukan hal utama, yang penting konsumen puas dan tetap setia memesan kue dari Pawoen Mbok Inah.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS
Rakernas UPZ BAZNAS 2025 Hasilkan 10 Rekomendasi Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional
Rakernas UPZ BAZNAS 2025 Hasilkan 10 Rekomendasi Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat nasional pada 9-10 September 2025 di Bogor, dengan menghasilkan sepuluh rekomendasi untuk memperkuat peran UPZ sebagai mitra utama BAZNAS dalam tata kelola Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara nasional. Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta dihadapan seluruh perwakilan UPZ BAZNAS. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, jajaran Pimpinan BAZNAS RI, juga penerima BAZNAS Award 2025. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP menegaskan kegiatan Rakernas UPZ BAZNAS ini dalam rangka merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan ZIS. "Kami harap resolusi ini bukan sekadar kata-kata, tetapi bagaimana ini menjadi langkah kita untuk tata kelola ZIS nasional yang berdampak dan berkelanjutan," kata Haji Mo, Rabu (10/9/2025). Melalui kegiatan ini, Haji Mo menegaskan, BAZNAS ingin memastikan pengelolaan zakat mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi dengan lebih efektif. Karena itu, pihaknya mendorong UPZ agar semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi umat. "Kami juga berpesan kepada para amil di seluruh Indonesia untuk menjaga nama baik BAZNAS karena UPZ menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi layanan zakat bagi pegawai di lingkungan instansi masing-masing,&rdquo; imbuhnya. Berikut 10 Rekomendasi Rapat Kerja (RAKER) UPZ BAZNAS Tingkat Nasional Tahun 2025: 1. Mendorong penguatan profesionalisme UPZ melalui kebijakan pengembangan dan peningkatan kapasitas dan kompetensi Amil melalui sertifikasi Amil Zakat; 2. Memperkuat kelembagaan dan kedudukan BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah non-struktural (LNS) serta mewujudkan terintegrasinya UPZ BAZNAS tingkat nasional dengan segala elemen yang mendukung ekosistem pengelolaan zakat; 3. Mendorong transformasi digital dalam aspek perencanaan, pengumpulan, penyaluran, dan pelaporan melalui SIMBA UPZ; 4. Mendorong pimpinan di kementerian, lembaga, BUMN dan Swasta di masing-masing lembaga/instansinya untuk memberikan penguatan dalam aspek perencanaan, pengumpulan, penyaluran, dan pelaporan; 5. Mendorong peningkatan pengumpulan ZIS UPZ BAZNAS tingkat nasional tahun 2026 untuk mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045; 6. Memberikan prioritas dan penguatan kolaborasi program penyaluran ZIS-DSKL untuk program yang berdampak dan berkelanjutan seperti pemberdayaan ekonomi, beasiswa dan program lainnya; 7. Memasukkan branding BAZNAS dalam setiap media komunikasi UPZ dan melibatkan BAZNAS dalam agenda peresmian program di UPZ ; 8. Menguatkan penataan prosedur perencanaan, standar layanan, pelaporan dan pengelolaan zakat melalui implementasi Perbaznas No 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat; 9. Menjunjung penegakan kode etik amil, memperkuat pengendalian internal serta menjaga netralitas; 10. Berpartisipasi aktif menghadiri setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI dalam rangka menindaklanjuti hasil Rekomendasi RAKER UPZ BAZNAS Tingkat Nasional Tahun 2025.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Beri Pelatihan untuk 1.000 Penerima Manfaat Program Madrasah Layak Belajar 2025
BAZNAS RI Beri Pelatihan untuk 1.000 Penerima Manfaat Program Madrasah Layak Belajar 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan pelatihan atau dan bimbingan teknis Program Madrasah Layak Belajar. Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 madrasah penerima manfaat dari 34 provinsi dan 343 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan 18 diantara penerima manfaat merupakan madrasah dari wilayah 3T, Selasa (9/9/2025). Dalam sambutannya, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, S.Ag., M.Si. menekankan pentingnya kesinambungan program ini agar mampu memberi dampak lebih besar dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. "Program Madrasah Layak Belajar sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Program ini juga mendukung agenda Asta Cita dalam peningkatan kualitas manusia Indonesia dan pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah 3T," kata Imdadun. Imdadun menegaskan, seluruh kegiatan ini dibiayai dari dana zakat. Zakat tidak hanya menjadi instrumen distribusi keadilan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak filantropi Islam nasional yang memperkuat mutu pendidikan dan mempercepat pencapaian SDGs serta Asta Cita. "Fokus program adalah peningkatan fasilitas pembelajaran, terutama kelas dan perpustakaan madrasah, sehingga literasi dan kualitas belajar siswa dapat meningkat," kata Imdadun. Imdadun menyampaikan harapannya agar bantuan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi madrasah di Indonesia, khususnya Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Menurutnya, sinergi dan kepedulian bersama akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. "Tujuan substansial dari program ini yakni meningkatkan fasilitas ruang kelas dan sanitasi madrasah. Upaya ini diharapkan mampu menunjang kegiatan belajar sekaligus menumbuhkan pola hidup sehat di kalangan siswa," ujarnya. Dengan adanya bimbingan teknis ini, kata Imdadun, para peserta diharapkan lebih siap dalam mengelola bantuan, melaksanakan renovasi, dan membuat laporan program sesuai pedoman. "BAZNAS RI optimis bahwa langkah ini akan memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi unggul," tandasnya. Kegiatan ini melibatkan guru-guru madrasah, di antaranya Ibu Niken Nur&rsquo;aini Aisiyah, S.E., Guru Matematika dari MI Falakhiyah II Jampet Bojonegoro, yang bertugas sebagai pembawa acara, serta Ibu Hj. Afrisa, S.Pd.I., Guru PAI dari MIS Tarbiyah Islamiyah Koto Panjang Payakumbuh, yang bertugas sebagai pembaca Al-Qur&rsquo;an.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS
Gelar Pelatihan, BAZNAS Dorong UMKM Kota Malang Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Gelar Pelatihan, BAZNAS Dorong UMKM Kota Malang Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik (OPPM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Konten media sosial dan Affiliate Marketing untuk masyarakat di kota Malang. Pelatihan ini digelar selama dua hari mulai 9-10 September 2025. Dalam keterangan tertulisnya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas masyarakat dengan memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran produk mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kota Malang. Karena dengan meningkatnya kemampuan mereka dalam mengelola konten media sosial, maka UMKM dapat lebih mandiri dan berdaya saing, sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas lagi. &ldquo;Kalau sebelumnya hanya mempromosikan produk-produk UMKM secara konvensional, melalui pelatihan ini mereka bisa menjangkau konsumen lebih luas lagi di pasar digital,&rdquo; kata Saidah, di Jakarta, Rabu (10/9/2025). Tentu saja tidak mudah bagi UMKM untuk beralih dari platform konvensional ke digital, karena itulah menurut Saidah diperlukan pelatihan ini. &ldquo;BAZNAS berkomitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan sampai para pelaku UMKM benar-benar mandiri dan siap,&rdquo; tutur Saidah. Sementara itu, Plt. Direktur Pemberdayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan BAZNAS Kota Malang serta BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Malang. Menurut Eka, selama kegiatan para peserta mendapatkan materi seputar strategi affiliate marketing, seperti memilih produk dan platform serta bagaimana cara mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi melalui tautan afiliasi yang dibagikan. &ldquo;Peserta juga akan mendapatkan teknik pembuatan konten kreatif, hingga praktik optimalisasi media sosial untuk pemasaran produknya,&rdquo; kata Eka. Selanjutnya, para peserta juga akan tetap mendapatkan bimbingan secara intensif selama 6 bulan pasca pelatihan. Tidak hanya itu, BAZNAS juga akan menyediakan peralatan konten yang dibutuhkan untuk diberikan kepada masing-masing kelompok. &ldquo;Dengan pelaksanaan program ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan penjualannya melalui media sosial dan marketplace dengan optimalisasi konten dan affiliate,&rdquo; kata Eka. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik (DOPP) BAZNAS RI, Deden Kuswanda, Ketua BAZNAS Kota Malang Prof. Dr. Kasuwi Saiban, MA serta para wakil ketua BAZNAS Kota Malang. Turut hadir juga pengusaha dan praktisi digital marketing Coach Edo selaku narasumber dan Coach Hariobbi selaku konten creator Malang.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2025, yakni TOP GRC Awards 2025 #3 Star dan Special Appreciation: The High Commites GRC on Public Institution 2025. TOP GRC Awards merupakan ajang penghargaan terbesar di Indonesia di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC). Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, dan PaGi, serta didukung oleh konsultan bisnis dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung. Ajang ini diikuti ratusan institusi terkemuka di Indonesia dan menjadi tolak ukur penerapan tata kelola terbaik di berbagai sektor. Berdasarkan penilaian independen terhadap lebih dari 900 perusahaan, Dewan Juri menempatkan BAZNAS sebagai salah satu penerima penghargaan prestisius tahun ini. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, atau akrab disapa Haji Mo, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih BAZNAS. Ia menilai capaian ini merupakan pengakuan publik terhadap kinerja BAZNAS. &ldquo;Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, demi mewujudkan lembaga zakat yang kredibel dan terpercaya,&rdquo; ujar Haji Mo setelah menerima penghargaan tersebut, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Ia mengatakan, penghargaan tersebut adalah wujud kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional. Menurutnya, kepercayaan ini harus dijaga dengan integritas dan transparansi penuh. &ldquo;Pengakuan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk selalu berinovasi dan menjaga transparansi dalam setiap langkah. Penghargaan ini justru awal dari tantangan baru untuk bekerja lebih baik,&rdquo; ucap Haji Mo. Haji Mo menambahkan, penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari pusat hingga daerah, yang terus berupaya mewujudkan visi kebangkitan zakat di Indonesia. Sinergi internal menjadi faktor penting dalam capaian yang diperoleh. &ldquo;Kami dedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat yang telah menaruh kepercayaan kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. BAZNAS RI akan terus menjaga amanah tersebut dengan sepenuh hati,&rdquo; kata Haji Mo. Menurut Haji Mo, keberhasilan ini juga berkat dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas yang bersinergi bersama BAZNAS. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional. &ldquo;Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar zakat benar-benar mampu menghadirkan dampak besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat semua pihak untuk mendukung kebangkitan zakat di Indonesia,&rdquo; katanya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Pimpinan BAZNAS RI: UPZ Punya Peran Strategis Dukung Visi Indonesia 2045
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Saidah mengatakan, kontribusi UPZ BAZNAS semakin signifikan seiring dengan pengakuan negara terhadap dana zakat dan dana sosial keagamaan lainnya dalam kebijakan nasional. &ldquo;Alhamdulillah, zakat kini masuk dalam RPJP dan RPJMN sebagai bagian dari keuangan sosial syariah. Ini capaian besar, karena sebelumnya zakat belum dianggap dalam narasi kebijakan nasional meski jumlahnya sudah mencapai triliunan rupiah,&rdquo; ujar Saidah Sakwan, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) UPZ BAZNAS, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/9/2025). Saidah menekankan, posisi ini menjadi tonggak penting karena dana zakat tidak diperlakukan sebagai keuangan negara, melainkan keuangan syariah. Dengan begitu, zakat tetap aman secara syariah namun memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Lebih lanjut, Saidah menyampaikan, BAZNAS berkomitmen menyelaraskan program dengan prioritas pembangunan pemerintah. Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026, pemerintah menetapkan delapan prioritas pembangunan nasional, dan BAZNAS bersama UPZ akan fokus pada lima di antaranya, yaitu ketahanan pangan, program makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, serta pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Ia memaparkan, sejumlah praktik baik sudah berjalan di lapangan. &ldquo;Terkait ketahanan pangan, banyak UPZ BAZNAS yang sudah melaksanakan program, seperti UPZ Telkom yang memiliki lumbung pangan dan balai ternak di Mojokerto, serta UPZ BRIN yang fokus pada ekosistem pangan berbasis hasil riset pertanian, peternakan, dan perikanan. Banyak pula UPZ lain yang mengembangkan balai ternak dan program pangan di wilayah masing-masing,&rdquo; katanya. Dalam program MBG, lanjut Saidah, UPZ BAZNAS diminta berperan aktif dalam ekosistemnya, bukan hanya menyediakan makanan. UPZ dapat menjadi penyedia bahan pokok melalui binaan UMKM, seperti telur, ikan, susu, beras, atau sayur-mayur yang dibutuhkan program tersebut. Dengan cara ini, zakat tidak hanya mendukung gizi anak sekolah, tetapi juga memperkuat akses pasar bagi mustahik binaan. Pada bidang pendidikan, lanjut Saidah, mayoritas UPZ telah menjalankan program beasiswa dan dukungan biaya pendidikan. Harapannya, setiap UPZ dapat menyelesaikan persoalan pendidikan di wilayahnya. Program seperti Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) bisa direplikasi oleh UPZ sesuai kebutuhan lokal, seperti yang dilakukan UPZ BSI dengan BSI Scholarship yang menjangkau ribuan penerima di seluruh Indonesia. Di sektor kesehatan, jelas Saidah, kontribusi UPZ BAZNAS sudah terlihat dalam penanganan stunting, layanan ambulans, dan pembangunan fasilitas kesehatan. Saat ini, BAZNAS juga tengah menyiapkan Kapal Klinik untuk melayani masyarakat di daerah perbatasan, termasuk Sangihe dan Talaud. "Di sektor pembangunan desa, koperasi dan UMKM, BAZNAS bersama UPZ juga sudah menjalankannya lewat Program BAZNAS Microfinance Desa, BAZNAS Microfinance Masjid, BAZNAS Microfinance Majelis Talim, integrasi KDMP dengan UPZ Desa, dan integrasi dengan BUMdes," jelas Saidah. Ia menambahkan, dalam RPJMN 2025&ndash;2029 zakat memperoleh porsi strategis pada sejumlah misi pembangunan. Misalnya pada Misi 2 Transformasi Ekonomi, zakat berperan dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial. Sementara pada Misi 5 Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekologi, zakat diarahkan untuk pengembangan dana sosial keagamaan, filantropi, dan pemberdayaan umat. "Selain itu, Misi 6 menempatkan zakat sebagai instrumen pembiayaan nonpublik yang inklusif dan berkeadilan. Pada Misi 8, zakat juga masuk dalam bauran pendanaan (blended financing) yang bersifat katalitik guna mendukung keberlanjutan pembangunan nasional," jelasnya. Menutup paparannya, Saidah mengajak seluruh UPZ BAZNAS di seluruh Indonesia terus meningkatkan profesionalisme dan inovasi. "Rakernas UPZ BAZNAS hari ini menjadi momentum untuk mempersiapkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2026. Kita ingin zakat terus diakui sebagai bagian dari arus utama kebijakan nasional," kata Saidah. &ldquo;Zakat bukan sekadar ibadah personal, tetapi instrumen pembangunan sosial-ekonomi bangsa. Kerja keras UPZ adalah harapan para mustahik, sekaligus bagian dari kontribusi nyata kita dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera," ucapnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS
Rakernas UPZ 2025, Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Rakernas UPZ 2025, Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pemerataan sosial sekaligus transformasi bangsa. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 di Jakarta, Selasa (8/9/2025). Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul zakat, tetapi motor perubahan yang menjawab tantangan Indonesia menuju 2045. Ia menyebut pilar utama pembangunan manusia yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat diperkuat melalui program-program zakat. &ldquo;Kalau kita bicara kualitas manusia, pilarnya selalu tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka Kemenko PMK tugasnya mengurusi itu, dan zakat bisa hadir di semua pilar tersebut,&rdquo; jelasnya. Lebih jauh, ia menilai BAZNAS memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi zakat digital. Di era teknologi, transparansi dan kecepatan layanan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pengelolaan zakat juga harus adaptif. &ldquo;Masa kita kalah dengan penarik bank yang tiap bulan mengingatkan nasabah? Kita mengajak pada kebaikan, maka amil zakat harus proaktif menyapa, melaporkan, dan berterima kasih kepada muzaki. Sistem digital bisa membantu semua itu,&rdquo; paparnya. Ia pun mengusulkan lahirnya satu aplikasi zakat nasional yang memungkinkan masyarakat memantau secara real-time penyaluran zakat. Dengan begitu, kepercayaan publik semakin meningkat dan zakat makin dirasakan manfaatnya oleh umat. &ldquo;Satu aplikasi terpadu ini tentu bisa diinisiasi oleh BAZNAS. Real-time, transparan, dan menjadi model nasional,&rdquo; tambahnya. Selain itu, Prof. Warsito menekankan agar zakat tidak hanya hadir di hilir saat muncul masalah sosial, tetapi juga di hulu untuk membangun moral dan mental bangsa. &ldquo;Bisakah zakat hadir di hulu? Bagaimana zakat digunakan untuk pembangunan moral dan mental bangsa, membentuk jiwa pejuang, kerja keras, dan karakter unggul? Karena kadang masalah sosial muncul dari lemahnya moral dan mental,&rdquo; jelasnya.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Gelar Rakernas UPZ dan UPZ Award 2025
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Gelar Rakernas UPZ dan UPZ Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 pada 9&ndash;11 September 2025 di Bogor. Agenda ini mengusung tema &ldquo;UPZ BAZNAS yang Kompeten, Berdampak, dan Berkelanjutan&rdquo; yang dihadiri perwakilan UPZ dari berbagai instansi kementerian, lembaga, BUMN, dan BUMS. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag., Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., jajaran Pimpinan BAZNAS RI, serta para perwakilan UPZ BAZNAS. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa Raker UPZ Nasional 2025 menjadi wadah strategis dalam memperkuat peran UPZ sebagai mitra utama BAZNAS dalam tata kelola zakat, sekaligus momentum untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan zakat secara nasional. &ldquo;Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 telah memberikan mandat kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan kementerian, lembaga negara, BUMN, dan BUMS. Kehadiran UPZ menjadi perpanjangan tangan BAZNAS dalam melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan zakat secara nasional,&rdquo; ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, kontribusi UPZ selama ini terbukti signifikan, di mana hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 146 UPZ dengan total penghimpunan mencapai Rp390 miliar. Menurutnya, capaian ini menunjukkan potensi besar yang harus terus dikembangkan melalui penguatan kelembagaan dan inovasi penghimpunan zakat. &ldquo;Peran UPZ sangat vital dalam memperluas jangkauan layanan zakat dan memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan rencana strategis BAZNAS. UPZ juga menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi layanan zakat bagi pegawai di lingkungan instansi masing-masing,&rdquo; jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan bahwa Raker UPZ Nasional ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk meningkatkan kompetensi amil, memperkuat sinergi antar-UPZ, dan menghadirkan layanan yang inovatif bagi umat. &ldquo;Kita ingin memastikan pengelolaan zakat mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi dengan lebih efektif. Melalui Raker ini, kita dorong UPZ agar semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam menyejahterakan umat,&rdquo; tegasnya. Kiai Noor menambahkan, &ldquo;Kami mengucapkan banyak terima kasih karena Pak Menteri Agama dan Menko PMK melalui perwakilannya tadi juga mengapresiasi sekaligus mendorong betul terhadap bagaimana ke depan kita bersama-sama menuntaskan kemiskinan.&rdquo; Raker UPZ Nasional 2025 juga dirangkai dengan UPZ Award sebagai bentuk apresiasi bagi UPZ yang menunjukkan kinerja terbaik. BAZNAS berharap kegiatan ini dapat memperkokoh ekosistem zakat nasional, sekaligus menjadi pijakan dalam pencapaian indikator kinerja BAZNAS pada tahun 2025.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS
Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Bersama Menag RI, BAZNAS Mulai Distribusikan Daging Dam untuk 42.215 Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara simbolis menyalurkan daging Dam yang yang telah diolah bagi mustahik guna meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Sebanyak 211.075 pouch daging Dam ini akan di distribusikan kepada 42.215 penerima manfaat (mustahik) yang ada di 7 provinsi di Indonesia yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sumatera Utara. Secara simbolis, Pendistribusian Dam/Hadyu Haji Indonesia Tahun 2025 digelar di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Senin (8/9/2025). Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menandai awal terobosan baru dalam pengelolaan daging Dam. Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Sestama, dan Deputi BAZNAS RI. Hadir pula, Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Dr. H. Musta&rsquo;in Ahmad, S.H., M.H., Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., serta Direktur Akomodasi, Katering, dan Transportasi sekaligus Plt. Direktur Bina Jamaah dan Petugas Haji BPH RI, Dr. Abd. Haris, M.Pd.I., M.HI. Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS yang berhasil menghadirkan layanan dalam pendistribusian daging Dam kepada masyarakat yang membutuhkan di Indonesia. &ldquo;Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semuanya, karena kita melaunching sesuatu yang belum ada sebelumnya secara formal. Ini prestasinya BAZNAS. Terima kasih atas kerja samanya yang sangat cepat dan bagus. Kita berharap ini menjadi role model yang akan kita laksanakan di masa-masa yang akan datang,&rdquo; ujar Menag Nasaruddin. Menag Nasaruddin mengatakan, mayoritas jamaah haji Indonesia melaksanakan haji Tamathu&rsquo;, sehingga kewajiban membayar Dam tidak bisa dihindarkan. Ia menekankan, langkah yang dilakukan saat ini adalah jawaban dari dilema panjang yang dihadapi jamaah haji sebelumnya. &ldquo;Hampir 100 persen haji Indonesia itu haji Tamathu&rsquo;, dengan demikian ada Dam. Pada masa yang lalu kita dihadapkan pada dilema yang sangat berat untuk kita lakukan, maka kita pilih apa yang telah kita putuskan. Kita tidak ingin ada yang tidak melakukan Dam, padahal itu adalah suatu kewajiban,&rdquo; kata Menag. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menambahkan, program pendistribusian Dam di Indonesia ini merupakan wujud nyata sinergi antara BAZNAS dan Kementerian Agama. Ia menilai, layanan ini tidak hanya mempermudah jamaah haji, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. &ldquo;Alhamdulillah ini adalah terobosan yang luar biasa dari Bapak Menteri Agama, Dam bisa disembelih di Indonesia dan kemudian bisa kita berikan kepada masyarakat kita yang membutuhkan yang ada di Indonesia, terutama di daerah 3T,&rdquo; ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, jumlah jamaah yang menyalurkan Dam melalui BAZNAS pada tahap awal sudah menunjukkan keberhasilan yang menggembirakan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sempat dikhawatirkan akan sulit dikelola, namun prosesnya berjalan dengan lancar. &ldquo;Kemarin kita membayangkan, kalau seandainya yang membayar Dam itu lebih dari 20 ribu itu kita kewalahan, alhamdulillah terkumpul 8.447. Maka dari itu, awal kemarin itu lancar-lancar saja yang ditangani oleh PT. Halalan Thayyiban,&rdquo; ucapnya. Kiai Noor mengungkapkan, capaian tersebut meningkat hingga 211 persen dari target awal yang hanya menyasar Petugas Haji. Menurutnya, perluasan jangkauan program Dam ini menjadi bukti kepercayaan jamaah haji terhadap transparansi dan profesionalitas BAZNAS. &ldquo;Kami sudah tanyakan kepada Kepala Dam bahwa untuk pengadaan sekaligus penyembelihan dan pendistribusian itu sudah lelang terbuka dan berhari-hari, sehingga insya Allah ini sesuai dengan aturan. Bahkan sebelum ini dilakukan, kita selalu tanya kepada Irjen ini boleh apa tidak, ini bisa apa tidak. Jadi insya Allah ini Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,&rdquo; paparnya. Kiai Noor menambahkan, ke depan peluang pendistribusian Dam di Indonesia masih sangat terbuka luas. Ia meyakini, jika jumlah jamaah yang menyalurkan Dam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan lebih besar bagi masyarakat. &ldquo;Kalau ke depan 200 ribu kambing misalnya saja bisa disembelih di Indonesia, itu akan terkumpul 240 juta kaleng yang bisa kita bagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Terima kasih kepada Menteri Agama, apa yang menjadi terobosan patut kita syukuri dan dukung bersama dan BAZNAS siap untuk melaksanakan,&rdquo; jelasnya.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Ivan Gunawan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua dan ketiga sebanyak 45.000 liter air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi tersebut. Menurut dia, penyaluran ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk Palestina. &ldquo;Alhamdulillah, berkat kerja sama BAZNAS dengan Ivan Gunawan, kami dapat kembali menyalurkan bantuan kemanusian tahap kedua dan ketiga berupa 45.000 liter air bersih bagi masyarakat Gaza. Total ada 2.812 jiwa yang merasakan manfaat bantuan ini,&rdquo; ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/9/2025). Kiai Noor menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah yang menjadi titik krisis air bersih. Pada tahap kedua, kata Kiai Noor, distribusi dilakukan di Al Thawrah Street, United Nation Building, Al Samer Area, Abu Hasierah Area, dan Al Sheikh Radwan Area. Sebanyak 1.562 jiwa menerima bantuan dengan rata-rata 16 liter air bersih per orang. "Sementara pada tahap ketiga, penyaluran berlanjut ke wilayah Al Sheikh Radwan 3rd, Al Nabulsi, dan Al Wehda Street. Di kawasan tersebut, sebanyak 1.250 jiwa mendapatkan bantuan dengan alokasi serupa, yakni sekitar 16 liter per orang," lanjut Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk membantu masyarakat Gaza. Ia menekankan, air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan. &ldquo;Kami memahami betul bahwa air adalah sumber kehidupan. Dalam situasi seperti sekarang, pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama,&rdquo; ujarnya. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada Ivan Gunawan yang melalui perusahaannya atas kontribusi besar yang diberikan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi tokoh publik lain untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan. &ldquo;Keterlibatan figur publik seperti Ivan Gunawan memberi pesan kuat bahwa kepedulian bisa diwujudkan oleh siapa saja. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusinya dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina,&rdquo; ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga. &ldquo;Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Insya Allah, BAZNAS akan melanjutkan misi kemanusiaan hingga masyarakat Palestina bisa bangkit kembali,&rdquo; katanya. Kiai Noor juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program-program kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun donasi. &ldquo;Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sedang membutuhkan bantuan,&rdquo; ujar Kiai Noor. Distribusi tahap kedua dan ketiga ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS dalam menyalurkan bantuan ke Gaza. Sebelumnya, BAZNAS bersama Ivan Gunawan juga telah menyalurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) pada tahap pertama di sejumlah titik wilayah Gaza, Palestina.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Bank Makanan melaksanakan kegiatan pendistribusian makanan siap saji berupa 200 paket ZChicken bagi masyarakat rentan, khususnya pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja nonformal di kawasan Jakarta. Kehadiran paket makanan siap saji tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Bagi mereka, makanan ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Selain bisa dinikmati untuk makan siang sambil beristirahat, uang yang biasanya dipakai untuk membeli makan siang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, bahkan menambah penghasilan yang dibawa pulang untuk keluarga. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan, program Bank Makanan merupakan wujud kepedulian BAZNAS untuk mendampingi kelompok masyarakat yang rentan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. &ldquo;BAZNAS melalui Bank Makanan ingin memastikan bahwa masyarakat pekerja rentan tetap bisa menikmati makanan yang layak. Kehadiran paket ZChicken ini bukan hanya soal mengurangi beban pengeluaran, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan rasa kebersamaan di tengah perjuangan mereka mencari nafkah,&rdquo; ungkap Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Lebih lanjut, Saidah menegaskan, pekerja sektor informal adalah kelompok yang paling terdampak dari ketidakpastian ekonomi. &ldquo;Mereka yang bekerja sebagai pengemudi ojol, pedagang asongan, hingga juru parkir sering kali tidak memiliki pendapatan tetap. Dengan adanya makanan siap saji ini, mereka bisa merasa lebih tenang dan sedikit lebih ringan dalam menjalani aktivitas harian,&rdquo; tambahnya. Saidah mengatakan, pendistribusian dilakukan di berbagai titik, mencakup wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. "Paket makanan ini ditujukan bagi masyarakat ekonomi rentan yang kesehariannya mencari nafkah di jalanan kota, seperti pengemudi ojol, sopir bajai, pedagang asongan, juru parkir, dan pekerja nonformal lainnya," ucapnya. Selain menyasar para pekerja jalanan, distribusi paket ZChicken juga menjangkau masyarakat di kawasan kampung pemulung. Kehadiran paket makanan ini menjadi dukungan tambahan bagi warga setempat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan makan mereka. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari para muzaki yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS
Asma Nadia Terima Penghargaan BAZNAS Awards 2025 sebagai Tokoh Pendukung Gerakan Zakat
Asma Nadia Terima Penghargaan BAZNAS Awards 2025 sebagai Tokoh Pendukung Gerakan Zakat
Penulis ternama Asma Nadia menerima penghargaan sebagai Tokoh Figur Pendukung Gerakan Zakat dalam ajang BAZNAS Awards 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. Asma Nadia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi tersebut. Ia mengaku belum merasa banyak berbuat, namun terus berkomitmen mendukung gerakan zakat dan sedekah melalui karya buku maupun film. &ldquo;Alhamdulillah, kami bersama teman-teman penulis memiliki buku-buku yang kami sebut Antologi Kasih, di mana seluruh keuntungannya disedekahkan. Termasuk juga kerja sama dengan BAZNAS dan beberapa NGO. Dan ada beberapa proyek bukan cuma buku, tetapi juga filmi,&rdquo; ujarnya. Asma menambahkan, pada 2019 ia terlibat dalam produksi film Hayya: The Power of Love 2 yang mengangkat isu Palestina. Dari film tersebut berhasil terkumpul dana sekitar Rp2,7 miliar yang disalurkan melalui 7 NGO di Indonesia. Terbaru, ia menerbitkan buku Sebelum Aku Tiada: Surat-surat dari Gaza yang hasil penjualannya 100 persen disalurkan untuk Palestina dengan dukungan sejumlah CSR dan lembaga amil zakat. Asma menegaskan, makna keberkahan terletak pada apa yang diberikan, bukan pada apa yang digenggam. &ldquo;Senang bisa menjadi Mitra dari teman-teman pejuang untuk zakat dan sedekah ini dan minta doanya, Allah tetapkan langkah kita untuk menjadi orang-orang yang paham bahwa keberkahan itu ada bukan pada harta yang peluk, tapi pada apa yang kita berikan,&rdquo; ucapnya. Ia juga menyampaikan harapannya agar BAZNAS dapat terus menjaga amanah masyarakat, memperluas jangkauan program, dan menjadi mitra strategis bagi berbagai pihak dalam menebarkan kebaikan. &ldquo;Saya berharap BAZNAS mudah-mudahan semakin bisa menjaga kepercayaan dari banyak orang. Semakin luas menebar manfaat, dan bisa menjangkau tempat-tempat yang mungkin (bagi) kami NGO kecil sulit jangkau pihak lain. Tapi BAZNAS insya Allah bisa mengawal dan lebih banyak membawa perubahan,&rdquo; katanya. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada individu maupun lembaga yang berkontribusi dalam penguatan gerakan zakat di Indonesia. Tahun ini, sejumlah tokoh, perusahaan, dan media turut menerima penghargaan dalam berbagai kategori.
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Karakter dan Mindset dalam Kepemimpinan Modern
BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Karakter dan Mindset dalam Kepemimpinan Modern
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memaparkan pentingnya karakter dan pola pikir (mindset) sebagai pondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang modern dan berdaya saing tinggi di era saat ini. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam Management Upgrade Forum bertema "Karakter Pemimpin dan Perubahan Mindset" yang dihelat BAZNAS RI secara daring melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Kamis (7/8/2025). "Orang Indonesia itu gak mau keluar dari zona nyaman. Kalau berbeda itu seolah-olah jadi salah dan gak siap mentalnya untuk jadi orang yang berbeda, inginnya sama dengan kebanyakan pilihan orang," ujar Prof Nadra. Padahal, menurutnya, kinerja tinggi tidak semata ditentukan oleh bakat atau jabatan, melainkan oleh pola pikir yang membentuk sikap dan tindakan. Individu berkinerja tinggi memiliki mindset khusus yang membuat mereka unggul, konsisten, dan tangguh dalam menghadapi tantangan. Dalam kesempatan tersebut, Prof Nadra menjelaskan, terdapat empat karakter penting dalam pola pikir seorang pemimpin modern yang membuat mereka unggul dari yang lain, yakni tanggung jawab, tumbuh dan kembang, perspektif, dan humility. "Tanggung jawab ini penting. Saya alhamdulillah selalu diingatkan oleh orang-orang hebat, kalau Anda bekerja jangan pernah berpikir ada uangnya atau tidak. Karena kalau Anda bekerja karena ada uangnya, Anda hanya akan mau bekerja saat ada uangnya besar. Tapi begitu tidak ada uangnya, Anda tidak akan menyelesaikannya. Itu yang menjadi Anda tidak bertanggung jawab," tuturnya. Ia menambahkan, individu dengan mindset tanggung jawab tidak menyalahkan keadaan atau orang lain. Mereka bertanggung jawab penuh atas hasil yang mereka capai dan aktif mencari solusi jika terjadi masalah. Sikap ini mencerminkan integritas dan komitmen tinggi pada tugas dan tujuan. Prof Nadra menjelaskan karakter kedua yang tak kalah penting yaitu tumbuh dan berkembang. Mereka yang memiliki pola pikir ini percaya bahwa kemampuan bukan bawaan lahir, tetapi bisa dibentuk lewat kerja keras. "Setiap kegagalan dianggap sebagai kesempatan belajar. Mereka terus berusaha untuk berkembang tanpa takut mencoba hal baru," ucapnya. Karakter ketiga adalah perspektif. Prof Nadra menilai bahwa para high performer tahu kapan harus menarik diri sejenak, menjaga kesehatan mental dan fisik, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. "Mereka sadar bahwa produktivitas jangka panjang memerlukan perawatan diri yang baik," ujarnya. Prof Nadra melanjutkan, karakter keempat adalah humility atau kerendahan hati. Individu dengan karakter ini rendah hati, terbuka terhadap masukan, dan merasa paling tidak tahu. "Ketika salah, mereka tidak bersikap defensif melainkan siap belajar dan memperbaiki diri. Sikap ini, tegasnya, membuat mereka terus berkembang dan disukai dalam tim," jelasnya. Melalui forum ini, BAZNAS RI berharap para pimpinan dan seluruh amil dapat terus memperkuat karakter dan mindset yang mendukung peningkatan kinerja serta akselerasi transformasi menuju BAZNAS yang semakin profesional, transparan, dan modern.
BERITA07/09/2025 | Humas BAZNAS
Di Forum Aksi Keluarga Indonesia, BAZNAS RI Dorong Penguatan Ekonomi Produktif untuk Pengentasan Kemiskinan
Di Forum Aksi Keluarga Indonesia, BAZNAS RI Dorong Penguatan Ekonomi Produktif untuk Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi produktif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi BAZNAS untuk berkontribusi memperkuat ketahanan keluarga. Berawal dari ketahanan ekonomi keluarga diharapkan terwujud kemandirian umat sekaligus mengurangi ketimpangan sosial di masyarakat. Hal ini disampaikan Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat M.Si., dalam kegiatan Aksi Keluarga Indonesia yang dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc., Sc. di Jakarta, Kamis (4/9/2025). Dalam paparannya, Imdadun Rahmat menjelaskan, akselerasi pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu fokus BAZNAS. Upaya ini diarahkan untuk membangun kehidupan ekonomi masyarakat miskin dan miskin ekstrem melalui sektor-sektor produktif, yang meliputi penyediaan modal usaha, penguatan produksi, hingga penguasaan jaringan pasar. &ldquo;BAZNAS berkomitmen melakukan akselerasi pengentasan kemiskinan dengan mengubah mustahik menjadi muzaki. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, baik secara materi maupun spiritual,&rdquo; ujar Imdadun Rahmat. Lebih lanjut, ia menyampaikan, BAZNAS telah mengembangkan berbagai program kewirausahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, di antaranya BAZNAS Microfinance, Zmart, dan ZChicken. Program-program ini dirancang agar para mustahik dapat memiliki usaha yang berkelanjutan serta mampu bersaing di pasar. &ldquo;Keberhasilan pemberdayaan ekonomi tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan, melainkan juga dari perubahan status sosial-ekonomi masyarakat miskin yang mampu bangkit dari ketergantungan menjadi pemberi zakat,&rdquo; ucap Imdadun. Imdadun menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi kunci penting dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Ia menilai pendekatan terpadu akan memperluas jangkauan program BAZNAS sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak keluarga miskin di Indonesia. &ldquo;Melalui sinergi dan dukungan lintas sektor, BAZNAS optimis program pemberdayaan ekonomi akan memberikan dampak signifikan bagi terwujudnya kesejahteraan sekaligus ketahanan keluarga sebagai basis tumbuhnya generasi yang unggul,&rdquo; tegasnya.
BERITA05/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Si Kembar Nadia Nadira Pasca Operasi
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Si Kembar Nadia Nadira Pasca Operasi
Jumat, 5 September 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan biaya berobat kepada Nadia dan Nadira, bayi kembar dari Kecamatan Bojonggambir yang sebelumnya menjalani operasi pemisahan kembar siam. Pada proses operasi yang lalu, bantuan juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Saat ini, pasca operasi, Nadia dan Nadira masih harus menjalani perawatan rutin dan kontrol kesehatan. Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya memberikan bantuan berupa biaya berobat, serta kebutuhan harian bayi seperti susu, kolostomi, popok bayi, biskuit, minyak telon, botol susu, dan perlengkapan lain yang bermanfaat bagi si kembar. Selain dari BAZNAS, dukungan juga datang dari dunia usaha. Salah satu korporasi, yaitu PT. Meta Global Triasha, turut menyalurkan bantuan biaya berobat sebesar Rp5 juta untuk mendukung perawatan si kembar Nadia dan Nadira. BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu membantu sesama yang membutuhkan. Mari terus salurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya agar lebih banyak saudara kita yang terbantu dan merasakan manfaatnya.
BERITA05/09/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan wisata Bukit Tempurung. Berkat fasilitas penerangan ini, pengelolaan desa wisata semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) secara signifikan. PLTMH yang dibangun atas dukungan BAZNAS kini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes setempat. Termasuk di dalamnya biaya perawatan yang secara mandiri ditangani oleh pengelola desa. Hal ini juga dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam keterangan tertBadan ulisnya, Kamis (4/9/2025), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Bumdes Bukit Tempurung. Ia menilai serah terima PLTMH kepada pengelola desa merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat. Dengan dukungan listrik yang stabil, Bumdes berhasil mengembangkan sejumlah fasilitas wisata. Di antaranya kafe/warung, area swafoto, dua unit vila, balai pertemuan, dua unit MCK, tiga unit tenda glamping, dan 34 unit tenda camping. Kehadiran fasilitas tersebut menarik lebih banyak pengunjung ke Bukit Tempurung. Peningkatan fasilitas tersebut langsung berpengaruh pada peningkatan pendapatan desa wisata. Tercatat, pendapatan Bumdes mencapai sekitar Rp25 juta pada Juni, naik menjadi Rp35 juta pada Juli, dan melonjak hingga Rp109 juta pada Agustus 2025. Saidah juga berharap Bukit Tempurung dapat menjadi model desa wisata berbasis energi terbarukan yang memberi manfaat luas bagi ekonomi umat. "Masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTMH. Selain membuka lapangan kerja baru, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati suasana Bukit Tempurung berkat penerangan yang memadai dan fasilitas yang tertata baik," ucapnya. Melalui dukungan infrastruktur energi terbarukan ini, Saidah berharap semakin banyak desa wisata yang tumbuh menjadi pusat ekonomi masyarakat. "Dengan pengelolaan yang profesional, desa berpotensi menjadi mandiri, berdaya saing, tentunya akan membuka peluang kesejahteraan lebih luas bagi warga. Semoga upaya-upaya kita ini dapat meningkatkan kesejahteraan umat," kata Saidah. Perwakilan Bumdes Bukit Tempurung menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS. Ia menilai PLTMH menjadi modal besar bagi pengembangan potensi wisata desa sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. &ldquo;Amil harus mampu berinovasi, karena potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun tidak bisa dikelola dengan cara biasa,&rdquo; jelasnya. Selain kompetensi, kata dia, integritas juga menjadi syarat mutlak. Menurutnya, integritas seorang amil diuji sejak proses seleksi hingga tahap pembinaan. &ldquo;Integritas berarti amanah, istiqamah, dan tahan banting. Mengelola zakat bukanlah perkara mudah. Kita harus benar-benar punya ketahanan diri, agar tidak terpengaruh hal-hal negatif. Apalagi saat menghadapi isu. Karena itu, kita di BAZNAS membutuhkan orang-orang yang berkompeten, berintelektualitas tinggi, sekaligus berintegritas,&rdquo; jelasnya. Ia menambahkan, untuk memperkuat kualitas amil di daerah, BAZNAS RI juga siap memberikan pelatihan langsung apabila terdapat banyak pimpinan baru. Langkah ini bertujuan agar para pimpinan memahami tugas secara menyeluruh, khususnya terkait pengelolaan zakat yang sesuai syariat dan aturan hukum. Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan agar pengelolaan keuangan dijalankan secara transparan. &ldquo;Jangan sampai lalai dalam pelaporan, karena hal ini berpengaruh terhadap langkah kita ke depan.Ingat bahwa dana zakat adalah keuangan ilahiyah (milik umat). Jika tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan masalah hukum,&rdquo; katanya. "Ketika kita kehilangan kompetensi tidak memahami aturan dan kehilangan integritas, maka akan muncul masalah. Karena itu, jangan pernah bersikap ugal-ugalan, apalagi mengabaikan aturan," tegasnya.
BERITA05/09/2025 | Humas Baznas
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat 04/09/2025 | Humas BAZNAS RI Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak zakat bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Tujuh Gaya berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu (3/9/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. &ldquo;Kita menyadari bersama bahwa cara atau pola berpikir itu penting. Ada pola-pola berpikir yang relevan, baik dalam dunia ilmiah maupun dalam konteks zakat Cara berpikir inilah yang memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk dalam merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian,&rdquo; ujar Nadratuzzaman. Ia menyebut, ada tujuh pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan, yakni critical thinking, analytical thinking, abstract thinking, creative thinking, concrete thinking, convergent thinking, dan divergent thinking. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar yang juga dianjurkan dalam Al-Qur&rsquo;an. &ldquo;Dalam Surah Ali Imran disebutkan bahwa manusia diajak berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan,&rdquo; jelasnya. Namun, ia mengatakan, budaya berpikir kritis sering dianggap oleh sebagian orang mengganggu, baik di lingkungan kerja maupun sosial. &ldquo;Padahal, justru melalui kritik yang sehat, BAZNAS bisa memperbaiki strategi penghimpunan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik,&rdquo; tambahnya. Selain itu, kata Nadratuzzaman, analytical thinking atau berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam mengurai persoalan pengelolaan yang kompleks menjadi bagian kecil. Menurutnya, pola ini dibutuhkan dalam pengelolaan zakat agar keputusan diambil berbasis data dan analisis sebab-akibat. Sementara itu, lanjut Nadratuzzaman, abstract thinking juga diperlukan untuk membaca tren zakat ke depan. &ldquo;Dengan pandangan abstrak, BAZNAS dapat merancang program jangka panjang yang relevan dengan perubahan zaman,&rdquo; ujarnya. Dalam hal inovasi, ia menekankan perlunya creative thinking. &ldquo;Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, bukan sekadar mengikuti pola lama,&rdquo; tegas Nadratuzzaman. Ia juga menyoroti concrete thinking yang berfokus pada capaian jangka pendek. Contohnya, BAZNAS menetapkan minimal 80 persen dana zakat yang dihimpun harus segera disalurkan setiap tahun. &ldquo;Itu orientasi konkret yang memastikan zakat segera dirasakan manfaatnya,&rdquo; jelasnya. Sementara itu, kata dia, convergent thinking diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. &ldquo;Pemimpin BAZNAS harus bisa memilih opsi terbaik di antara banyak alternatif, dengan mempertimbangkan plus minusnya. Ini agar keputusan benar-benar efektif,&rdquo; tambahnya. Terakhir, ia menyampaikan, divergent thinking atau berpikir divergen dipandang penting sebagai pemicu inovasi, meskipun lemah dalam eksekusi. &ldquo;Pemikir divergen kaya ide, dan ide itu tetap berharga. Yang dibutuhkan kemudian adalah eksekutor yang mampu mewujudkannya,&rdquo; ungkapnya. Selain tujuh pola berpikir tersebut, Nadratuzzaman mengaitkan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset dengan pengelolaan zakat. Menurutnya, jika cara berpikir ilmiah ini dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan nasional. "Perbedaan- perbedaan diantara kita ini mempengaruhi cara berpikir kita semua. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan tersebut di tempat yang tepat," ucapnya.
BERITA04/09/2025 | Humas Baznas
Semarak ABDI NAGRI: Nganjang Ka Warga, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadir Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat
Semarak ABDI NAGRI: Nganjang Ka Warga, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadir Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat
Baznas Kabupaten Tasikmalaya Meriahkan "Abdi Nagri, Nganjang Ka Warga" Bersama BAZNAS Jabar. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapang Gedung Bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk mengikuti kegiatan &ldquo;Abdi Nagri, Nganjang Ka Warga&rdquo; yang digelar pada Kamis, 04 September 2025. Acara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini menghadirkan beragam pelayanan publik terpadu, hiburan budaya, hingga ruang dialog antara pemerintah dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama BAZNAS Jabar turut serta memberikan berbagai pelayanan langsung untuk masyarakat, diantaranya: &gt; Layanan ZIS &gt; Pangkas Rambut Gratis untuk 60 PM &gt; Servis &amp; ganti oli gratis untuk 100 ojol/opang (125cc) &gt; Penampilan UMKM Binaan BAZNAS Total sebanyak 160 penerima manfaat (PM) telah merasakan program ini. Senyum bahagia dari para mustahik, khususnya para ojol dan opang yang bisa ganti oli serta cukur gratis, menjadi bukti nyata bahwa zakat membawa kebermanfaatan langsung bagi masyarakat. Terima kasih para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Semoga semakin banyak saudara kita yang merasakan keberkahannya, aaamiin.
BERITA04/09/2025 | humasbaznaskabtsm
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.

Lihat Daftar Rekening →