WhatsApp Icon
Perkuat Tata Kelola Zakat di Lingkungan Pendidik, 39 UPZ PC PGRI se-Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan

TASIKMALAYA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya menggelar agenda Orientasi sekaligus Pengukuhan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PC PGRI. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/04) ini bertempat di Aula PGRI Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 117 peserta yang merupakan delegasi dari 39 UPZ Kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Tasikmalaya hadir untuk mengikuti prosesi pengukuhan. Kehadiran para pengurus ini menandai komitmen besar sektor pendidikan dalam mendukung penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah.

Prosesi Pelantikan dan Pembekalan Amil

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya, Bapak H. Dadan Bardan, M.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran UPZ di lingkungan profesi untuk menjadi perpanjangan tangan BAZNAS yang amanah.

Selain prosesi pelantikan, para pengurus baru juga mendapatkan pembekalan materi intensif mengenai:

  • Fiqih dan Kemuliaan Amil: Menanamkan nilai-nilai spiritual dan integritas sebagai pengelola dana umat.
  • Manajemen Pengelolaan Zakat: Strategi penghimpunan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
  • Optimalisasi Potensi: Pemetaan potensi zakat di lingkungan pendidik dan tenaga kependidikan di tiap kecamatan.

Mendorong Dampak Sosial yang Lebih Luas

Sinergi antara PGRI dan BAZNAS ini diharapkan dapat mengakselerasi penghimpunan zakat di tingkat kecamatan. Dengan pengelolaan yang lebih terorganisir di bawah naungan PC PGRI, dana yang terhimpun nantinya akan dialokasikan melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya kita bersama untuk memastikan bahwa potensi zakat dari kalangan pendidik dapat dikelola secara optimal guna memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas di Kabupaten Tasikmalaya," ujar pihak BAZNAS dalam sambutannya.

Melalui pengukuhan ini, 39 UPZ PC PGRI yang baru dilantik diharapkan segera memulai langkah strategis dalam mengedukasi serta menghimpun zakat di wilayahnya masing-masing, guna memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat.

25/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
PENYALURAN BEASISWA S1 BAZNAS TAHAP II T.A 2025/2026 DI STISA ASH-SHOFA MANONJAYA

MANONJAYA – BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia pendidikan dengan menyalurkan Beasiswa S1 Tahap II Tahun Ajaran 2025/2026. Acara penyaluran secara simbolis ini digelar di kampus STISA Ash-Shofa, Manonjaya, pada Rabu (22/04).

Program beasiswa ini merupakan langkah konkret BAZNAS dalam mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yakni Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA). Menariknya, jika program pemerintah daerah umumnya berfokus pada perguruan tinggi negeri, beasiswa dari BAZNAS ini hadir untuk melengkapi jangkauan tersebut.

Pemerataan Akses untuk Kampus Swasta dan Negeri

Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menjelaskan bahwa beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang menempuh studi baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Tasikmalaya. Langkah ini diambil agar akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah semakin merata dan tidak hanya terpusat pada satu klaster kampus saja.

Pada tahap kedua ini, tercatat sebanyak 108 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerima bantuan biaya pendidikan tersebut.

Sinergi Antarlembaga

Prosesi penyerahan bantuan ditandai dengan penyerahan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Jawa Barat, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Turut hadir menyaksikan momen penting ini Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas adanya sinergi yang kuat antara lembaga zakat, pemerintah daerah, dan otoritas agama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) di Tasikmalaya.

Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan para mahasiswa dapat lebih fokus menyelesaikan studinya dan menjadi penggerak ekonomi serta sosial di tengah masyarakat setelah lulus nanti.

23/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Sinergi Pengelolaan ZIS: LAZNAS Agnia Care Perkuat Kolaborasi Strategis Bersama BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Agnia Care melakukan kunjungan strategis ke Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (16/04). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi antarlembaga pengelola zakat guna mengoptimalkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Pertemuan tingkat manajerial ini mengusung tema besar “Kolaborasi dan Sinergitas Program”. Fokus utama diskusi meliputi sinkronisasi data mustahik, standardisasi tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), serta pengembangan inovasi program kemanusiaan yang lebih berdampak luas.

Optimalisasi Peran Lembaga Amil

Dalam kunjungan tersebut, kedua belah pihak membahas beberapa poin krusial untuk meminimalisir tumpang tindih penyaluran bantuan di lapangan. Beberapa poin strategis yang disepakati antara lain:

Sinkronisasi Program: Penyelarasan agenda pemberdayaan ekonomi dan sosial agar bantuan menjangkau sasaran yang tepat.

Pertukaran Informasi: Berbagi praktik terbaik (best practices) dalam manajemen penghimpunan dan pendistribusian dana umat secara profesional.

Inovasi Kemanusiaan: Penjajakan kolaborasi proyek jangka panjang yang bersifat berkelanjutan (sustainable).

Sinyal Positif Kolaborasi Daerah dan Nasional

Pihak BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyambut hangat inisiatif dari LAZNAS Agnia Care. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah nyata dalam menjalankan amanat regulasi terkait integrasi pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi antara lembaga milik pemerintah dan lembaga amil zakat skala nasional.

"Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan sinergi yang kuat antara LAZNAS dan BAZNAS di tingkat daerah, kita dapat menciptakan ekosistem pengelolaan ZIS yang lebih transparan dan memberikan manfaat yang nyata bagi pengentasan kemiskinan, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya," ungkap perwakilan manajemen dalam pertemuan tersebut.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program bantuan yang lebih inovatif dan efisien. Melalui kerja sama ini, diharapkan akselerasi pendayagunaan zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan muzakki terhadap lembaga amil zakat.

16/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Tingkatkan Transparansi, UPZ Sodonghilir Serahkan Laporan Pengelolaan Zakat Fitrah 1447 H ke BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Sebagai wujud akuntabilitas dan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Sodonghilir resmi menyerahkan Laporan Kegiatan Zakat Fitrah Tahun 1447 H / 2026 M kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya pada Senin (04/05).

Penyerahan dokumen laporan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan diterima langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur rutin organisasi untuk memastikan seluruh dana zakat yang terhimpun dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Detail Laporan dan Tujuan Distribusi

Laporan yang diserahkan mencakup data komprehensif mengenai:

  • Penghimpunan: Total perolehan zakat fitrah dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Sodonghilir.
  • Pendistribusian: Rekapitulasi penyaluran zakat kepada para mustahik (penerima zakat) yang terbagi dalam delapan asnaf.
  • Kepatuhan Syariah: Dokumentasi seluruh rangkaian kegiatan guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai dengan kaidah hukum Islam dan regulasi pemerintah.

Pihak UPZ Sodonghilir menegaskan bahwa pelaporan ini sangat krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat (muzakki). Dengan adanya sinkronisasi data antara tingkat kecamatan dan kabupaten, BAZNAS dapat memetakan potensi zakat daerah secara lebih akurat untuk program pengentasan kemiskinan di masa mendatang.

"Kami mengapresiasi kedisiplinan UPZ Sodonghilir dalam menyampaikan laporan ini. Hal ini membuktikan bahwa tata kelola zakat di tingkat kecamatan semakin hari semakin baik dan akuntabel," ujar salah satu pimpinan BAZNAS Kab. Tasikmalaya saat menerima dokumen tersebut.

Apresiasi untuk Para Muzakki

Di akhir laporannya, UPZ Kecamatan Sodonghilir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga masyarakat yang telah menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi. Partisipasi aktif warga menjadi kunci utama suksesnya program pemberdayaan umat di wilayah Sodonghilir.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS
Posko Siaga Mudik BAZNAS Republik Indonesia di Jl. Kadipaten - Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - Sahabat BAZNAS, buat kamu yang sedang dalam perjalanan mudik melintasi jalur selatan, Posko Siaga Mudik BAZNAS RI juga hadir di Kabupaten Tasikmalaya, lho!

Berlokasi strategis di Jl. Kadipaten, Pamoyanan (Depan Kolam Renang Ampera) posko kami siap menjadi tempat istirahat sementara yang representatif bagi para pemudik.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap :

  • Layanan Kesehatan: Cek kesehatan ringan, konsultasi, dan konsultasi kesehatan untuk pastikan kondisi prima.
  • Dapur Air: Seduhan teh, kopi, dan makanan ringan gratis untuk pulihkan energi.
  • Ruang Pijat Gratis: Hilangkan lelah dengan pijatan relaksasi dari terapis terampil.
  • Ruang Ramah Anak: Area bermain yang aman dan nyaman bagi buah hati tercinta agar tak bosan.
  • Bantuan Sepeda Motor & Layanan Ambulans: Tim kami siap siaga membantu jika ada kendala darurat.


Kami juga didukung penuh oleh Relawan BAZNAS dan instansi terkait untuk berikan layanan terbaik bagi sahabat.

Yuk, mampir sejenak di Posko Mudik BAZNAS! Utamakan keselamatan dalam berkendara, semoga sampai di tujuan dengan selamat dan penuh keberkahan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS

Berita Terbaru

BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Si Kembar Nadia Nadira Pasca Operasi
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Salurkan Bantuan untuk Si Kembar Nadia Nadira Pasca Operasi
Jumat, 5 September 2025, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan biaya berobat kepada Nadia dan Nadira, bayi kembar dari Kecamatan Bojonggambir yang sebelumnya menjalani operasi pemisahan kembar siam. Pada proses operasi yang lalu, bantuan juga datang dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi. Saat ini, pasca operasi, Nadia dan Nadira masih harus menjalani perawatan rutin dan kontrol kesehatan. Untuk mendukung proses pemulihan tersebut, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya memberikan bantuan berupa biaya berobat, serta kebutuhan harian bayi seperti susu, kolostomi, popok bayi, biskuit, minyak telon, botol susu, dan perlengkapan lain yang bermanfaat bagi si kembar. Selain dari BAZNAS, dukungan juga datang dari dunia usaha. Salah satu korporasi, yaitu PT. Meta Global Triasha, turut menyalurkan bantuan biaya berobat sebesar Rp5 juta untuk mendukung perawatan si kembar Nadia dan Nadira. BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa zakat mampu membantu sesama yang membutuhkan. Mari terus salurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya agar lebih banyak saudara kita yang terbantu dan merasakan manfaatnya.
BERITA05/09/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan wisata Bukit Tempurung. Berkat fasilitas penerangan ini, pengelolaan desa wisata semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) secara signifikan. PLTMH yang dibangun atas dukungan BAZNAS kini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes setempat. Termasuk di dalamnya biaya perawatan yang secara mandiri ditangani oleh pengelola desa. Hal ini juga dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam keterangan tertBadan ulisnya, Kamis (4/9/2025), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Bumdes Bukit Tempurung. Ia menilai serah terima PLTMH kepada pengelola desa merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat. Dengan dukungan listrik yang stabil, Bumdes berhasil mengembangkan sejumlah fasilitas wisata. Di antaranya kafe/warung, area swafoto, dua unit vila, balai pertemuan, dua unit MCK, tiga unit tenda glamping, dan 34 unit tenda camping. Kehadiran fasilitas tersebut menarik lebih banyak pengunjung ke Bukit Tempurung. Peningkatan fasilitas tersebut langsung berpengaruh pada peningkatan pendapatan desa wisata. Tercatat, pendapatan Bumdes mencapai sekitar Rp25 juta pada Juni, naik menjadi Rp35 juta pada Juli, dan melonjak hingga Rp109 juta pada Agustus 2025. Saidah juga berharap Bukit Tempurung dapat menjadi model desa wisata berbasis energi terbarukan yang memberi manfaat luas bagi ekonomi umat. "Masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTMH. Selain membuka lapangan kerja baru, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati suasana Bukit Tempurung berkat penerangan yang memadai dan fasilitas yang tertata baik," ucapnya. Melalui dukungan infrastruktur energi terbarukan ini, Saidah berharap semakin banyak desa wisata yang tumbuh menjadi pusat ekonomi masyarakat. "Dengan pengelolaan yang profesional, desa berpotensi menjadi mandiri, berdaya saing, tentunya akan membuka peluang kesejahteraan lebih luas bagi warga. Semoga upaya-upaya kita ini dapat meningkatkan kesejahteraan umat," kata Saidah. Perwakilan Bumdes Bukit Tempurung menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS. Ia menilai PLTMH menjadi modal besar bagi pengembangan potensi wisata desa sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Amil harus mampu berinovasi, karena potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun tidak bisa dikelola dengan cara biasa,” jelasnya. Selain kompetensi, kata dia, integritas juga menjadi syarat mutlak. Menurutnya, integritas seorang amil diuji sejak proses seleksi hingga tahap pembinaan. “Integritas berarti amanah, istiqamah, dan tahan banting. Mengelola zakat bukanlah perkara mudah. Kita harus benar-benar punya ketahanan diri, agar tidak terpengaruh hal-hal negatif. Apalagi saat menghadapi isu. Karena itu, kita di BAZNAS membutuhkan orang-orang yang berkompeten, berintelektualitas tinggi, sekaligus berintegritas,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk memperkuat kualitas amil di daerah, BAZNAS RI juga siap memberikan pelatihan langsung apabila terdapat banyak pimpinan baru. Langkah ini bertujuan agar para pimpinan memahami tugas secara menyeluruh, khususnya terkait pengelolaan zakat yang sesuai syariat dan aturan hukum. Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan agar pengelolaan keuangan dijalankan secara transparan. “Jangan sampai lalai dalam pelaporan, karena hal ini berpengaruh terhadap langkah kita ke depan.Ingat bahwa dana zakat adalah keuangan ilahiyah (milik umat). Jika tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan masalah hukum,” katanya. "Ketika kita kehilangan kompetensi tidak memahami aturan dan kehilangan integritas, maka akan muncul masalah. Karena itu, jangan pernah bersikap ugal-ugalan, apalagi mengabaikan aturan," tegasnya.
BERITA05/09/2025 | Humas Baznas
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat 04/09/2025 | Humas BAZNAS RI Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak zakat bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Tujuh Gaya berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu (3/9/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. “Kita menyadari bersama bahwa cara atau pola berpikir itu penting. Ada pola-pola berpikir yang relevan, baik dalam dunia ilmiah maupun dalam konteks zakat Cara berpikir inilah yang memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk dalam merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian,” ujar Nadratuzzaman. Ia menyebut, ada tujuh pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan, yakni critical thinking, analytical thinking, abstract thinking, creative thinking, concrete thinking, convergent thinking, dan divergent thinking. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar yang juga dianjurkan dalam Al-Qur’an. “Dalam Surah Ali Imran disebutkan bahwa manusia diajak berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Namun, ia mengatakan, budaya berpikir kritis sering dianggap oleh sebagian orang mengganggu, baik di lingkungan kerja maupun sosial. “Padahal, justru melalui kritik yang sehat, BAZNAS bisa memperbaiki strategi penghimpunan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya. Selain itu, kata Nadratuzzaman, analytical thinking atau berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam mengurai persoalan pengelolaan yang kompleks menjadi bagian kecil. Menurutnya, pola ini dibutuhkan dalam pengelolaan zakat agar keputusan diambil berbasis data dan analisis sebab-akibat. Sementara itu, lanjut Nadratuzzaman, abstract thinking juga diperlukan untuk membaca tren zakat ke depan. “Dengan pandangan abstrak, BAZNAS dapat merancang program jangka panjang yang relevan dengan perubahan zaman,” ujarnya. Dalam hal inovasi, ia menekankan perlunya creative thinking. “Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, bukan sekadar mengikuti pola lama,” tegas Nadratuzzaman. Ia juga menyoroti concrete thinking yang berfokus pada capaian jangka pendek. Contohnya, BAZNAS menetapkan minimal 80 persen dana zakat yang dihimpun harus segera disalurkan setiap tahun. “Itu orientasi konkret yang memastikan zakat segera dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Sementara itu, kata dia, convergent thinking diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. “Pemimpin BAZNAS harus bisa memilih opsi terbaik di antara banyak alternatif, dengan mempertimbangkan plus minusnya. Ini agar keputusan benar-benar efektif,” tambahnya. Terakhir, ia menyampaikan, divergent thinking atau berpikir divergen dipandang penting sebagai pemicu inovasi, meskipun lemah dalam eksekusi. “Pemikir divergen kaya ide, dan ide itu tetap berharga. Yang dibutuhkan kemudian adalah eksekutor yang mampu mewujudkannya,” ungkapnya. Selain tujuh pola berpikir tersebut, Nadratuzzaman mengaitkan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset dengan pengelolaan zakat. Menurutnya, jika cara berpikir ilmiah ini dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan nasional. "Perbedaan- perbedaan diantara kita ini mempengaruhi cara berpikir kita semua. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan tersebut di tempat yang tepat," ucapnya.
BERITA04/09/2025 | Humas Baznas
Semarak ABDI NAGRI: Nganjang Ka Warga, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadir Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat
Semarak ABDI NAGRI: Nganjang Ka Warga, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Hadir Bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat
Baznas Kabupaten Tasikmalaya Meriahkan "Abdi Nagri, Nganjang Ka Warga" Bersama BAZNAS Jabar. Ribuan warga tumpah ruah memadati Lapang Gedung Bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk mengikuti kegiatan “Abdi Nagri, Nganjang Ka Warga” yang digelar pada Kamis, 04 September 2025. Acara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini menghadirkan beragam pelayanan publik terpadu, hiburan budaya, hingga ruang dialog antara pemerintah dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama BAZNAS Jabar turut serta memberikan berbagai pelayanan langsung untuk masyarakat, diantaranya: > Layanan ZIS > Pangkas Rambut Gratis untuk 60 PM > Servis & ganti oli gratis untuk 100 ojol/opang (125cc) > Penampilan UMKM Binaan BAZNAS Total sebanyak 160 penerima manfaat (PM) telah merasakan program ini. Senyum bahagia dari para mustahik, khususnya para ojol dan opang yang bisa ganti oli serta cukur gratis, menjadi bukti nyata bahwa zakat membawa kebermanfaatan langsung bagi masyarakat. Terima kasih para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Semoga semakin banyak saudara kita yang merasakan keberkahannya, aaamiin.
BERITA04/09/2025 | humasbaznaskabtsm
Kolaborasi BAZNAS Kab. Tasikmalaya bersama Badan Penguatan Ekosistem Ekonomi PCNU Kab. Tasikmalaya Salurkan Bantuan Program Migran Preneur ke Jepan
Kolaborasi BAZNAS Kab. Tasikmalaya bersama Badan Penguatan Ekosistem Ekonomi PCNU Kab. Tasikmalaya Salurkan Bantuan Program Migran Preneur ke Jepan
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya bersama Badan Penguatan Ekosistem Ekonomi PCNU Kab. Tasikmalaya menyalurkan Bantuan Program Migran Preneur ke Jepang. Dalam program ini, sebanyak 8 mustahik penerima manfaat mendapatkan kesempatan berharga untuk mengembangkan usaha, meningkatkan taraf hidup, sekaligus meraih kemandirian ekonomi melalui pengalaman kerja di Jepang. Program Migran Preneur ini menjadi langkah nyata dalam upaya mengentaskan kemiskinan, memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat, serta membuka peluang kerja baru yang lebih luas. Sinergi antara BAZNAS dan PCNU ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan mustahik dan keluarga mereka. Kebaikan ini tidak lepas dari peran para muzaki dan donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya. Salurkan zakat, infak, dan sedekahmu melalui baznastsm.com
BERITA04/09/2025 | humasbaznaskabtsm
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
Wakil Dubes RI di Kairo Apresiasi Kiprah BAZNAS dalam Misi Kemanusiaan Palestina
Wakil Dubes RI di Kairo Apresiasi Kiprah BAZNAS dalam Misi Kemanusiaan Palestina
Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia untuk KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, mengapresiasi kiprah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dalam misi kemanusiaan di Palestina. Menurutnya, peran BAZNAS menjadi kebanggaan nasional sekaligus mendapat pengakuan dari dunia internasional. “Kiprah BAZNAS dan masyarakat Indonesia dalam misi kemanusiaan di Palestina tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga diapresiasi oleh masyarakat internasional, khususnya negara-negara Timur Tengah, serta pemerintah dan rakyat Mesir dan Palestina yang langsung berurusan dengan isu kemanusiaan,” ujar Zaim saat memberikan sambutan di acara Rakornas BAZNAS, di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Zaim menuturkan, sejak krisis Gaza meletus pada Oktober 2023, BAZNAS menjadi salah satu lembaga yang cepat merespons. Dari November 2023 hingga April 2024, BAZNAS terlibat dalam misi kemanusiaan Indonesia yang menyalurkan 1.100 ton bantuan bersama pemerintah melalui lima pesawat dan satu kapal rumah sakit TNI, KRI Dr. Rajiman Widyodiningrat. "Saya berkesempatan menyaksikan langsung proses tersebut, dan melihat bagaimana kerja sama antara pemerintah Indonesia, BAZNAS, dan mitra Mesir menghasilkan penyaluran yang aman dan efektif," ungkapnya. KBRI Kairo mencatat, kata Zaim, penyaluran dana dari BAZNAS untuk Gaza telah mencapai 5,53 juta dolar AS. Dana tersebut disalurkan melalui sejumlah mitra di Mesir, antara lain Egyptian Red Crescent (ERC), Misr Al-Kheir, Baitul Zakat Was Sadakat Al-Azhar, serta Sunnatul Haya. "Hingga Juli 2025, pemerintah Indonesia bersama 33 lembaga filantropi nasional, termasuk BAZNAS, telah menyalurkan lebih dari 20,4 juta dolar AS ke Gaza melalui Mesir," ujar Zaim. Pada tahun ini, lanjutnya, BAZNAS juga menyiapkan program bantuan besar, termasuk 800 ton pangan yang akan dikirim melalui airdrop bertepatan dengan HUT RI ke-80, serta melalui jalur darat perbatasan Rafah bersama mitra Mesir. Selain di Gaza, Zaim menuturkan, BAZNAS bersama KBRI Kairo juga turut menyalurkan bantuan bagi keluarga pengungsi Palestina di Mesir yang kehilangan tempat tinggal, termasuk bantuan medis dan beasiswa bagi pelajar Palestina di Universitas Al-Azhar. “Hal ini menunjukkan bahwa zakat dan infak umat tidak berhenti pada batas teritorial, tetapi menjadi bagian dari solusi global,” tegasnya. "Zakat bukan hanya berfungsi sebagai pilar pembangunan nasional untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, dan pengurangan kesenjangan sosial, tetapi juga meneguhkan perannya dalam membangun solidaritas kemanusiaan lintas bangsa," ujar Zaim. Zaim menambahkan, keberhasilan penyaluran bantuan Indonesia tidak lepas dari peran penting pemerintah Mesir. Sejak Oktober 2023, Mesir menjadi pintu utama masuknya bantuan internasional ke Gaza melalui perlintasan Rafah dan Kerem Abu Salem. "Mesir telah menyusun rencana rekonstruksi Gaza senilai 53 miliar USD yang dikenal dengan Egypt’s Plan. Rencana tersebut mendapat dukungan Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta diharapkan dapat melibatkan kontribusi berbagai negara, termasuk Indonesia" ujarnya.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Perbaiki Rumah Imam Masjid yang Tidak Layak Huni di Papua Barat
BAZNAS Perbaiki Rumah Imam Masjid yang Tidak Layak Huni di Papua Barat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) kembali melakukan renovasi terhadap tiga rumah milik mustahik di wilayah Papua Barat. Giat perbaikan rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni tersebut telah rampung dilakukan. Program RLHB merupakan salah satu program prioritas BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui perbaikan hunian. Program ini tujuannya untuk memberikan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat miskin dan mustahik yang memiliki tempat tinggal tidak layak huni. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, bantuan perbaikan ini dilakukan untuk menciptakan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman untuk ditempati oleh para mustahik. “Semoga bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik akan kebutuhan dasar tempat tinggal layak yang aman dan nyaman,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Menurut Saidah, melalui program RLHB, BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Papua Barat akan melakukan perbaikan terhadap 40 rumah mustahik yang kondisinya sudah tidak layak huni. “Rumah-rumah itu tersebar di beberapa distrik antara lain di Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni dan Sorong,” jelasnya. Salah satu penerima manfaat program RLBH adalah Jumarin, seorang imam masjid di wilayah Papua Barat. Rumah kayu dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, atap yang miring, bocor di sana-sini ketika hujan, kini sudah tidak ditemukan lagi setelah mendapatkan perhatian oleh BAZNAS. Senyum cerah pun terpancar dari Jumarin dan keluarganya. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani di ladang dan menjadi imam masjid, tidak lagi merasa cemas dan khawatir rumahnya akan roboh. “Penghasilan saya tak menentu, sebagian besar dari hasil ladang itu hanya cukup untuk makan sehari-hari,” kata kakek Jumarin kepada BAZNAS. Jumarin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS karena telah membantu tempat tinggalnya menjadi layak untuk ditempati. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. Semoga Allah membalas dengan kesehatan, kemurahan rezeki dan keberkahan hidup,” ujar Jumarin.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Perkuat Strategi Penghimpunan ZIS Lewat Optimalisasi UPZ hingga Digitalisasi Zakat
BAZNAS Perkuat Strategi Penghimpunan ZIS Lewat Optimalisasi UPZ hingga Digitalisasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya dalam memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), melalui penguatan regulasi dan tata kelola, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai level, serta kolaborasi dan inovasi digital. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, dalam Plenary Session Rakornas BAZNAS 2025 bertema “Capaian Kinerja dan Isu Strategis Renstra de Depan Bidang Pengumpulan” yang digelar di Jakarta, Rabu (27/8/2025). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, M.Si, mengatakan strategi ini menjadi langkah penting untuk mendukung pencapaian target pengumpulan zakat nasional 2026 sebesar Rp67 triliun berdasarkan perhitungan Bappenas. “Potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun. Namun realisasinya masih jauh di bawah angka tersebut. Karena itu, BAZNAS perlu melakukan terobosan, khususnya di bidang digitalisasi pengumpulan dan penguatan basis zakat di tingkat desa,” ujarnya. Menurut Rizaludin, salah satu strategi yang diprioritaskan adalah memaksimalkan peran 84.625 desa/kelurahan di seluruh Indonesia sebagai basis pengumpulan zakat. Dengan asumsi setiap UPZ desa mampu menghimpun Rp10 juta per bulan, potensi nasional dapat mencapai Rp10,15 triliun per tahun Selain itu, kata Rizaludin, BAZNAS juga mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kemudahan berzakat. Pemanfaatan kanal digital, crowdfunding, layanan perbankan syariah, hingga integrasi aplikasi pembayaran akan terus diperluas demi menjangkau lebih banyak muzaki. Ia menambahkan, perlunya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat dalam model quintuple helix untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. “Di sisi regulasi, BAZNAS akan mendorong lahirnya Peraturan Presiden mengenai zakat Aparatur Sipil Negara (ASN), serta koordinasi yang lebih erat dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Hal ini penting agar pengumpulan zakat bisa berjalan optimal dan terintegrasi,” jelasnya. Lebih lanjut, Rizaludin menekankan pentingnya kampanye kesadaran berzakat yang lebih masif. BAZNAS akan memperluas kampanye melalui media sosial, billboard, dan komunitas, yang dipadukan dengan layanan prima seperti telemarketing, notifikasi digital, dan kartu muzaki. “Paradigma layanan muzaki harus berubah. Kita tidak hanya mengajak mereka berzakat, tetapi juga memberi pengalaman positif, transparansi laporan, serta layanan yang mudah diakses,” jelas Rizaludin. Untuk mendukung target jangka panjang, BAZNAS telah menyiapkan Grand Design Pengumpulan Zakat Nasional 2026–2030, yang memuat peta jalan lima tahunan berbasis digitalisasi, literasi zakat, dan sinergi multipihak dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, serta media. "Target pengumpulan Rp67 triliun pada 2026 dipandang ambisius, tetapi realistis jika dibarengi dengan sinergi kuat dan tata kelola yang transparan. Strategi tersebut juga sejalan dengan RPJMN 2025–2029, yang menempatkan pengembangan dana sosial syariah sebagai bagian dari prioritas nasional," kata Rizaludin. "Dengan penguatan strategi ini, BAZNAS optimistis pengumpulan zakat akan meningkat signifikan. Upaya tersebut diharapkan mampu mempersempit kesenjangan antara potensi zakat dan realisasi,sekaligus menghadirkan manfaat lebih besar bagi mustahik di seluruh Indonesia," ucapnya.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
Rakornas 2025, Pimpinan BAZNAS Dorong Profesionalisme dan Integritas Amil Kunci Kelola Zakat
Rakornas 2025, Pimpinan BAZNAS Dorong Profesionalisme dan Integritas Amil Kunci Kelola Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta pemahaman regulasi bagi seluruh amil dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), agar pengelolaannya sesuai syariat, tertib hukum, dan tepat sasaran. “Kita harus menyadari status kita sebagai amil. Seorang amil dituntut profesional, menguasai ilmu fikih maupun regulasi, serta bekerja dengan amanah dan istiqomah,” ujar Nur Chamdani saat memaparkan materi dalam Plenary Session Rakornas BAZNAS 2025, yang digelar di Jakarta, Rabu (28/8/2025). Ia menekankan, peran amil bukan sekadar pendukung, melainkan pelaku utama dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat. Karena itu, kompetensi sumber daya manusia (SDM) harus diperkuat sejak tahap rekrutmen melalui seleksi ketat, termasuk pemahaman fikih, regulasi, serta kemampuan intelektual. pendukung, melainkan pelaku utama dalam penghimpunan dan pendistribusian zakat. Karena itu, kompetensi sumber daya manusia (SDM) harus diperkuat sejak tahap rekrutmen melalui seleksi ketat, termasuk pemahaman fikih, regulasi, serta kemampuan intelektual. “Amil harus mampu berinovasi, karena potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun tidak bisa dikelola dengan cara biasa,” jelasnya. Selain kompetensi, kata dia, integritas juga menjadi syarat mutlak. Menurutnya, integritas seorang amil diuji sejak proses seleksi hingga tahap pembinaan. “Integritas berarti amanah, istiqamah, dan tahan banting. Mengelola zakat bukanlah perkara mudah. Kita harus benar-benar punya ketahanan diri, agar tidak terpengaruh hal-hal negatif. Apalagi saat menghadapi isu. Karena itu, kita di BAZNAS membutuhkan orang-orang yang berkompeten, berintelektualitas tinggi, sekaligus berintegritas,” jelasnya. Ia menambahkan, untuk memperkuat kualitas amil di daerah, BAZNAS RI juga siap memberikan pelatihan langsung apabila terdapat banyak pimpinan baru. Langkah ini bertujuan agar para pimpinan memahami tugas secara menyeluruh, khususnya terkait pengelolaan zakat yang sesuai syariat dan aturan hukum. Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan agar pengelolaan keuangan dijalankan secara transparan. “Jangan sampai lalai dalam pelaporan, karena hal ini berpengaruh terhadap langkah kita ke depan.Ingat bahwa dana zakat adalah keuangan ilahiyah (milik umat). Jika tidak dikelola dengan benar, bisa menimbulkan masalah hukum,” katanya. "Ketika kita kehilangan kompetensi tidak memahami aturan dan kehilangan integritas, maka akan muncul masalah. Karena itu, jangan pernah bersikap ugal-ugalan, apalagi mengabaikan aturan," tegasnya.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS Dorong Optimalisasi ZIS Daerah Lewat Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi Strategis
BAZNAS Dorong Optimalisasi ZIS Daerah Lewat Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi Strategis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah melalui pemanfaatan teknologi, seperti AI (Akal Imitasi) dan Aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS), serta kolaborasi strategis lintas sektor. Hal ini mengemuka dalam Pengajian Selasa Pagi bertema “Berbagi Pengalaman Pengelolaan Program BAZNAS Provinsi” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (29/7/2025). Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. Muh. Khidri Alwi, M.Kes, MA., Wakil Ketua 1 BAZNAS Provinsi Jawa Barat Ir. Rahmat A.K., Wakil Ketua 3 BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur H. Badrus Syamsi, S.Pd., M.E., serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menegaskan, transformasi digital menjadi instrumen penting dalam memastikan tata kelola zakat yang akuntabel dan menjangkau lebih luas Kami ingin ZIS tidak hanya terkumpul lebih banyak, tetapi juga tepat sasaran dan berdampak sistemik bagi pengurangan kemiskinan,” ujarnya Menurutnya, melalui teknologi seperti AI dan SIMBA, BAZNAS dapat menyatukan sistem pelaporan secara nasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi. “Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat masa kini,” ujarnya. Keberhasilan penerapan digitalisasi terlihat jelas di Kalimantan Timur. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd., M.E., menyampaikan, penerimaan ZIS hingga semester I tahun 2025 mencapai lebih dari Rp16,6 miliar, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Prestasi ini mengantarkan BAZNAS Kaltim meraih predikat “Champion of the Champion Lembaga ZISWAF Unggulan 2023”. "Keberhasilan tersebut tak lepas dari penggunaan aplikasi SIMBA dalam pengelolaan keuangan dan laporan zakat. Sebagian besar BAZNAS kabupaten/kota di Kaltim telah mencapai grade A dan B dalam sistem penilaian nasional, yang menandakan pengelolaan yang aktif, tertib, dan akuntabel," ujar Badrus Syamsi. “Kami juga menjalin kerja sama erat dengan Bank Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, BKPRMI, BKPAKSI, dan organisasi lainnya. Sinergi ini kami jaga agar zakat tidak hanya tersalurkan, tetapi benar-benar memberi dampak,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Muh. Khidri Alwi, M.Kes, MA., menyebut, pihaknya terus bekerja keras, meskipun tantangan politik di daerah cukup dinamis akibat perubahan kepemimpinan. “Kami berkomitmen menjaga marwah dan amanah lembaga. Kolaborasi dengan pemerintah dan pihak lain tetap kami jaga,” tegasnya. Di Jawa Barat, inovasi digital juga menjadi fokus utama. Wakil Ketua I BAZNAS Jabar, Ir. Rahmat A.K, menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi “Get Muzaki” untuk menjangkau muzakki baru melalui pendekatan online dan offline. “Kami hadir di berbagai pameran, seminar CSR, dan juga memanfaatkan media sosial serta platform iklan digital seperti Google Ads dan TikTok Ads. BAZNAS Jabar juga menghadirkan landing page yang ramah pengguna untuk memudahkan masyarakat dalam membayar zakat secara digital," jelasnya Selain penghimpunan, lanjut Rahmat, BAZNAS Jawa Barat juga berfokus pada loyalitas muzaki dengan meluncurkan empat platform interaktif berbasis digital, yakni ZISWAF AI, Tanya Babeh, Tanya Ustadz, dan Curhat Dong. Keempatnya dirancang untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat secara lebih personal. “Zakat bukan sekadar transaksi, tapi relasi. Maka kami hadirkan layanan digital berbasis empati dan edukasi,” ujar Rahmat. Ia menambahkan, program unggulan lain seperti Bersemilah Noovoleum (donasi dari minyak jelantah), Platform ZX, BAZNAS Jabar Charity Store, hingga Penggandaan Donasi menjadi penguat relasi antara lembaga dan muzaki.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Prestasi di Pencak Silat Nasional Kemendagri Cup
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS Raih Prestasi di Pencak Silat Nasional Kemendagri Cup
Santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam Lomba Pencak Silat Nasional Kemendagri Cup yang digelar di GOR Gala Satria Pakansari, Bogor, Jawa Barat, para santri berhasil menyabet medali emas, perak, dan perunggu. Prestasi itu sangat membanggakan karena para santri berhasil meraih prestasi di tengah persaingan ribuan peserta, dari lebih 150 kontingen perguruan pencak silat di seluruh Indonesia. Tercatat tujuh santri mendapatkan medali, dengan rincian satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen SCB dalam membina karakter dan prestasi santri melalui kombinasi kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Raihan ini mendapat apresiasi dari Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, yang berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi contoh positif bagi siswa lain untuk berprestasi. "Ini bukanlah gelar biasa, namun jadi bukti bahwa kerja keras dan komitmen tinggi dapat membawa hasil positif. Semoga capaian ini dapat mendongkrak semangat para santri untuk lebih berprestasi lagi di berbagai ajang," ujar Saidah. Sementara, Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS, Ahmad Kamaluddin Afif menekankan, pembinaan di SCB tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan sikap disiplin, tangguh, berjiwa sportif, dan berakhlak mulia. Lomba Pencak Silat menjadi salah satu wadah untuk menumbuhkan mental kompetitif, kepercayaan diri, serta kemampuan bersinergi dalam tim. “Prestasi para santri di ajang nasional ini membuktikan bahwa pengembangan karakter dan keterampilan ekstrakurikuler mampu menghasilkan generasi muda yang unggul, disiplin, dan berprestasi di kancah nasional,” ujar salah satu pembina SCB. Ke depan, SCB terus mendorong santri untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang olahraga dan seni, sebagai bagian dari visi sekolah untuk mencetak santri yang berkarakter, kompeten, dan berprestasi. Beberapa santri SCB yang berhasil meraih juara antara lain: - M. Hazri Bambang – Medali Emas, Kelas A Putra Pra Remaja - Abqori Khoirul Azzam – Medali Perak, Kelas B Putra Pra Remaja - Faisal Robani – Medali Perunggu, Kelas C Putra Pra Remaja - Arfan Zein Arifin – Medali Perunggu, Seni Tunggal Pra Remaja - Zaidan Qaidusidqi – Medali Perunggu, Seni Tunggal Remaja - Habib Husain – Medali Perunggu, Kelas B - Muhammad Aditya – Medali Perunggu, Seni Tunggal Remaja Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan sekolah yang didirikan oleh BAZNAS, yang fokus pada pendidikan adab islami, akademik, kewirausahaan serta kepemimpinan dan organisasi. Sekolah ini juga memberikan beasiswa pendidikan non formal berupa sekolah tahfiz selama dua tahun, dan pendidikan jenjang SMP-SMA untuk anak yatim dan dhuafa setiap tahunnya. Begitu banyak prestasi yang telah diraih oleh para siswa Sekolah Cendekia BAZNAS baik dalam bidang akademik maupun non akademik di segala tingkatan, yang membuktikan kualitas dan kapabilitas sekolah ini.
BERITA03/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah. Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. "Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal.
BERITA02/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Dorong Akses Pendidikan Agama bagi Disabilitas lewat ToT Al-Qur’an di Bekasi
BAZNAS RI Dorong Akses Pendidikan Agama bagi Disabilitas lewat ToT Al-Qur’an di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali melaksanakan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Bahasa Isyarat di Yayasan Ibtisamah Mulia, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan agama Islam bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menegaskan program ini menjadi komitmen BAZNAS dalam memastikan akses pendidikan agama yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. “BAZNAS ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses penuh terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Lebih dari itu, kami juga mendorong lahirnya pengajar dari kalangan difabel agar program ini berkesinambungan,” kata Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (1/9/2025). Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa, yang dibimbing langsung oleh dua pengajar lulusan ToT BAZNAS, yakni Fatiyahnur Meilinda dan Flafirsty Azzahra Marumi, yang juga merupakan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Saidah menegaskan, sebagai lembaga negara yang mengemban amanah undang-undang, BAZNAS harus hadir untuk semua golongan masyarakat, termasuk kelompok rentan. "Kami berkewajiban memastikan distribusi manfaat zakat menyentuh mereka yang sering terpinggirkan, termasuk kaum disabilitas. Kami ingin memastikan hak mereka untuk belajar agama terpenuhi dengan baik,” ujarnnya Berbeda dengan pelaksanaan di sekolah formal, jelas Saidah, pengimbasan di Yayasan Ibtisamah Mulia Deaf Learning Center ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat, tetapi juga mencakup materi pelajaran agama Islam secara umum. "Kurikulum tersebut mencakup pemahaman ibadah, akhlak, hingga nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa akses pendidikan agama bagi penyandang disabilitas rungu harus menyeluruh, baik dari segi pemahaman ibadah maupun nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari," kata Saidah. Untuk memastikan kualitas implementasi, lanjut Saidah, kegiatan ini turut dimonitoring oleh tim Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI. Monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas metode pembela…Untuk memastikan kualitas implementasi, lanjut Saidah, kegiatan ini turut dimonitoring oleh tim Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI. Monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas metode pembelajaran sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan peserta. "Monitoring juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS dan komunitas lokal, sehingga program dapat terus diperluas dan memberikan manfaat nyata. BAZNAS menargetkan dakwah inklusif ini menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang," ujar Saidah. Sementara itu,Ketua Yayasan Ibtisamah Mulia, Amatullah Basiimah, menyambut baik pelaksanaan pengimbasan yang dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Menurutnya, kegiatan tersebut telah membuka jalan bagi komunitas difabel untuk mengakses pendidikan agama yang layak. Ia menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an bahasa isyarat tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga dapat menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat luas. Hal ini diharapkan mendorong lahirnya masyarakat inklusif yang saling menghargai perbedaan. “Kami berharap kerjasama ini berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang peduli dan memahami pentingnya bahasa isyarat dalam dakwah Islam,” ucapnya.
BERITA02/09/2025 | Humas Baznas
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
BAZNAS RI Bersama Mishr Al Kheir Kirim 10 Truk Paket Bantuan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, kembali menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk warga Palestina di Gaza, yang dikirimkan menggunakan 10 truk melalui jalur darat menuju perbatasan Rafah. Adapun 10 truk yang mengangkut bantuan ini diberangkatkan dalam dua tahap, yakni 5 truk pada 19 Agustus 2025 dari Kairo dan 5 truk lainnya pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza di tengah blokade dan keterbatasan akses. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS terus berupaya memberikan bantuan bagi rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan bisa kita kirimkan, dan semoga tidak ada kendala pengiriman. Mudah-mudahan bantuan ini mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor menegaskan, bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Indonesia ini merupakan amanah yang harus benar-benar sampai kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi masyarakat Indonesia bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI yang saat ini berada di Mesir, Faisal Qosim, Lc., menjelaskan, tim BAZNAS RI bersama KBRI Kairo melakukan peninjauan langsung terhadap proses pengiriman sampai ke check point pertama di Nafaq, memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Mulai dari titik ini, kawasan sudah masuk kategori red zone sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Nantinya 10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” terang Faisal.
BERITA02/09/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Terapkan Green Zakat di Zmart Jepara, Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
BAZNAS Terapkan Green Zakat di Zmart Jepara, Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong saudagar Zmart untuk menerapkan konsep green zakat dengan beralih menggunakan tas belanja ramah lingkungan (ecobag) serta meminimalkan kantong plastik dalam melayani konsumen. Zmart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan, penggunaan tas belanja ramah lingkungan ini merupakan bagian dari implementasi konsep green zakat yang bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi. Menurut Saidah, pengurangan plastik sekali pakai adalah langkah sederhana yang bisa memberi dampak besar bagi lingkungan. Meski demikian, ia mengakui, penerapannya tidak lepas dari tantangan, terutama karena kesadaran masyarakat desa untuk menjaga lingkungan masih rendah. Sementara itu, kantong plastik sudah telanjur dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas belanja sehari-hari. "Memang tidak mudah mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi harus dimulai. Konsep green zakat ini sangat penting untuk kita implementasikan dalam aktivitas ekonomi kita. Dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan, kita dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan," lanjutnya. Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan konsumen warung Zmart. “BAZNAS ingin menjadikan mustahik binaan sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan penggunaan ecobag, mereka dapat memberikan contoh nyata sekaligus mengedukasi konsumen mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik,” katanya. Dengan demikian, lanjutnya, implementasi green zakat diyakini bukan sekadar konsep, melainkan langkah nyata yang bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. "Program ini juga diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh Zmart yang tersebar di berbagai wilayah. Hal ini pun penting guna menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga bumi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat," kata Saidah. Meski menjadi tantangan tersendiri, Pujiwati, salah satu Saudagar Zmart Jepara, menyampaikan, akan terus mencoba melakukan sosialisasi kepada konsumennya agar mereka dan terbiasa membawa tas belanja sendiri.
BERITA01/09/2025 | Humas BAZNAS
Dukung Gerakan Zakat, Sejumlah Menteri dan Gubernur Raih BAZNAS Awards 2025
Dukung Gerakan Zakat, Sejumlah Menteri dan Gubernur Raih BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar BAZNAS Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada para menteri, kepala lembaga, gubernur, bupati, wali kota, serta mitra strategis yang dinilai berkontribusi besar dalam mendukung penguatan gerakan zakat di Indonesia. Acara BAZNAS Awards 2025 ini menjadi rangkaian dari Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Acara tersebut dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., beserta jajaran pimpinan BAZNAS RI. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, capaian BAZNAS saat ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi dengan kementerian, lembaga, perusahaan, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi faktor penting dalam memperkuat peran BAZNAS di tengah masyarakat. “BAZNAS ini besar itu karena Bapak Ibu semuanya. Tanpa bantuan para menteri, lembaga, dan kementerian, UPZ-UPZ, serta perusahaan-perusahaan, BAZNAS tidak akan mencapai seperti yang sekarang ini,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan bahwa BAZNAS sangat bangga bisa memberikan penghargaan terhadap sejumlah kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan walikota. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan gerakan zakat. “Demikian juga tanpa bantuan para gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia juga tidak akan seperti sekarang. Justru andalan di daerah itu gubernur, bupati, dan walikota, sehingga apa yang Bapak Ibu berikan ini sangat besar bagi BAZNAS,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor juga mengapresiasi dukungan DPR RI dan Kementerian Luar Negeri, serta menegaskan arahan Presiden RI menjadi energi besar bagi BAZNAS untuk terus berinovasi, terutama dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. “Demikian juga dari mitra-mitra kami dari Kementerian Luar Negeri, dari DPR, apa yang Bapak Ibu berikan kepada BAZNAS sangat luar biasa. Kami sangat terharu dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden,” katanya. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. “Tanpa kehadiran para menteri, kepala badan, kepala lembaga, UPZ, perusahaan, kami tidak akan bisa memperkuat BAZNAS. Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, Mas Gibran, sangat luar biasa. Delapan cita yang dicanangkan insya Allah menjadi tonggak sejarah, dan BAZNAS tidak ingin ketinggalan dari Asta Cita tersebut,” tegasnya. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Kemenpora, Dwijayanto Sarosa Putera, juga menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. “Alhamdulillah pada hari ini saya mewakili Mas Menteri dalam rangka menerima penghargaan dari BAZNAS RI terkait pejabat negara pendukung zakat. Dan saya secara pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan Mas Menteri ini,” ujar Dwijayanto. Dwijayanto berharap agar kerja sama antara Kemenpora dan BAZNAS terus berlanjut. Menurutnya, sinergi tersebut sangat penting untuk memperkuat ekonomi umat. “Betapa penting peran zakat dalam menggalakkan ekonomi umat terutama dalam membantu dan menolong yang fakir dan miskin guna meningkatkan kesejahteraan umat,” jelasnya
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Dukung Program Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial Terpadu dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Dukung Program Bantuan Sosial dan Jaminan Sosial Terpadu dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya Ikut Serta dalam Rapat Koordinasi TKPKD dan Menjadi Anggota Pengelola Program Bantuan Sosial serta Jaminan Sosial Terpadu untuk Pengentasan Kemiskinan BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di daerah, dengan keikutsertaanya dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, di Aula Wiratanuningrat Bappelitbangda, Jum’at (29/8/2025). Dalam forum ini, BAZNAS berperan sebagai anggota pengelola program bantuan sosial dan jaminan sosial terpadu, yang berbasis rumah tangga, keluarga, maupun individu. Peran ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui zakat, infak dan sedekah, BAZNAS hadir membantu meringankan beban pengeluaran mustahik sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga pra sejahtera agar lebih mandiri. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perangkat OPD, lembaga, dan seluruh elemen masyarakat, BAZNAS yakin langkah bersama ini akan menjadi upaya nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya.
BERITA29/08/2025 | humasbaznaskabtsm
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Rakornas BAZNAS 2025 Hasilkan 9 Resolusi Perkuat Tata Kelola Zakat Dukung Asta Cita
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta, dengan menghasilkan sembilan resolusi tentang penguatan tata kelola zakat untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mempercepat penanggulangan kemiskinan. Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di hadapan perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan, resolusi tersebut menjadi inti dari Rakornas 2025. Menurutnya, penguatan kelembagaan BAZNAS merupakan prioritas utama sekaligus wujud komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui visi Asta Cita. "Pertama, kita harus terus memperkuat BAZNAS. Dan Alhamdulillah, dengan kekuatan dan pertolongan Allah SWT, BAZNAS kini semakin kokoh. Dalam forum ini, tiba-tiba kita juga diperkuat oleh keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan yang diarahkan kepada BAZNAS oleh sejumlah pihak sehingga posisi BAZNAS menjadi lebih kuat lagi. Sekaligus kita mendukung Asta Cita sebagai agenda pembangunan nasional,” ujar Noor Achmad. Karena itu, Kiai Noor berharap, dua hal ini menjadi jembatan bagi BAZNAS untuk terus menjalin hubungan dengan seluruh stakeholders, khususnya pemerintah daerah. "BAZNAS telah mendapat pengakuan luas dari pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan. Meski demikian, BAZNAS harus memperkuat distribusi, penyaluran, dan pemberdayaan agar manfaat zakat dapat semakin dirasakan masyarakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga berpesan, agar para amil dan penggerak zakat tidak malu dan ragu dalam menyampaikan risalah zakat. Menurutnya, zakat adalah bagian dari dakwah sekaligus instrumen penting untuk kesejahteraan umat. Ia optimistis perkembangan BAZNAS akan semakin pesat dan memberi dampak signifikan. “Saat ini BAZNAS sudah berkembang luar biasa, dan ke depan insya Allah akan semakin luar biasa. Kita yakin orang-orang yang tidak senang pada BAZNAS pada akhirnya akan kalah. Jangan pernah pesimis, tetaplah optimis karena Allah akan menjadi saksi atas ikhtiar kita,” tegasnya. Adapun 9 resolusi Rakornas BAZNAS 2025 adalah sebagai berikut: 1. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menjadi garda terdepan penyejahteraan ummat dan penanggulangan kemiskinan dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran; 2. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga serta meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip 3 Aman yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI, khususnya meneguhkan Aman NKRI sebagai landasan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Melanjutkan penguatan empat pilar utama pengelolaan zakat nasional, mencakup penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, serta penguatan jaringan dan sinergi; 4. Mendorong pengesahan rancangan Peraturan Presiden zakat ASN dan Pegawai BUMN guna mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS DSKL nasional tahun 2026; 5. BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan, UPZ Kecamatan, dan UPZ Masjid di seluruh wilayahnya masing-masing sesuai dengan jumlah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ulama dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 6. Optimalisasi pengumpulan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berpotensi dikelola oleh BAZNAS meliputi harta tak bertuan (mal majhul), luqothah, tanah tak berpemilik atau terurus (ihyaul mawat), sanksi pidana (ta’zir), dam, denda berat haji (badonah), iwad, dormant account, dan lain sebagainya; 7. Mendorong pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) di tingkat wilayah sebagai wadah asosiasi profesi amil zakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menegakkan profesionalisme pengelolaan zakat di seluruh wilayah dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 8. Memperkuat sinergi multipihak melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan lembaga internasional, serta memperluas kontribusi BAZNAS dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan masyarakat terdampak krisis lainnya; dan 9. Mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas Judicial Review Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang semakin memperkuat kedudukan BAZNAS sebagai lembaga utama pengelola zakat nasional.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS
Wali Kota Banda Aceh: BAZNAS Mitra Strategis Perkuat Zakat Nasional
Wali Kota Banda Aceh: BAZNAS Mitra Strategis Perkuat Zakat Nasional
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Penggerak Zakat dalam ajang BAZNAS Award 2025 di Jakarta , Kamis (28/8/2025). Dalam Kesempatan tersebut, Illiza mengapresiasi peran BAZNAS yang selama ini bersinergi dengan Banda Aceh, termasuk dalam penggalangan zakat dan infak untuk Palestina. “Kerja sama Baitul Mal Banda Aceh dengan BAZNAS sangat baik. Harapan kami, zakat nasional bisa semakin tepat sasaran dan memberi manfaat luas, termasuk untuk Palestina,” ucapnya. Terkait awards yang diterima, Illiza mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus komitmen bagi Pemko Banda Aceh untuk terus memperkuat tata kelola zakat. “Alhamdulillah, ini bukti apa yang kami kerjakan masih berada di jalur yang benar. Ke depan, kami berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, dan mengembangkan inovasi digital dalam penyaluran zakat,” kata Illiza. Menurutnya, Pemko Banda Aceh juga tengah menyiapkan program fundraising yang ditargetkan memberi manfaat bagi seribu penerima. Ia berharap langkah itu dapat memperluas dampak zakat bagi masyarakat. “Kami ingin masyarakat bisa melihat langsung bahwa zakat dan infak yang disalurkan benar-benar kembali kepada mereka yang berhak,” ujarnya. Meski demikian, Illiza mengakui masih ada tantangan karena belum semua pihak menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Ia menegaskan pemerintah kota akan terus mendorong kesadaran kolektif agar zakat disalurkan lewat lembaga resmi. “Sebagian besar aparatur sudah menyalurkan zakat melalui Baitul Mal. Tapi masih ada sebagian pengusaha dan masyarakat yang belum. Ini menjadi PR kita bersama,” katanya.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Tasikmalaya.

Lihat Daftar Rekening →